Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jaringan Web Server

Jaringan Web Server

Ratings: (0)|Views: 146 |Likes:
Published by VhaCalista

More info:

Published by: VhaCalista on Nov 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2011

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Prakerin
Pelaksanaan pendidikan sistem ganda ini ddilakukan untukmempersiapkan tenaga di bidang teknologi dan kejuruan yang berjiwapancasila, beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan danteknologi dan mengetahui keterampilan sesuai dengan kebutuhanmasyarakat serta mau dan mampu membekali diri untuk dapat berfungsidan berkembang secara profesional. Tujuan tersebut tidak akan tercapaidengan maksimal apabila ilmu pengetahuan yang diperoleh dari sekolahmenengah kejuruan (SMK) tidak seiring dengan pesatnya perkembanganteknologi didunia industri.Melihat kenyataan tersebut sekolah menengah kejuruan (SMK)Taruna telah menerapkan kurikulum 1994 yang berorientasi pada bidangusaha guna mempersiapkan siswa memasuki dunia industri melaluikegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di perusahaan atau instansi laindalam bidang yang sesuai dengan jurusan masing-masing.
B. Tujuan
Secara global Prakerin bertujuan untuk meningkatkan pengetahuandan keterampilan siswa dibidang teknologi dan keterlibatan langsungdalam berbagai kegiatan diindustri atau perusahaan.Adapun tujuan dari pelaksanaan Prakerin bagi siswa/siswi adalah :1. Mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku sekolahdan dapat menambah pengetahuan baru dari pengalaman di lapangan2. Membiasakan diri dengan dunia kerja di perusahaan agar tidakcanggung jika memasuki dunia lapangan kerja nantinya3. Mengacu kepada upaya menyiapkan untuk menjadi tenaga kerja yanglebih sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional
 
 
2
C. Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata1. Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Tuntutan masyarakat dalam menyelesaikan krisis yangdihadapi oleh bangsa dan negara di tahun 1997/98 memacupemerintah dan penyelenggara negara lainnya untuk menyiapkansegenap perubahan yang perlu dalam rangka koreksi kelemahandan kesalahan masa lalu. Bidang kebudayaan dan bidang pariwisatatelah mengalami transformasi dan reformasi menuju kepada suatu sisternbaru yang diharapkan akan lebih handal dan berkelanjutan.Meskipun demikian, transformasi dan reformasi yang telahmenghasilkan berbagai perubahan tersebut masih belum mencapai hasilyang memuaskan. Bahkan berbagai langkah transformasi dan reformasiawal telah menghasilkan berbagai implikasi rumit yang harus dan terusmenuntut pemecahan masalah yang lebih sistematis dan konsisten.Permasalahan dan tantangan pembangunan bidang kebudayaan dankepariwisataan yang d hadapi dalam 5 (lima) tahun ke depan akanmenentukan agenda, sasaran serta program pembangunan yang jugaharus bersifat lintas kaitan dan lintas koordinasi.Proses globalisasi yang dimotori oleh kemajuan di bidang "
Triple T 
Tourism, Telecomunication 
, dan
Transportation 
telah mendorong berbagainegara mengembangkan ketahanan budaya agar dapat bertahan dariterpaan globalisasi serta mengembangkan pariwisata sebagai usahakemajuan ekonomi bangsanya. Upaya ini dilakukan berbagai negara, takterkecuali Indonesia terus berupaya mengembangkan kebudayaan danpariwisata sebagai salah satu andalan Pemerintah dalam memulihkan darikondisi krisis bangsa.Dalam kenyataan yang sesungguhnya pengembangan kebudayaanIndonesia menjadi terlantar disebabkan perhatian yang kurang terhadaparti penting kebudayaan. Padahal kebudayaan itu sangat penting sebagaialat perjuangan untuk mendapatkan pengakuan kesetaraan dalampergaulan antarbangsa yang sesungguhnya. Setiap "negara akan
 
 
3
berusaha tampil dengan kelengkapan budayanya sebagai jatidiri yangmembedakan dengan negara lainnya. Di samping itu, pembangunankebudayaan nasional didorong oleh kebutuhan akan media sosial yangdapat mempersatukan bangsa merupakan tenaga yang kuat dan menjadidasar kebanggaan suatu bangsa.Adapun persoalan dalam pengembangan kebudayaan saat iniadalah bagaimana membangun karakter bangsa (
nation and character building 
), serta bagaimana setiap warganegara diberi akses untuk salingmengenal kebudayaan yang berbeda agar dapat hidup berdampingansecara damai sebagaimana yang diamanatkan oleh para pendiri bangsa(
the founding fathers 
) dalam mukadimah Undang-Undang Dasar 1945.Otonomi daerah yang ditandai dengan lahirnya Undang-UndangNomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antaraPernerintah Ptisat dan Daerah, sebagaimana telah diubah denganUndang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerahdan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang PerimbanganKeuangan antara Pernerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah telahmembawa implikasi yang nyata terhadap perubahan pola hubungan Pusatdan Daerah. Sebagai konsekuensi logis dari hadirnya Undang-Undangtersebut, daerah memiliki. Kebebasan yang luas untuk mengatur danmengurus rumah tangganya sendiri. Setiap Pemerintah Daerah Otonomdituntut untuk dapat mengembangkan dan mengoptimalkan semuapotensi daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuaidengan kewenangan yang dimilikinya. Bertitik tolak dari hal tersebutPemerintah Provinsi Riau telah menetapkan program prioritaspembangunan daerah yang akan dijadikan dasar dan acuan programpembangunan oleh berbagai instansi yaitu program pengentasankemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan infrastruktur atau febih dikenaldengan Program K21.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->