Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asuransi Syariah

Asuransi Syariah

Ratings: (0)|Views: 230 |Likes:
Published by Eka Daswindar
Sekilas tentang asuransi syariah
Sekilas tentang asuransi syariah

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Eka Daswindar on Oct 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/23/2014

pdf

text

original

 
 11
Property of : Eka Daswindar
 A.
 
LANDASAN TENTANG ASURANSI SYARIAHI.
 
Pengertian Asuransi (Konvensioanl)
kata asuransi berasal dari bahasa Belanda, assurantie, yang dalam hukum Belandadisebut Verzekering yang artinya pertanggungan. Dari istilah assurantie kemudian timbulassuradeur bagi penanggung dan geassureerde bagi tertanggung. Defines asuransisebetulnya bisa diberikan dari berbagai sudut pandang, yaitu sudut pandang ekonomi, hukum,bisnis, sosial, ataupun matematika. Tidak ada satu definsi yang bisa memenuhi masing-masingsudt pandang tersebut. Asuransi merupakan bisnis yang unik, yang didalamnya terdapatkelima aspek tersebut diatas.Secara baku, definisi asuransi di Indonesia telah ditetapkan dalam Undang-UndangRepublik Indonesia Nomor 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian. Asuransi ataupertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, di mana pihak penanggungmengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikanpenggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntunganyang diharapkan. Atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akandiderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikansuatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yangdipertanggungkan.
II.
 
Pengertian Asuransi (Syariah)
Dalam bahasa Arab asuransi disebut at-ta’min, penanggung disebut mu’ammin,sedangka tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’min. At-ta’min diambil dari kataamanna yang memiliki arti memberi perlindungan, ketenangan, rasa aman, dan bebas darirasa takut. Men-ta’min-kan sesuatu artinya adalah seseorang membayar / menyerahkan uangcicilan agar ia atau ahli warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telahdisepakati, atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang.Menurut Musthafa Ahmad Zarqa, makna asuransi secara istilah adalah kejadian, padaintinya adalah cara atau metode untuk memelihara menusia dalam menghadapi resiko(ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya, dalam perjalanan
 
 22
Property of : Eka Daswindar
kegiatan hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya. Sistem asuransi yang dipahami oleh paraulama hukum (syariah) adalah sebuah sistem ta’awun dan tadhamun yang bertujuan untukmenutupi kerugian peristiwa-peristiwa atau musibah-musibah. Tugas ini dibagikan kepadasekelompok tertanggung, dengan cara memberikan pengganti kepada orang yang tertimpamusibah.Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dalam fatwanya tentangpedoman umum asuransi syariah, memberi definisi tentang asuransi syariah (Ta’min, Takaful,Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tlong-menolong diantara sejumlah orang /pihak melalui investasi dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalianuntuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai ajaran syariah. Daridefinisi tadi jelas bahwa asuransi syariah bersifat saling melindungi yang disebut denganta’awun, yaitu prinsip hidup saling melindungi dan saling menolong atas dasar ukhuwahislamiyah antara sesame anggota peserta Asuransi syariah dalam menghadapi malapetaka(resiko).
III.
 
 Al-‘Aqilah (Asal Mula Asuransi Syariah)
Sebenarnay konsep asuransi dalam Islam bukan hal baru, karena sudah ada sejakzaman Rasulullah SAW yang disebut dengan Aqilah. Bahkan hal ini sudah menjadi kebiasaansuku Arab sejak zaman dulu bahwa jika ada salah satu anggota suku yang terbunuh olehanggota dari suku lain, pewaris korban akan dibayar sejumlah uang darah (diyat) sebagaikompensasi oleh saudara terdekat dari pembunuh, yang disebut Aqilah.Aqilah berasal dari kata Asabah yang menunjukkan hubungan ayah denganpembunuh. Oleh karena itu, ide pokok dari Aqilah adalah suku Arab zaman dulu harus siapuntuk melakukan kontribusi finansial atas nama pembunuh untuk membayar pewaris korban.Kesiapan untuk membayar untuk membayar kontribusi keuangan sama dengan premiasuransi, dan kompensasi yang dibayar berdasarkan Al-‘Aqilah mungkin sama dengan nilaipertanggungan dalam praktik asuransi sekarang.Sebagian orang mengira bahwa kata Aqilah berasal dari kata Aql (akal), sehinggaungkapan itu diartikan denda yang dibebankan kepada orang yang berakal (sudah dewasa).Padahal tidak demikian, Aqilah meruapakan istilah tersendiri. Didalam bahasa Arab terdapat
 
 33
Property of : Eka Daswindar
kata Al-‘Aql (denda) dan Al-‘Aqil (orang yang membayar denda). Dalam beberapa kasus, Islammembebankan denda asuransi kepada orang lain (bukan yang melakukan pelanggaran).Namu didalam Ad-Diyah (uang darah) yang menjadi sebab adalah bukan kesengajaan, makatidak ada asuransi yang memikul tanggung jawab ini. Karena itu, disyaratkan agar kerusakantidak itu tidak disebabkan kesengajaan. Dalam masalah Diyat, para ulama sepakat bahwa“Wajib membayar denda terhadap sebagian kerusakan yang disebabkan kekeliruan sepertipembunuhan atau melukai karena kekeliruan atau kelalaian”.
IV.
 
 At-Takaful (Tolong Menolong)
Istilah lain yang sering digunakan untuk asuransi syariah adalah Takaful. Kata Takafulberasal dari takafala-yatakafalu, yang secara etimologis berarti menjamin atau salingmenanggung. Kata takaful sebenarnya tidak ada dala Al-Quran, namun ada kata yang seakar dengan kata takaful seperti dalam surat Thahaa ayat 40, terdapat kata Yakfulu yang dapatdiartikan menjamin.Menurut Muhammad Syakir Sula (Konsep Asuransi Dalam Islam, 1996), Takaful dalampengertian muamalah ialah saling memikul resiko di antara sesame orang sehingga antarasatu dengan yang lainnya menjadi penanggung atas resiko yang lainnya. Salin pikul resiko inidilakukan atas dasar saling menolong dalam kebaikan dengan cara masing-masingmengeluarkan dana tabarru’ (dana ibadah) , sumbangan, derma yang ditujukan untukmenanggung resiko. Tafakul dalam pengertian ini ditegakkan di atas tiga prinsip dasar, yaitu :a.
 
Saling bertanggung jawabBanyak hadist Nabi SAW, seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yangmengajarkan bahwa hubungan orang-orang beriman dalam jalinan rasa kasih sayang satusama lain, ibarat satu badan. Bila satu bagian tubuh sakit, maka seluroh anggota tubuh akanturut merasakan penderitaan. Seperti bunyi hadist berikut ini “Setiap orang diantara kamuadalah pemikul tanggung jawab dan setiap kamu bertanggung jawab terhadap orang-orang dibawah tanggung jawab kamu” (HR. Bukhari dan Muslim).b.
 
Saling bekerja sama dan saling membantuAllah SWT memerintahkan agar dalam kehidupan bermasyarakat ditegakkan nilaitolong-menolong dalam kebaikan dan takwa sebagaimana firmannya dalam surat Al-Ma’aidah

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
rendry added this note
Akhirnya yang syariah mulai menunjukkan kemajuannya. Informasi dan bahasan lain tentang asuransi dan informasi syariah bisa kita pelajari di http://www.syariah.in. Salam syariah,
Rasman Jz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->