Siapakah yang disebut dengan muhrim??
Muhrim menurut artinya adalah yang diharamkan, dalam istilah ilmu fiqih adalah wanita yang
diharamkan untuk dikawini dengan sebab ada hubungan keturunan/pertalian darah, karena sepersusuan,
karena perkawinan dan sebagainya. Selanjutnya siapa sajakah laki-laki yang tergolong laki-laki
muhrim bagi seorang wanita.
- Suami: seorang suami boleh melihat apa saja yang dimiliki istrinya, bahkan melihat farji
(kemaluaanya).
- Ayah. Yang dimaksud disini adalah ayah kandung, ayah dari ayah (kakek dari fihak ayah), ayah ibu
(kakek dari fihak ibu).
- Ayah dari suami. Termasuk didalamnya kakek-kakeknya.
- Anak sendiri, termasuk didalamnya juga cucu, baik yang lahir dari anak laki-laki maupun anak
perempuan
- Anak suami. Maksudnya anak laki-laki suami yang lahir dari istri yang lain (anak tiri). Termasuk
didalamnya cucu suami sampai kebawah, baik laki-laki maupun perempuan.
- Saudara laki-laki maupun saudara perempuan, yang sekandung(seayah seibu), saudara yang hanya
seayah maupun seibu.
- Anak dari saudara laki-laki maupun dari saudara perempuan, yang sekandung, seayah maupun seibu
sampai terus kebawah, misalnya cucu-cucu (laki-laki maupun perempuan)
- Hamba sahaya (budak) yang dimiliki, baik laki-laki maupun perempuan
- Anak-anak yang belum mengerti apa-apa tentang aurat wanita, yakni belum mengerti apa yang
dimaksud dengan bersetubuh.
- Paman, baik dari pihak ayah maupun ibu.
Semua orang yang tidak termasuk dalam golongan muhrim diatas, maka disebut golongan bukan
muhrim.....
Ref. Risalah Fiqh Wanita-Ustaz Mahtuf Ahnan SpD