Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PKL Salah Satu Penggerak Ekonomi Yang Memberdayakan Unskilled Workers

PKL Salah Satu Penggerak Ekonomi Yang Memberdayakan Unskilled Workers

Ratings: (0)|Views: 527 |Likes:
PKL hingga kini masih merupakan sektor informala yang selalu terpinggirkan nasibnya mekipun kenyataannya PKL juga menyokong pribadi wirausaha mandiri khususnya bagi kaum non pendidikan dan bermodal kecil. Bila ditilik lebih dalam bila pemerintah mampu menyatukan dan menertibkan PKL dengan pemberian ruang khusus berwirausaha berbiaya rendah hal ini dapat menyokong perekonomian nasional dan mengurangi tingkat pengangguran di masyarakat
PKL hingga kini masih merupakan sektor informala yang selalu terpinggirkan nasibnya mekipun kenyataannya PKL juga menyokong pribadi wirausaha mandiri khususnya bagi kaum non pendidikan dan bermodal kecil. Bila ditilik lebih dalam bila pemerintah mampu menyatukan dan menertibkan PKL dengan pemberian ruang khusus berwirausaha berbiaya rendah hal ini dapat menyokong perekonomian nasional dan mengurangi tingkat pengangguran di masyarakat

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Andistya Oktaning Listra on Nov 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

 
PKL: Salah Satu Penggerak Ekonomi diSektor Informal Indonesia yangMemberdayakan
Unskilled Workers
Andistya Oktaning ListraNIM / Absen : 0910210022 / 39Ekonomi Pembangunan
 
Universitas Brawijaya Malang
BAB IPENDAHULUAN
1.1
Konsep Sektor Informal dan Latar Belakang Peningkatan Jumlah PKLdi Indonesia
Istilah sektor informal pertama kali dilontarkan oleh
 Keith Hart 
(1971)dengan menggambarkan sektor informal sebagai bagian angkatan kerja kotayang berada diluar pasar tenaga terorganisasi. Menurut pendapat Damsar (1997: 158-159), ciri-ciri dinamis dari konsep sektor informal yang diajukanHart menjadi hilang ketika telah dilembagakan dalam birokrasi ILO.Informalitas didefinisikan ulang sebagai sesuatu yang sinonim dengankemiskinan. Sektor informal menunjukkan kepada cara perkotaan melakukansesuatu dengan dicirikan dengan: a) Mudah memasukinya dalam arti keahlian,modal, dan organisasi; b) Perusahaan milik keluarga; c) Beroperasi pada skalakecil; d) Intentif tenaga kerja dalam produksi dan menggunakan teknologisederhana; dan e) Pasar yang tidak diatur dan berkompetitif Secara umum diketahui bahwa sektor informal rawan penggusuran, obyek  pengejaran SATPOL PP dan TIBUM, yang menjalankan tugas menegakkanaturan bagi mereka. Sering pula mereka dianggap sebagai biang kemacetanlalu-lintas, dan pencemar lingkungan. Namun bila dicermati mendalam,ternyata banyak hal menarik produk mereka ternyata dipasarkan tidak saja didalam negeri, namun juga ke luar negeri. Rasanya banyak yang menyadari bahwa sektor informal pernah menunjukkan peran penting sebagai penyeraptenaga kerja PHK besar-besaran di masa krisis ekonomi 1997 di Indonesia.
2
|
Tema: Sektor Informal Sebagai Katub Pengaman Bagi PenyerapanTenaga Kerja Tidak Terampil (Unskilled Workers)
 
Di balik penampakannya yang terlihat ‘terbelakang’, sektor informalmempunyai dua dimensi kekuatan. Pertama, sektor informal mempunyaikekenyalan dan kemampuan menyerap luberan tenaga kerja. Kekuatanini telah menempatkannya sebagai sektor ekonomi yang berfungsisebagai “katup pengaman” dalam struktur perekonomian negara. Sektor informal juga dipandang dapat berfungsi efisien menggantikan fungsi produksi-konsumsi sektor formal, terutama untuk memenuhi kebutuhansehari-hari masyarakat golongan bawah. Kedua, sektor informalmempunyai kemampuan meredam gejolak kegelisahan dan ketidakpuasanangkatan kerja yang tidak tertampung di sektor formal . Meskipunkemampuannya. Sebagai ‘stabilisator politik’ ini pada kenyataannya lebihuntuk memenuhi kepentingan pemerintah dan kaum kapitalis yaitu untuk melestarikan kelancaran investasi dan akumulasi modal di sektor formal .Salah satu fenomena sektor informal yang menjadi sorotan di wilayah perkotaan adalah adanya pedagang kaki lima (PKL). Pedagang kaki lima(PKL) merupakan fenomena yang umum ditemui di perkotaan di Indonesia.Pertumbuhan PKL terkait dengan pertumbuhan penduduk, angkatan kerja danlapangan kerja di sektor formal, karena pada umumnya sektor informal terjadiakibat ketidakmampuan sektor formal dalam menyerap tenaga kerja dan juga pertumbuhan PKL berimplikasi terhadap permasalahan ruang tempat berusaha. Hasil penelitian dapat terungkap bahwa jumlah PKL sejak krisisekonomi mengalami peningkatan dari 2.600 menjadi 4000 PKL, dan jumlahini didukung oleh pengangguran dan korban PHK, karena sulit mencari pekerjaan sesuai dengan pendidikan dan ketrampilan yang seadanya. Daerahdimana mereka tinggal juga tidak menjanjikan kehidupan yang layak. Kendalayang dihadapi pemerintah daerah: ketidakmampuan pemerintah daerahmembuka lahan kerja, menyediakan lahan khusus yang strategis bagi PKL,kesalahan tata kota yang semrawut, kemampuan petugas dalam melaksanakanPerda tentang PKL yang belum memadai, ketakutan petugas dalammenghadapi karakter PKL terutama migran Madura dan ketakutanmenghadapi massa yang mengenggap petugas tidak reformis.
3
|
Tema: Sektor Informal Sebagai Katub Pengaman Bagi PenyerapanTenaga Kerja Tidak Terampil (Unskilled Workers)

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yahya Doank liked this
Kelinci Madu liked this
Sarmento Antonia liked this
Dimas Kazenagi liked this
Ida Weti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->