Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ijab kobul

ijab kobul

Ratings: (0)|Views: 54 |Likes:
Published by ami_crep17

More info:

Published by: ami_crep17 on Oct 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2011

pdf

text

original

 
I . IJAB DAN QOBUL BAHASA INDONESIA.Ijab :
- م ِي ْظ ِع َل ْا ا ر ُف ِغ ْت َس ْاَ – م ِي ْح ِر ّلا ن ِح ْر ّلا ِا م ِ ْب ِو َ -ُاّاِ ه َل َاِ  ْاَ د ُ َش ْاَ ِا  ُ ْس ُ َ اد ً ّ َ ُ  ّأ د ُ َش ْاَ
(Istighfar dibaca 3 kali)SAUDARA/ANANDA _________________ BIN________________ SAYA NIKAHKAN DAN SAYA KAWINKAN ENGKAU DENGAN _____________________YANG BERNAMA :_______________________ DENGAN MASKAWINNYA BERUPA : ______________________, TUNAI.
Qobul :
SAYA TERIMA NIKAHNYA DAN KAWINNYA _______________ BINTI _______________ DENGAN MASKAWINNYA YANG TERSEBUT TUNAI.
Hukum Nikah Sirri
1 Jun. 2009 Alwi 5 commentsSalah satu tantangan bagi Kantor Urusan Agama sebagai lembaga pencatat pernikahan diIndonesia adalah masih adanya masyarakat yang melakukan nikah kontrak dan pernikahan di bawah tangan aliasnikah sirri.Sehingga dengan sendirinya tidak mempunyai buku nikah yang dikeluarkan oleh pemerintah.Menurut Drs. Zamhari Hasan MM, (Widyaiswara Utama Pusdiklat Tenaga TeknisKeagamaan Departemen Agama RI) pernikahan sirri biasanya terjadi untuk nikah keduadan seterusnya, karena untuk mendapatkan izin dari isteri pertama sangat sulit.“Pernikahan seperti ini jelas tidak punya kepastian hukum atau tidak punya kekuatanhukum yang paling dirugikan adalah wanita,” ujarnya.Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, paling tidak sejak masa imam Malik bin Anas. Hanya saja nikah sirri yang dikenal padamasa dahulu berbeda pengertiannya dengan nikah sirri pada masa sekarang. Pada masadahulu yang dimaksud dengan nikah sirri yaitu pernikahan yang memenuhi unsur-unsur 
 
atau rukun-rukun perkawinan dan syaratnya menurut syari’at, yaitu adanya mempelailaki-laki dan mempelai perempuan, adanya ijab qabul yang dilakukan oleh wali denganmempelai laki-laki dan disaksikan oleh dua orang saksi, hanya saja si saksi diminta untuk merahasiakan atau tidak memberitahukan terjadinya pernikahan tersebut kepada khalayak ramai, kepada masyarakat, dan dengan sendirinya tidak ada i’lanun-nikah dalam bentuk walimatul-’ursy atau dalam bentuk yang lain.Yang dipersoalkan adalah apakah pernikahan yang dirahasiakan, tidak diketahui olehorang lain sah atau tidak, karena nikahnya itu sendiri sudah memenuhi unsur-unsur dansyarat-syaratnya. Adapun nikah sirri yang dikenal oleh masyarakat Indonesia sekarang iniialah pernikahan yang dilakukan oleh wali atau wakil wali dan disaksikan oleh para saksi,tetapi tidak dilakukan di hadapan Petugas Pencatat Nikah sebagai aparat resmi pemerintah atau perkawinan yang tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama bagi yang beragama Islam atau di Kantor Catatan Sipil bagi yang tidak beragama Islam, sehinggadengan sendirinya tidak mempunyai Akta Nikah yang dikeluarkan oleh pemerintah.Perkawinan yang demikian di kalangan masyarakat selain dikenal dengan istilah nikahsirri, dikenal juga dengan sebutan perkawinan di bawah tangan. Nikah sirri yang dikenal masyarakat seperti disebutkan di atas muncul setelahdiundangkannya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan(selengkapnya lihat disini) dan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun1975 sebagai pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974. Dalam kedua peraturantersebut disebutkan bahwa tiap-tiap perkawinan selain harus dilakukan menurutketentuan agama juga harus dicatatkan. Dalam pasal 2 Undang-undang Nomor 1 Tahun1974 tentang Perkawinan, disebutkan:Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dankepercayaannya itu.Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Nikah/Kawin Siri Melanggar UU
Meskipun Undang-Undang Perkawinan sudah diberlakukan sejak 32 tahun lalu, praktik  perkawinan yang melanggar undang-undang ini terus saja berlangsung. Bahkan, adagejala terjadi perebutan otoritas antara ulama dan negara.Dalam diskusi bertema “Illegal Wedding” yang diselenggarakan Pusat Pelatihan danInformasi Islam dan Hak-hak Perempuan Rahima di Rahima, Jakarta, Kamis (21/6/08),hal tersebut tergambar konkret dari penjelasan Nurul Huda Haem, S. Ag, penghulu dan petugas pencatat nikah di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (saat ini sudah alih tugassebagai Penyuluh Agama Islam Fungsional di Kec. Mampang Prapatan Jakarta Selatan.Salah satunya adalah nikah di bawah tangan atau yang umum di sini disebut nikah siri.Secara definisi, Nurul Huda menyebut nikah sirri adalah pernikahan yang dilakukan di
 
luar pengawasan petugas sehingga pernikahan itu tidak tercatat di Kantor Urusan Agama(KUA).“Dilihat dari undang-undang, hukum nikah siri adalah pelanggaran alias batal demihukum,” tandas Nurul Huda yang menuliskan pengalamannya sebagai penghulu dalam buku Awas! Illegal Wedding. Dari Penghulu Liar Hingga Perselingkuhan (HikmahPopuler, 2007).Alasan Nurul Huda, negara sudah mengeluarkan Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974yang mengatur mengenai perkawinan. Di dalam undang-undang itu disebutkan, perkawinan harus dicatatkan pada KUA. “Undang-undang itu merupakan hasil penggodokan yang melibatkan unsur ulama, Jadi, dapat dikatakan undang-undang ituadalah produk ijtihad ulama Indonesia,” tandas Nurul Huda.Ketika produk hukum negara dilahirkan melalui ijtihad ulama dan untuk kemaslahatanrakyat, menurut Nurul Huda, produk itu menjadi produk syariat juga. “Ada kaidah yangmengatakan, keputusan pemerintah mengikat dan menghilangkan perselisihan,” ujarnya.Pendapat yang mengatakan Islam tidak mengatur pencatatan untuk perkawinan, menurut Nurul Huda, harus dikaitkan dengan perhatian Islam yang besar pada pencatatan setiaptransaksi utang dan jual beli. Bila untuk urusan muamalah, seperti utang saja pencatatandilakukan, apalagi untuk urusan sepenting perkawinan. Alasannya, perkawinan akanmelahirkan hukum-hukum lain, seperti hubungan persemendaan, pengasuhan anak, danhak waris.
Merugikan
 Nikah siri bisa terjadi pada banyak kasus. Ada yang dilakukan untuk poligami dengantidak memberi tahu istri pertama atau istri yang sudah ada lebih dulu. Alasan lain untuk  penjajakan sebelum pernikahan yang tercatat dilakukan sehingga bila terjadiketidakcocokan tidak menimbulkan konsekuensi hukum lain.Apa pun alasannya, nikah siri atau nikah bawah tangan atau nikah yang tidak dicatatkandi KUA merugikan salah satu pihak. Menurut Nurul Huda maupun Leli Nurohmah dariRahima, dalam banyak kasus yang paling merugi adalah perempuan dan anak-anak.Pernikahan yang tidak dicatatkan, misalnya, bila menghasilkan anak, maka anak tersebuthanya diakui hak-haknya dari pihak ibu. Dalam pembuatan akta kelahiran, misalnya,anak hanya akan dicatat mengikuti nama ibu karena pencatatan sipil untuk kelahiran anak mensyaratkan adanya surat nikah resmi dari negara.“Ada kasus di mana orangtua terpaksa membuat akta nikah palsu (karena orangtuamenikah siri). Mereka menyadari betul itu pelanggaran, padahal ketika menikah (siri)dulu katanya menjunjung syariat, sekarang kok malah melanggar syariat,” ungkap NurulHuda.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->