Judul asli Bai Yu Laohu, disadur oleh Tjan sebanyak 33 jilid. Salah satu karya terbaik
Gu Long, sayang tamat di bagian yang sedang seru-serunya dan belum ada yang
melanjutkannya dalam Bahasa Indonesia. Selamat penasaran membaca.
Tio Bu Ki berbaring diatas pembaringan.
Setelah menempuh perjalanan sejauh tiga ratus li tanpa berhenti, begitu turun dari kudanya, ia
langsung masuk kamar dan menjatuhkan diri di atas pembaringan.
Yaa, pembaringan yang empuk, lembut dan harun....
Pembaringan ini milik Hiang hiang, seorang gadis, seorang gadis yang halus, lembut dan
harum...
Setiap kali bertemu dengan Tio Bu Ki, sekulum senyuman yang lebih manis dari gula akan
menghiasi bibirnya.
Agak termangu Tio Bu Ki memandang langit nan biru di luar jendela, akhirnya ia
menghembuskan napas panjang seraya bergumam:
\u201cOoo....hari ini memang hari baik!\u201d
\u201cKau ingin membunuh orang?\u201d Tio Bu Ki memegang dagunya dan mengangkat wajahnya.
\u201cYaa, aku ingin membunuh orang\u201d
\u201cSiapa yang ingin kau bunuh?\u201d
\u201cKau!\u201d
Tio Bu Ki tidak dibuat terkejut, dia malah tertawa, tertawa lebar dengan penuh kehangatan.
\u201cSebenarnya aku sungguh sungguh ingin membunuhmu\u201d kata Hiang hiang sambil menggigit
bibir.
\u201cTapi setelah kupikir kembali, apalagi setelah kau datang menjengukku...niat itu terpaksa
kuurungkan\u201d
\u201cKau tahu kalau aku akan datang?\u201d
\u201cTentu saja. Hari ini kan hari baik Tio Koncu. Hari baik untuk melangsungkan perkawinan\u201d
Matanya yang jeli mulai berkaca kaca, lanjutnya:
\u201c\u201dAkupun tahu hari ini Tio koncu datang hanya ingin memberitahukan kepadaku, bahwa
sejak hari ini hubungan kita putus sampai disini, walaupun lain waktu masihn sempat
bertemu, kita harus saling menganggap saing, kita tak boleh saling menyapa lagi\u201d
Tio Bu Ki tak dapat menyangkal, diapun sedikit merasa sedih.
\u201cAku emmbawa sebuah hadiah untukmu\u201d bisiknya.
Sambil mengeluarkan seuntai mutiara, ia menambahkan:
\u201cAku pernah penyanggupi permintaanmu, dan sampai sekarang aku belum melupakannya\u201d
Hiang hiang menerima hadiah itu, embelainya penuh kasih sayang, lalu bergumam:
\u201cAku tahu, suatu ketika kau pasti membawakan benda ini untukku, sebab kau adalah seorang
laki laki yang pegang janji, selalu dan sepanjang masa\u201d
Tiba tiba ia melompat bangun, mencampakkan untaian mutiara tersebut ke wajah Tio Bu Ki,
lalu berteriak penuh emosi:
\u201cKau anggap aku sudi menerima uintaian mutiara busuk ini? Kau anggap aku sudi menerima
telur busuk kecil macam kau?\u201d
Tio Bu Ki kembali tertawa.
"Masih mendingan kalau cuma telur busuk kecil" katanya,
"sebab sedikit banyak toh ada kebaikkannya juga!"
"Kebaikkan apa? Katakan!" Hiang hiang mencak mencak semakin marah.
"Jelek jelek toh telur busuk kecil lebih mendingan daripada telur busuk tua, apalagi
dibandingkan telur busuk mampus!"
Batang anak panah itu berwarna perak, bulu peraknya masih bergerak keras ketika sebatang
panah yang lebih pendek kembali menyambar masuk dan membelah anak panay yang
pertama menjadi dua bagian.
"Ooooh...para penagih hutang telah datang!"
"Mau apa mereka kemari?" tanya Hiang hiang dengan paras muka berubah.
"Si penagih hutang tentu saja datang untuk menagih hutang, apakah kau tidak tahu kalau hari
ini adalah hari baik pula untuk menagih hutang?"
........................................
Tempatnya di depan sebuah loteng kecil, waktunya musim semi yang cerah.
Bunga beraneka warna tumbuh dengan suburnya disekeliling loteng kecil, ada yang berwarna