Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jack

Jack

Ratings: (0)|Views: 49 |Likes:

More info:

Published by: Iind Niezt Cii Cliquers on Nov 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as ODT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2011

pdf

text

original

 
PERJANJIAN ANGKUTAN LAUT
No. : ……. / TPJ –….. / ….. / 20…..
Pada hari ini : ………..Tertanggal : ………..Telah disepakati bersama di Jakarta, perjanjian angkutan dibawah ini :
1 PEMILIK KAPAL
PT. TRANS PACIFIC JAYAMenara Gracia Lt. 8, Jl. HR.Rasuna Said KavC 17Jakarta 12940Telp : (021) 5208386 Fax : (021) 5260303E-mail : isni@transpacificjaya.com
2 PENYEWA KAPAL
PT. ………………….Alamat ……………..Telp : ………………. Fax : ………………….E-mail :
3 NAMA & DATA KAPAL
TB. ……………… / BG. …………………
4 KESEDIAAN KAPAL UNTUK MUAT
Est Tgl………………………..
5 BENDERA
Indonesia
6 POSISI KAPAL SAAT INI
…………………
..
7 JENIS DAN JUMLAH MUATAN
Batubara 8.000 MT (Dead Freight)
8 BIAYA FREIGHT
Rp ………………………. Per MT
9 PELABUHAN MUAT
Jetty …………………..
10 PELABUHAN BONGKAR 
……………………………
..
11 KONDISI KONTRAK MUATAN
FIOST
12 LAMA HARI MUAT/BONGKAR/ANTRI SANDAR 
Prorata ……….. hari
13 PENERIMA BARANG
As order
14 PENGIRIM BARANG
As order
15 ASURANSI KAPAL
Pemilik kapal
16 ASURANSI BARANG & UANG TAMBANG
Pemilik Barang
17 CARA PEMBAYARAN
Transfer ke rek Rupiah A/N PT. Trans PacificJaya
1. Bank Madiri Cab. Wisma Tugu, Jakarta
A/C : 124.
 
000.533.8919Transfer ke rek USD A/N PT. Trans PacificJaya
2. BII USD Cab. Thamrin
A/C : 2.003.600.510
18 DENDA KETERLAMBATAN / DEMURRAGE
Rp. 25.000.000,- (Dua puluh lima Juta Rupiah) Per hari.
19 SYARAT PEMBAYARAN
-
25 - 50 Juta Down Payment
-
25 % saat sardar 
-
50 % full loading (sebelum berangkat)
-
25 % Saat kapal tiba (sebelum sandar)
 
KETENTUAN UMUM DAN SYARAT TAMBAHAN YANG DISETUJUI BERSAMA
 
1.
Jika kapal sudah tiba dipelabuhan muat/bongkar, maka akan mulai dihitung sebagai waktu antri sesuai jumlah hari yang ditentukanpada pasal 12 SPAL ini.
2.
Jika sisa jumlah waktu prorata pada Pasal 12 tidak mencukupi untuk kegiatan antri dan bongkar, makapenyewa Kapal harus memberikan pembayaran jaminan demurrage selama 3 (Tiga) hari. Pemilik kapal berhakmenahan cargo untuk tidak dibongkar sebelum menerima pembayaran demurrage tersebut. Dan jumlah waktuyang tersita untuk menunggu pembayaran tersebut dan biaya-biaya lain yang timbul akan ditanggung olehPihak Penyewa Kapal.
3.
Apabila kapal masih melakukan kegiatan muat dan sudah masuk ke dalam hitungan demurrage (waktuprorata telah habis), maka biaya demurrage yang timbul harus dibayar per harinya sesuai dengan dendaketerlambatan yang telah disepakati.
 
4.
Pembayaran demurrage harus diselesaikan sebelum kapal tiba ditempat tujuan dan atau sebelum kapalsandar, demurrage diberlakukan pada setiap penambahan Time Sheet diluar batas waktu muat dan bongkartermasuk idle time untuk antri muat/bongkar.
5.
Sesuai ketentuan Surat Perjanjian Angkutan Laut ini pada Pasal 16 tercantum bahwa asuransi barangsepenuhnya menjadi tanggung jawab Penyewa/Pemilik cargo. Jika ada kehilangan/kekurangan muatan denganalasan apapun saat kapal berlayar maupun sandar bukan menjadi tanggung jawab Pemilik kapal.
6.
Tahapan pembayaran wajib diselesaikan sesuai dengan yang disetujui pada pasal 19, dan apabila terjadiketidaksesuaian cara pembayaran, maka Pemilik/Operator kapal berhak membatalkan kontrak secara sepihakdan atau menangguhkan pembongkaran cargo serta biaya yang terjadi akibat ketidaksesuaian pembayarantersebut akan menjadi beban pihak Penyewa kapal.
7.
Pihak penyewa kapal harus melakukan survey kapal dan jika cargo sudah mulai dimuat berarti pihakPenyewa menyatakan bahwa kapal dalam kondisi baik dan layak digunakan.
8.
Apabila sesuatu dan lain hal atau terjadi keterlambatan dan atau menyangkut Nautis / teknis sehinggakapal yang akan mengangkut mengalami keterlambatan/hambatan, maka Pemilik/Operator dibenarkan untukmenunda kedatangan kapal atau menggantikan dengan kapal/tongkang/armada lain yang sama ukurannyadengan tidak merubah dari isi dan bunyi perjanjian ini.
9.
Pemilik/Operator kapal berhak menahan keberangkatan kapal atau bongkar cargo apabila pembayaran uangfreight/ sewa kapal dan kewajiban demurrage/jaminan demurrage tidak dilunasi sesuai dengan yangtercantum dalam kontrak. Dan jumlah waktu yang tersita untuk menunggu pembayaran tersebut dan biaya-biaya lain yang timbul akan ditanggung oleh Pihak Penyewa kapal.
 
Apabila setelah 3 (Tiga) hari kalender darijatuh temponya termin pembayaran (termasuk demurrage/jaminan demurrage),pihak Pemilik kapal belummenerima pembayaran dari Penyewa Kapal sesuai dengan syarat pembayaran yang tertera dalam kontrak ini,maka tanpa persetujuan Penyewa kapal, Pemilik kapal berhak untuk menjual muatan yang diatas kapalkepada siapapun dengan harga yang ditentukan oleh Pemilik kapal untuk menutupi kerugian yang timbulakibat dari pelaksanaan pengangkutan kontrak ini.
10.
Jika estimasi kedatangan kapal jatuh pada hari Sabtu, Minggu atau hari libur nasional, makaPenyewa/Shipper melakukan pembayaran freight dan demurrage kepada Pemilik/Operator kapal satu harisebelum hari libur tersebut. Jika bank tutup atau hari libur tidak dapat dijadikan sebagai alasan untuk tidakdapat melakukan pembayaran. Jika terjadi hal diatas maka ketentuan dalam butir 9 dalam dalam SyaratTambahan SPAL ini akan diberlakukan.
11.
Yang dimaksud dengan denda demurrage adalah denda yang dikenakan kepada penyewa yang dikarenakanhal-hal sebagai berikut :
 
11. a. Jika waktu muat/bongkar lebih lama dari waktu yang ditetapkan dalam pasal12 Surat Perjanjian Angkutan Laut ini.
 
11. b. Menunggu Penyewa memastikan pelabuhan muat maupunbongkar, baik pelabuhan yang ditetapkan maupun dikarenakan perubahan dari yang telah ditetapkan dalampasal 9 dan 10 SPAL ini.
 
11. c. Apabila kapal sudah tiba dipelabuhan muat/bongkar, tetapi belum bisa sandar,yang dikarenakan alasan satu dan lain hal, sehingga pihak jetty melarang untuk sandar.
 
11. d. Menungguantrian kapal lain untuk sandar di pelabuhan muat maupun bongkar.
 
11. e. Menunggu penyelesaian dokumencargo yang berhubungan dengan perjalanan angkutan kapal.
 
12.
Force Majore dalam perjanjian ini adalah Badai, Angin Ribut, Topan, Ombak Besar, Kandas, PemogokanBuruh serta hal – hal lain di luar kemampuan usaha (Act of God)
13.
Apabila terjadi General Average, maka akan mengikuti pada York Antwerp 1974, dan uang tambang danDead Freight tidak dapat Collect dari General Average tersebut.
14.
Penyewa Kapal/Shipper bertanggungjawab penuh terhadap kapal (Tugboat dan tongkang) bila terjadikerusakan selama melakukan kegiatan muat dan atau bongkar di jetty (kerusakan yang diakibatkan oleh alatyang digunakan untuk kegiatan muat atau bongkar).
15.
Penyewa Kapal/Shipper harus menjamin bahwa semua dokumen cargo seperti Surat Keterangan AsalBarang (SKAB) dan lain-lain harus sesuai dengan Peraturan dan Undang-undang Pemerintah Pusat maupunDaerah. Dan jika ada masalah apapun dengan dokumen cargo tersebut, maka akan menjadi tanggung jawabdari Penyewa kapal/Shipper dan bukan tanggung jawab dari Pemilik kapal. Jika karena dokumen tersebutkapal ditahan oleh pihak yang berwajib, maka semua biaya kapal/BBM/Pelabuhan/Agent dan lain-lain menjaditanggung jawab Penyewa Kapal.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->