Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lembaga Negara

Lembaga Negara

Ratings: (0)|Views: 1,064|Likes:
Published by Gregorius Adi

More info:

Published by: Gregorius Adi on Nov 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

 
1.
a. Lembaga Negara menurut pakar Hans KelsenLembaga atau organ negara secara lebih dalam, kita dapat mendekatinya dari pandangan Hans Kelsen mengenai the concept of the State Organ dalam bukunya GeneralTheory of Law and State. Hans Kelsen menguraikan bahwa “Whoever fulfills a functiondetermined by the legal order is an organ Siapa saja yang menjalankan suatu fungsi yangditentukan oleh suatu tata hukum (legal order) adalah suatu organ.Artinya, organ negara itu tidak selalu berbentuk organik. Di samping organ yang berbentuk organik, lebih luas lagi, setiap jabatan yang ditentukan oleh hukum dapat pula disebutorgan, asalkan fungsi-fungsinya itu bersifat menciptakan norma (normcreating) dan/atau bersifatmenjalankan norma (norm applying).
1
Jimly asshiddiqie
 
Lembaga negara dalam arti sempit sebagai badan atau organisasi yang menjalankanfungsi menciptakan hukum dan fungsi menerapkan hukum dalam kerangka struktur dan sistemkenegaraan atau pemerintahan. Dalam pengertian ini, lembaga negara mencakup badan-badan yangdibentuk berdasarkan konstitusi ataupun peraturan perundang-undangan lain dibawahnya yang berlaku di suatu negara.b Perubahan yang terjadi pada lembaga NegaraUndang – undang dibuat harus sesuai dengan keperluan dan harus sesuai perkembanganzaman, artinya aturan yang dibuat oleh para DPR kita sebelum di sahkan menjadi Undang-undang sebelumnya harus disosialisasikan dahulu dengan masyarakat, apakah tidak melanggar norma- norma adat atau melanggar hak – hak asasi manusia. Salah satu bukti bahwa Undang – Undang yang sudah tidak relevan lagi dengan kondisi zamanya adalah Undang-Undang dasar 
1
 
1945. Dengan mengalami empat kali perubahan yang masing – masing tujuanya tidak lain hanyauntuk bisa sesuai dengan kehendak rakyat dan bangsa kita, dalam arti bisa mewakili aspirasirakyat yang disesuaikan zamanya , dimana dalam amandemen yang ke 4 rakyat memegangkekuasaan yang paling tinggi, sangat berbeda dengan sebelum amandemen yang MPmerupakan wakil rakyat untuk mewujudkan aspirasinya yang salah satu tugasnya adalah dalammemilih Presiden dan Wakil Presiden, karena dianggap sebagai bentuk pemerintahan yangkorup.Adapun kelembagaan dan tugas kenegaraaan sesudah amandemen ke -4.Sebagai kelembagaan Negara, MPR RI tidak lagi diberikan sebutan sebagai lembagatertinggi Negara dan hanya sebagai lembaga Negara, seperti juga, seperti juga DPR, Presiden,BPK dan MA. Dalam pasal 1 ayat (2) yang telah mengalami perubahan perihal kedaulatandisebutkan bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undangdasar sehingga tampaklah bahwa MPR RI tidak lagi menjadi pelaku/pelaksana kedaulatan rakyat.Juga susunan MPR RI telah berubah keanggotaanya, yaitu terdiri atas anggota DPR dan DewanPerakilan Daerah (DPD), yang kesemuanya direkrut melalui pemilu.Susunan ketatanegaraan dalam kelembagaan Negara juga mengalami perubahan, dengan pemisahan kekuasaan, antara lain adanya lembaga Negara yang dihapus maupun lahir baru, yaitusebagai Badan legislative terdiri dari anggota MPR, DPR, DPD, Badan Eksekutif Presiden danwakil Presiden, sedang badan yudikatif terdiri atas kekuasaan kehakiman yaitu mahkamahkonstitusi (MK) sebagai lembaga baru, Mahkamah Agung (MA), dan Komisi Yudisial (KY) jugalembaga baru. Lembaga Negara lama yang dihapus adalah dewan Pertimbangan Agung (DPA),dan Badan pemeriksa keuangan tetap ada hanya diatur tersendiri diluar kesemuanya/dan sejajar.Tugas dan kewenangan MPR RI sesudah perubahan, menurut pasal 3 UUD 1945 (perubahanKetiga ).
Majelis Permusyawaran Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan UUD
Majelis Permusyawaran Rakyat melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden.
 
Majelis Permusyawaran Rakyat hanya dapat memberhentikan presiden dan/atau WakilPresiden dalam masa jabatannya menurut undang-undang dasar ( impeachment ).Undang-Undang Dasar merupakan hukum tertinggi dimana kedaulatan berada di tanganrakyat dan dijalankan sepenuhnya menurut UUD. UUD memberikan pembagian kekuasaan(separation of power) kepada 6 Lembaga Negara dengan kedudukan yang sama dan sejajar, yaituPresiden, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), DewanPerwakilan Daerah (DPD), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Mahkamah Agung (MA), danMahkamah Konstitusi (MK).A. MP
Lembaga tinggi negara sejajar kedudukannya dengan lembaga tinggi negara lainnyaseperti Presiden, DPR, DPD, MA, MK, BPK.
Menghilangkan supremasi kewenangannya.
Menghilangkan kewenangannya menetapkan GBHN.
Menghilangkan kewenangannya mengangkat Presiden (karena presiden dipilih secaralangsung melalui pemilu).
Tetap berwenang menetapkan dan mengubah UUD.
Susunan keanggotaanya berubah, yaitu terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyatdan angota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih secara langsung melalui pemilu.
B. DPR
Posisi dan kewenangannya diperkuat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->