Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENILAIAN ASESMEN RUBRIK

PENILAIAN ASESMEN RUBRIK

Ratings: (0)|Views: 209 |Likes:
Published by IrwaNsyah Putra

More info:

Published by: IrwaNsyah Putra on Oct 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belaka
ng M
asalahDalam proses pembelajaran biologi yang merupakan cabang sains sangat membutuhkan suatuketerampilan yang menuntut siswa untuk aktif tidak hanya sebatas konsep atau teori yangselama ini masih di lakukan di beberapa sekolah.sekolah yang merupakan satuan pendidikansebagai pelaksana kurikulum atau sistem evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan kondisidan kebutuhan siswa agar dapat tercapai dalam proses pembelajarannya.Dalam proses pembelajaran di kelas guru memegang peranan penting sebagai pelaksanakurikulum, Syaodin (1997) dalam (Nurdin, 2002:68) mengatakan bahwa kurikulum nyataatau aktual kurikulum merupakan implementasi dari offcial curiculum oleh guru dikelas,artinya bagusnya kurikulum itu hasilnya tergantung pada apa yang di lakukan oleh gurudan juga siswa di kelas.Guru dengan proses pembelajaran di kelas di tuntut untuk dapat mengembangkan,memeperluas, dan menciptakan relevansi kurikulum dengan kebutuhan siswa serta kemajuanilmu pengetahuan dan teknologi, hal ini juga guru harus dapat menciptakan suatupembelajaran agar siswa dapat mencapai kompetensi dasar yang di harapkan karenaketercapaian kompetensi dasar dalam pengembangan KTSP merupakan salah satu indikatorkeberhasilan guru sebagai pelaksana kurikulum.Sehingga proses belajar mengajar berlangsung guru harus bisa menciptakan suatu rancanganpengajaran yaitu suatu usaha guru yang bersifat kompleks karena banyaknya nilai ataufaktor
 – 
faktor manusia yang turut terlibat di dalamnya sebab pengajaran adalah usahamembentuk manusia yang baik. (Hamalik, 2001:35)Akan tetapi kenyataannya guru dalam proses pembelajarannya merasa ada kesenjangandengan siswa ketika proses belajar mengajar di kelas berlangsung, siswa merasa jenuh ataukurangnya perhatian terhadap pembelajaran biologi, karena siswa hanya dapat duduk manismendengarkan dan merekam semua informasi yang di sampaikan guru serta di paksa untuk dapat menguasai semua fakta dan konsep sebagai bahan untuk di hapal, sehinga siswa tidak di beri kesempatan sedikitpun untuk melaksanakan refleksi secara kritis untuk dapatmengetahui kesalahan yang mereka lakukan ketika proses pembelajaran berlangsung.Siswa hanya diberi banyak informasi yang berupa teori dari buku teks sebagai bahan nutuk manghadapi ulangan harian dan tugas
 – 
tugas lainnya dan penilaian yang di terima siswapunhanya sebatas penilaian kuantitatif yang berupa angka
 – 
angka tidak sertai dengan panilaiankualitatif yang berupa catatan, komentar, saran ataupun lembar observasi sebagai aktivitassiswa.Hal ini terbukti bahwa penilaian yang selama ini di lakukan oleh guru hanya sebatasmemeperhatikan hasil ulangan tertulis yang hanya mengamaati ranah kognitif, sedangkanranah afektif dan psikomor kurang mendapat perhatian, ranah afektif dan psikomotorpunharus di amati kemajuannya seperti keterampilan menggunakan alat
 – 
alat, kemampuanmenganalisis dan melaksanakan prosedur kerja sampai selesai, kemampuan mengambilkeputusan, berdasarkan aplikasi yang di berikan dan kemampuan memebaca menggunakandiagram, gambar, dan simbol, kedua ranah tersebut tidak mungkin dapat di ketahui hanyadengan tes tertulis pada ulangan akan tetapi harus dengan tes perbuatan atau bahkan dengandalam bentuk non tes misalnya dengan mengadakan observasi berupa kegiatan praktikum.(Mulyasa, 2004:171)Dari persoalan tersebut penulis tertarik untuk malakukan suatu tindakan yaitu dengan
 
memberikan suatu penilaian karena mengingat antara belajar dan penilaian mempunyaihubungan yang yang sangat erat, maka agar siswa terdorong untuk mengembangkan dayakreasi dan keterampilan berfikir hendaknya penilaian yang di lakukan tidak hanya di tujukanpada penguasaan konsep atau teori, namun perlu di lengkapi dengan penilaian terhadapproses belajar siswa atau aktivitas siswa.Aktivitas siswa atau kinerja siswa dapat di lakukan dengan kegiatan praktikum sehinggasiswa dapat lebih aktif dan mandiri dalam menemukan informasi yang berhubungan denganmateri pelajaran, kegiatan praktikum ini merupakan suatu bentuk panilaian non tes atau tesperbuatan yang dapat mengukur ranah afektif dan psikomor siswa.Dari kegiatan praktikum yang nantinya akan memberikan hasil atau produk yang berupapemahaman konsep dan hasil karya siswa tentang sub konsep keanakaragaman makhluk hidup yang merupakan proses dari belajar siswa.Oleh karena itu instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk menilai kinerja siswa yangmerupakan salah satu penilaian yang di fokuskan pada dua aktivitas pokok yaitu observasiproses pada saat berlangsungnya unjuk keterampilan dan evaluasi hasil cipta atau produk.Penilaian yang cocok untuk menilai kinerja siswa adalah panilaian yang berbasis asesmen(assessment based
 – 
evalution) adapun altenatif asesmen yang digunakan adalah asesmenrubrik yang saat ini belum terlalu di kenal dalam dunia pendidikan kita terutama dalammenilai hasil praktikum siswa yang merupakan hasil dari proses pembelajarannya.Penilaian terhadap kinerja siswa bisa di jadikan alternatif yang dapat di laksanakan oleh gurudalam pencapaian target pencapain kurikulum dan kompetensi dasar dengan melihat hasilpraktikum siswa, asesmen rubik adalah suatu bentuk penilaian yang sudah mempunyaikriteria atau acuan standar sehingga agar penilaian terhadap hasil praktikum ini objektif makaguru dapat mengembangkan rubrik sesuai dengan kebutuhan siswa pada saat pembelajaranberlangsung.Rubrik yang di gunakan harus memuat daftar kriteria kinerja siswa, ranah atau aspek-aspek siswa,konsep - konsep dan gradasi mutu, asesmen rubrik ini bisa di jadikan sebagai salah satualat ukur keberhasilan siswa untuk mencapai kompetensi dasar tertentu.B. Rumusan MasalahAdapun perumusan dalam penelitian ini dapat dikelompokkan dalam tiga tahap, diantaranyayaitu sebagai berikut:1. Identifikasi Masalaha. Wilayah KajianWilayah kajian dalam penelitian ini adalah pengambangan asesmen rubrik sebagai instrumenpenelitianb. Pendekatan PenelitianPendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kinerja proses dan kinerja produk dari kegitan praktikum siswa.c. Jenis MasalahJenis masalah dalam penelitian ini adalah tentang kesenjangan guru terhadap siswa denganpenilaian pada sub konsep keanekaragaman makhluk hidup.2. Pembatasan MasalahDalam penelitian ini penulis membatasi masalah, agar tidak keluar dari wilayah penelitian.Adapun batasan masalah ini adalah sebagai berikut:a. Standar asesmen rubrik yang digunakan dalam menilai hasil praktikum.b. Efektifitas penerapan asesmen rubik dalam menilai hasil praktikum.c. Ketercapaian kopetensi dasar dengan indikator keterampilan proses sains.
 
d. Respon guru terhadap penerapan asesmen rubrik 3. Pertanyaan penelitiana. Bagaimana standar asesmen rubrik yang digunakan dalam menilai hasil praktikum?b. Bagaimana efektifitas penerapan asesmen rubrik dalam menilai hasil praktikum?c. Bagaimana ketercapaian kompetensi dasar pada sub konsep keanekaragaman makhluk hidup?d. Bagaimana respon guru terhadap penerapan asesmen rubrik?C. Tujuan penelitian1. Untuk mengkaji standar rubrik yang digunakan dalam menilai hasil praktikum.2. Untuk mengkaji penerapan asesmen rubrik dalam menilai hasil pratikum.3. Untuk mengetahui ketercapaian kompetensi dasar melalui asesmen rubrik.D. Manfaat penelitian1. Untuk menambah wawasan guru tentang sistem penilaian berbasis asesmen denganalternatif asesmen rubrik.2. Mengetahui penerapan asesmen rubrik dalam menilai hasil praktikum yang merupakankinerja siswa.3. Untuk menambah pengetahuan guru dalam ketercapaiannya mengembangkan komopetensidasar pada sub konsep keanekaragaman makhluk hidup.4. Untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam praktikum, sehingga memperoleh hasilpraktikum yang baik.5. Membantu sekolah dalam penyempurnaan pencapaian tujuan kurikulum.6. Untuk membantu memperbaiki mutu pembelajaran biologi pada sub konsepkeanekaragaman makhluk hidup melalui sistem penilaian berbasis asesmen.E. Kerangka pemikiranSuatu komponen dalam pendidikan sekolah adalah kurikulum yang di dalamnya terdapatstandar kompetensi dan kompetensi dasar disetiap bidang studi (mata pelajaran) dalam jenjang dan tingkat pendidikan yang di harapkan dapat tercapai oleh siswa. Dilihat daristruktural kurikulum ada empat komponen utama yakni:1. Tujuan2. Isi dan struktur kurikulum3. Strategi pelaksanaan, dan4. Komponen evaluasiKeempat komponen tersebut saling berkaitan satu sama lainnya sehingga merefleksikan satukesatuan yang utuh sebagai program pendidikan (Nurdin 2002:51). Dalam perkembangannyakurikulum selalu mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan pendidikan, saat iniperubahan itu terbukti dari kurikulum 2004 atau kurikulum berbasis kompetensi menjadikurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).Dalam KTSP bahwa sekolah merupakan sarana tempat di berlakukannya KTSP denganmengenal kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah sehingga di kembangkanlah KTSP yangdi sesuaikan dengan kondisi sekolah tersebut.jadi KTSP dapat terlihat perbedaannya dengankurikulum yang lain yaitu terletak pada sekolah yang di beri kesempatan untuk mengembangkan potensinya.Untuk melaksanakan kurikulum guru harus ikut berperan dalam usaha pembentukan sumberdaya manusia yang memiliki potensi dalam melaksanakan pembangunan, tidak hanya itu sajaguru juga memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar di kelas guru di tuntut

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Fariezal Adhi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->