Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
14Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penerapan metode pembelajaran

Penerapan metode pembelajaran

Ratings: (0)|Views: 3,150|Likes:
Published by Dedi Mukhlas

More info:

Published by: Dedi Mukhlas on Nov 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/30/2013

pdf

text

original

 
Authorized by:
www.forumpenelitian.blogspot.com 
1
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masalah
Memasuki abad ke-21, keadaan SDM Indonesia sangat tidak kompetitif.Menurut catatan Human Development Report tahun 2003 versi UNDP, peringkatHDI (Human Development Index) atau kualitas sumber daya manusia Indonesiaberada di urutan 112 jauh di bawah Filipina (85), Thailand (74), Malaysia (58),Brunei Darussalam (31), dan Singapura (28). Sementara itu, Third Matemathicsand Science Study (TIMSS), lembaga yang mengukur hasil pendidikan di dunia,melaporkan bahwa kemampuan matematika siswa SMP kita berada di urutan ke-34 dari 38 negara, sedangkan kemampuan IPA berada di urutan ke-32 dari 38negara (Nurhadi, dkk. 2004). Sementara itu organisasi
 International Educational Achievement 
(IEA) melaporkan bahwa kemampuan sains siswa SLTP diIndonesia hanya berada pada urutan ke-40 dari 42 negara (dalam Zamroni, 2001).Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan sains siswa SMP di Indonesia masih jauh dibawah rata-rata kemampuan sains negara lain di dunia. Oleh karena itu,diperlukan usaha serius untuk memperbaiki sistem maupun proses pendidikandalam rangka membenahi proses dan hasil belajar sains siswa.Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan ketidakberhasilan siswadalam mencapai hasil belajar (kompetensi) pada mata pelajaran sains sesuaidengan yang ditargetkan. Faktor-faktor tersebut antara lain tersedianya sarana-prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar, kemampuan profesional gurusebagai ujung tombak terhadap pembelajaran dikelas. Guru yang merupakanbagian dari
instrumental input 
mempunyai peran yang sangat strategis dalam
 
Authorized by:
www.forumpenelitian.blogspot.com 
2proses pembelajaran. Sebagai pengelola pembelajaran, guru harus mampumengorganisir dan menggali potensi-potensi dalam pembelajaran, baik potensi
raw input, instrumental input,
maupun potensi
enviromental input 
agar terjadiinteraksi yang optimal, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas prosesdan hasil belajar.Faktor lain penyebab rendahnya kemampuan sains adalah Siswa. Siswaseharusnya diberdayakan agar mau dan mampu berbuat untuk memperkayapengalaman belajarnya dengan cara meningkatkan interaksi denganlingkungannya baik lingkungan fisik, sosial maupun budaya, sehingga mampumembangun pemahaman dan pengetahuannya terhadap dunia di sekitarnya. Darihasil interaksi dengan lingkungannya diharapkan siswa dapat membangunpengetahuan dan kepercayaan diri sekaligus membangun jati diri. Kesempatanberinteraksi dengan lingkungan baik individu maupun sosial yang beragam akanmembentuk kepribadian yang dapat dipakai untuk memahami kemajemukan danmelahirkan sikap-sikap positif dan toleransi terhadap keanekaragaman danperbedaan tiap individu.Siswa sebagai
raw input 
dengan berbagai karakteristiknyamerupakan titik sentral dalam proses pembelajaran, karena siswalah yangmengalami proses pembelajaran, dan para siswa pulalah yang seharusnya palingbertanggung jawab atas pembelajaran dirinya (Sadia, 2004).Selama ini proses pembelajaran sains masih bersifat mekanistik ( cendrungteoretis,
teacher centered, transferring
). Dalam proses pembelajaran, jarang gurumengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan jarangmendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya
 
Authorized by:
www.forumpenelitian.blogspot.com 
3dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kaitannya denganmasalah-masalah yang disajikan dalam pembelajaran sains, selama ini cendrungberorientasi pada masalah-masalah akademis yang sifatnya tertutup, jarangdikaitkan dengan konteknya. Demikian juga dalam kegiatan pembelajaran yangdirancang guru, belum menekankan pada keterampilan siswa untuk berargumentasi menggunakan penalaran sehingga siswa belum mampumengungkapkan gagasan/ide-ide nya, baik secara lisan maupun tertulis. Dengantidak terlatihnya siswa untuk mengungkapkan gagasan maupun idenya,mengakibatkan tidak berkembangnya gagasan-gagasan yang dimiliki siswa. Halini tentunya akan berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam menuliskarya ilmiah.Pembelajaran yang cendrung teoretis, hanya sekedar mentransfer ilmupengetahuan kepada siswa, dan masih berpusat pada guru, juga menyebabkantidak diperolehnya pengalaman untuk memahami konsep secara utuh oleh siswa.Akibatnya dalam melakukan akomodasi dengan konsep-konsep yang bersifatkonkret, siswa belum mampu memformulasikannya. Padahal, menurut Barizi(2003), kemampuan memformulasikan konsep merupakan kemampuan berpikirformal. Ini menunjukkan bahwa dengan proses pembelajaran yang bersifatmekanistis berdampak pada rendahnya penalaran formal siswa. Secara empirisdari hasil penelitian Puji Astuti (2003) menyimpulkan bahwa pembelajarandengan
expository
belum memberikan dampak positip terhadap kemampuananalisis dan sintesis siswa.Sejalan dengan hal di atas, hasil studi di sejumlah SLTP di Indonesiamenunjukkan bahwa pola pembelajaran di bidang sains berjalan sangat teoretis,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->