Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Harimau Kemala Putih

Harimau Kemala Putih

Ratings: (0)|Views: 475 |Likes:
Published by api-3810342

More info:

Published by: api-3810342 on Oct 17, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

Harimau Kemala Putih > karya Gu Long > disadur oleh Tjan >> published by buyankaba.com
1
___________________________________________________________________________

Judul asli Bai Yu Laohu, disadur oleh Tjan sebanyak 33 jilid. Salah satu karya terbaik
Gu Long, sayang tamat di bagian yang sedang seru-serunya dan belum ada yang
melanjutkannya dalam Bahasa Indonesia. Selamat penasaran membaca.

__________________________________________________________________________
Jilid 1________
Bulan tiga tanggal dua puluh tujuh, hari baik.
Hari ini cocok untuk melakukan pekerjaan apapun!

Tio Bu Ki berbaring diatas pembaringan.
Setelah menempuh perjalanan sejauh tiga ratus li tanpa berhenti, begitu turun dari kudanya, ia
langsung masuk kamar dan menjatuhkan diri di atas pembaringan.

Yaa, pembaringan yang empuk, lembut dan harun....
Pembaringan ini milik Hiang hiang, seorang gadis, seorang gadis yang halus, lembut dan
harum...
Setiap kali bertemu dengan Tio Bu Ki, sekulum senyuman yang lebih manis dari gula akan
menghiasi bibirnya.

Cahaya matahari mencorong masuk lewat celah jendela, hari ini udara cerah, angin
berhembus lewat membawa bau harum bunga yang semerbak.

Agak termangu Tio Bu Ki memandang langit nan biru di luar jendela, akhirnya ia
menghembuskan napas panjang seraya bergumam:
\u201cOoo....hari ini memang hari baik!\u201d

Hiang hiang tidak tertawa, ia menyambung dengan nada hambar:
\u201cAaa, betul! Hari ini memang hari baik, hari baik untuk membunuh orang...!\u201d
Harimau Kemala Putih > karya Gu Long > disadur oleh Tjan >> published by buyankaba.com
2

\u201cKau ingin membunuh orang?\u201d Tio Bu Ki memegang dagunya dan mengangkat wajahnya.
\u201cYaa, aku ingin membunuh orang\u201d
\u201cSiapa yang ingin kau bunuh?\u201d
\u201cKau!\u201d

Tio Bu Ki tidak dibuat terkejut, dia malah tertawa, tertawa lebar dengan penuh kehangatan.
\u201cSebenarnya aku sungguh sungguh ingin membunuhmu\u201d kata Hiang hiang sambil menggigit
bibir.
\u201cTapi setelah kupikir kembali, apalagi setelah kau datang menjengukku...niat itu terpaksa
kuurungkan\u201d
\u201cKau tahu kalau aku akan datang?\u201d
\u201cTentu saja. Hari ini kan hari baik Tio Koncu. Hari baik untuk melangsungkan perkawinan\u201d

Matanya yang jeli mulai berkaca kaca, lanjutnya:
\u201c\u201dAkupun tahu hari ini Tio koncu datang hanya ingin memberitahukan kepadaku, bahwa
sejak hari ini hubungan kita putus sampai disini, walaupun lain waktu masihn sempat
bertemu, kita harus saling menganggap saing, kita tak boleh saling menyapa lagi\u201d

Tio Bu Ki tak dapat menyangkal, diapun sedikit merasa sedih.
\u201cAku emmbawa sebuah hadiah untukmu\u201d bisiknya.
Sambil mengeluarkan seuntai mutiara, ia menambahkan:
\u201cAku pernah penyanggupi permintaanmu, dan sampai sekarang aku belum melupakannya\u201d

Seuntai mutiara yang bening dan bercahaya tajam, seperti butiran air mata seorang gadis suci.

Hiang hiang menerima hadiah itu, embelainya penuh kasih sayang, lalu bergumam:
\u201cAku tahu, suatu ketika kau pasti membawakan benda ini untukku, sebab kau adalah seorang
laki laki yang pegang janji, selalu dan sepanjang masa\u201d

Air mata tak sampai meleleh keluar, tapi tangannya sudah gemetar keras, seluruh tubuhnya
hampir sja ikut menggetar keras...

Tiba tiba ia melompat bangun, mencampakkan untaian mutiara tersebut ke wajah Tio Bu Ki,
lalu berteriak penuh emosi:
\u201cKau anggap aku sudi menerima uintaian mutiara busuk ini? Kau anggap aku sudi menerima
telur busuk kecil macam kau?\u201d

Untung mutiara tersebut tak sampai mengena di wajah Tio Bu ki benda itu melayang keluar
dari jendela dan jatuh ke halaman depan sana.

Tio Bu Ki kembali tertawa.
"Masih mendingan kalau cuma telur busuk kecil" katanya,
"sebab sedikit banyak toh ada kebaikkannya juga!"

Harimau Kemala Putih > karya Gu Long > disadur oleh Tjan >> published by buyankaba.com
3

"Kebaikkan apa? Katakan!" Hiang hiang mencak mencak semakin marah.
"Jelek jelek toh telur busuk kecil lebih mendingan daripada telur busuk tua, apalagi
dibandingkan telur busuk mampus!"

Dia ingin membuat Hiang hiang tertawa, ingin menyaksikan gadis itu terpingkal karena geli.
Memang, diantara mereka tiada ikatan ataupun hubungan menurut hukum, tapi perpisahan
memang cukup memedihkan hati siapapun...
Ia selalu berharap, dikala perpisahan itu terjadi, mereka masih dapat tertawa atau paling tidak
tersenym sedikit saja.
Tapi Hiang hiang tidak tertawa, atau tepatnya sebelum senyuman sempat menghiasi bibirnya,
untaian mutiara yang terlempar keluar jendela itu telah melayang kembali.
"Craat...!" sebatang anak panah sepanjang tiga depa enam inci menyambar masuk ke ruangan
dan memantek mutiara itu di ats tiang.

Batang anak panah itu berwarna perak, bulu peraknya masih bergerak keras ketika sebatang
panah yang lebih pendek kembali menyambar masuk dan membelah anak panay yang
pertama menjadi dua bagian.

Hiang hiang tertegun, belum pernah ia saksikan permainan panah selihay ini, belum pernah ia
jumpai seseorang yang sanggup memanah setepat ini....
Senyuman yang menghiasi bibir Tio Bu Ki seketika berubah menjadi senyuman getir, dia
menghela napas.

"Ooooh...para penagih hutang telah datang!"
"Mau apa mereka kemari?" tanya Hiang hiang dengan paras muka berubah.
"Si penagih hutang tentu saja datang untuk menagih hutang, apakah kau tidak tahu kalau hari
ini adalah hari baik pula untuk menagih hutang?"

........................................
Tempatnya di depan sebuah loteng kecil, waktunya musim semi yang cerah.
Bunga beraneka warna tumbuh dengan suburnya disekeliling loteng kecil, ada yang berwarna

merah, ada yang berwarna hijau dan ada pula yang berwarna kuning telur.
Dua orang manusia berbaju hitam berdiri di tengah bunga yang indah, mereka adalah seorang
pria dan seorang wanit, seorang masih muda dan seorang sudah lanjut usia.