Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 1 Filosofi

Bab 1 Filosofi

Ratings: (0)|Views: 81 |Likes:
Published by Syabanu Arifin

More info:

Published by: Syabanu Arifin on Oct 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/26/2013

pdf

text

original

 
Teori Mikroekonomi: Suatu PerbandinganEkonomi Islam dan Ekonomi Konvensional
BAB 1FILOSOFI DASAR EKONOMI ISLAMPendahuluan
Sistem ekonomi dunia yang saat ini bersifat sekuler -dimana terjadidikotomi antara agama dengan kehidupan duniawi termasuk di dalamnyaaktivitas ekonomi- telah mulai terkikis. Terjadinya dikotomi ini terjadi padamasa kegelapan (
dark ages)
yang terjadi di Eropa, dimana pada masa tersebutkekuasaan gereja Katolik sangat dominan. Sehingga hal ini menimbulkan pergerakan yang berupaya untuk mengikis kekuasaan gereja yang terlalu besar  pada masa itu. Pergerakan inilah yang pada akhirnya memunculkan suatualiran pemikiran bahwa harus terjadi suatu pembedaan atau pembatasan antaraaktivitas agama dengan aktivitas dunia, sebab munculnya pemikiran keilmuanseringkali dianggap bertentangan dengan doktrin gereja pada masa itu.Hal tersebut tidak berlaku dalam Islam, sebab Islam tidak mengenal pembedaan antara ilmu agama dengan ilmu duniawi. Hal ini terbukti bahwa pada masa kegelapan (
dark ages)
yang terjadi di Eropa, justru terjadi masakeemasan dan kejayaan Islam. Dimana terjadi pembaharuan dan perkembangan pemikiran oleh para ilmuwan muslim, bahkan menjadi dasar landasan pengembangan keilmuan sampai saat ini, seperti ilmu aljabar. Namun hal ini tidak pernah diketahui oleh dunia terutama oleh paragenerasi muda muslim, sehingga generasi muda muslim saat ini melakukan halyang sama dengan yang dilakukan oleh Barat pada waktu
dark ages – 
yaitumelakukan dikotomi antara aktivitas spiritual dan aktivitas duniawi- yang justrumembuat Islam semakin redup cahayanya. Karena Negara Barat semakin majuketika jauh dari ajaran agamanya, sementara umat Islam akan semakintertinggal ketika meninggalkan agamanya.Ilmu ekonomi adalah suatu disiplin ilmu yang menerangkan tentang proses pengambilan keputusan dalam mengalokasikan kelangkaan sumber dayadalam pemenuhan kegiatan produksi dan aktivitas konsumsi dalam rangkamenciptakan suatu kesejahteraan dalam kehidupan manusia. Ilmu ekonomi
1
 
Teori Mikroekonomi: Suatu PerbandinganEkonomi Islam dan Ekonomi Konvensional
dibagi dalam dua cabang utama, yaitu mikroekonomi dan makroekonomi.Mikroekonomi menangani perilaku satuan-satuan ekonomi individual termasuk di dalamnya dalam pengambilan keputusan dalam rangka untuk mengatasi permasalahan alokasi akibat kelangkaan sumber daya. Satuan-satuan inimencakup konsumen, pekerja atau buruh, para penanam modal, pemilik tanah, perusahaan bisnis –intinya setiap individu atau entitas memainkan peranandalam berfungsinya suatu perekonomian. Mikroekonomi menjelaskan cara danalasan-alasan satuan ini membuat keputusan-keputusan ekonomis. Bidang lainyang penting dari mikroekonomi adalah bagaimana satuan-satuan ekonomi berinteraksi untuk membentuk satuan-satuan yang lebih besar –pasar danindustri
1
.Sementara makroekonomi, cabang utama lain dari ekonomi menanganikepada isu-isu yang bersifat makro atau lebih luas lagi
2
, termasuk di dalamnyamengenai jumlah agregat ekonomi, seperti tingkat dan laju pertumbuhan produksi nasional, suku bunga, pengangguran dan inflasi. Tetapi pembatasanantara makroekonomi dan mikroekonomi sudah semakin pudar belakangan ini.Analisis mikroekonomi selalu dimulai dengan pemahaman mengenaikelembagaan dalam ekonomi, termasuk di dalamnya hukum, yang mampumenjelaskan prilaku produsen dalam mengalokasikan sumber dayanya. Para produsen itu pada akhirnya akan mampu mempengaruhi konsumen dalammengambil keputusan, namun para konsumen tersebut memiliki batasan dalammelakukan pilihannya.Dengan mempelajari mengenai aspek kelembagaan dalam ekonomi, kitaakan belajar mengenai keterbatasan yang dihadapi oleh individu dalammengambil keputusan yang akan mampu mempengaruhi mereka dalammengalokasikan sumber dayanya. Untuk memahami apa pilihan mereka, kitaharus mampu mengerti apa yang menjadi motif mereka dalam mengambilkeputusan ekonominya. Mikroekonomi selalu mengasumsikan bahwasanyamotivasi manusia dalam melakukan aktivitas ekonominya oleh kepentingan
1
Karl E Case dan Ray C Fair .
 Prinsip-prinsip Ekonomi Mikro
. Penerjemah BenyaminMolan (Jakarta: Pearson Education Asia), h. 8.
2
Ibid., h. 82
 
Teori Mikroekonomi: Suatu PerbandinganEkonomi Islam dan Ekonomi Konvensional
 pribadi yang bersifat materi –yaitu nafsu dalam memiliki suatu produk baik  barang maupun jasa-, sehingga asumsi awal dalam mikroekonomi konvensionaladalah kepentingan pribadi yang bersifat materi inilah yang menjadi motif utama manusia dalam melakukan aktivitas ekonominya. Meskipun ilmumikroekonomi mamou mengakomodasi kepentingan lainnya termasukemungkinan kepedulian kita dengan kesejahteraan sesama.Dalam konteks skenario ekonomi masa kini di satu sisi ditandai olehadanya kompetisi, efisiensi, pragmatisme dan transparansi, di pihak lain modelsaling ketergantungan (
cooperation
) antar manusia atau lembaga semakinkompleks dan bervariasi. Dalam kondisi ini, ada persoalan besar dan sangatmendasar yaitu paradigma ilmu ekonomi yang ada ternyata tidak mampumemecahkan problem ekonomi yang dihadapi manusia. Teori-teori ekonomiyang ada terbukti tidak mampu mewujudkan ekonomi global yang berkeadilandan berkeadaban. Malah yang terjadi adalah dikotomi antara kepentinganindividu, masyarakat, negara serta hubungan antarnegara. Selain itu, teoriekonomi yang ada saat ini tidak mampu menyelesaikan kemiskinan danketimpangan pendapatan. Juga tidak mampu menyelaraskan hubungan antar regional di suatu negara, antara negara-negara di dunia terutama antara negara-negara maju dengan negara berkembang dan terbelakang. Lebih parahnya lagiadalah terabaikannya pelestarian sumber daya alam (
non renewable resources
).Untuk itu, tidak heran jika belakangan banyak muncul kritik dari pakar ekonomiitu sendiri.Ilmu ekonomi adalah suatu ilmu sosial yang menaruh perhatian berkaitan dengan prilaku manusia dan sebagai suatu ilmu maka ketikamempelajari tentang prilaku manusia para ekonom menggunakan langkah-langkah ilmiah, yaitu:a.Observasi awalSuatu metode ilmiah selalu mengawali dengan observasi atas suatufenomena yang terjadi, sehingga mampu melahirkan suatu pertanyaandalam observasi tersebut yang menarik untuk dibahas terutama berkaitan
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->