3 VotesSekurang-kurangnya ada empat alasan yang melatarbelakangi perlunyamanusia terhadap Agama. Keempat alasan tersebut secara singkat dapatdikemukakan sebagai berikut:
1.
Latar Belakang Fitrah Manusia
Kenyataan bahwa manusia memiliki fitrah keagamaan tersebut buat pertama kaliditergaskan dalam ajaran Islam. Yakni bahwa agama adalah kebutuhan fitrahmanusia sebelumnya. Manusia belum mengenal kenyataaan ini. Baru masa ini,muncul beberapa orang yang menyerukan dan mempopulerkannya dalamkeagamaan yang ada dalam diri manusia inilah yang melatarbelakangnya perlunya manusia pada agama.oleh karenanya ketika datang wahyu tuhan yangmenyeru manusia agar beragama, maka seruan tersebut memang pukulan denganfitrahnya itu, dalam konteks ini minsalnya membacakan yang berbunyi.
ﻓﺄﻗﻢﻭﺠﻬﻚﻠﻠﺪﻳﻦﺣﻧﻳﺎﻓﻄﺭﺓﺍﻟﻟﻪﺍﻟﺗﻰﻓﻄﺮﺍﻟﻧﺎﺲﻋﻠﻳﻬﺎ
Artinya :
“Hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplahatas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia sesuai dngan fitrah itu”.(QS.Al-Rum : 30).
Adanya potensi fitarah agama yang terdapat pada manusia tersebut dafat puadianalisis melalui istilah
Ihsan
yang digunakan Al-Qur’an untuk menunjukanmanusia. Mengacu kepada informasi yang diberikan Al-Qur’an, Musa Asy’arisampai pada suatu kesimpulan, bahwa manusia
Ihsan
adalah manusia yangmenerima pelajaran dari tuhan tentang apa yang tidak diketahuinya.Melalui uraian tersebut diatas dapat kita simpilkan bahwa latar belakang perlunya manusia pada agama adalah karena dalam diri manusia sudah terdapat potensi untuk beragama. Potensi beragama ini memerlukan pembinaan, pengarahan, dan seterusnya dengan mengenal agama kepadanya.
2.
Kelemahn Dan Kekurangan Manusia.
Faktor lain yang melatarbelakangi manusia memerlukan agama adalah karenadisamping manusia memiliki berbagi kesempurnaan juga memiliki kekurangan.Hal ini antara lain digunakan oleh kata
Al-Nafs
menurut Quraish Shihab. Bahwadalam pandangan Al-Qur’an
Nafs
diciptakan Allah dalam keadaan sempurnayang berfungsi menampung serta mendorong manusia berbuat kebaikan dankeburukan, dan karena itu sisi dalam manusia inilah yang oleh Al-Qur’andianjurkan untuk diberi perhatia lebih besar. Kita minsalnya membacakan ayatyang berbunyi.
ﻓﻬﻣﻬﺎ ﻓﺠﻮﺮﻫﺎﻮﺗﻗﻭﻫﺎ ﻮﻧﻓﺲ ﻮﻣﺎﺴﻭﻫﺎ
Artinya :
“Demi nafs serta demi penyempurna ciptaan, Allah mengilhamkankepadanya kefasikan dan ketaqwaan”.(QS.Al-Syams : 78)
Dalam literatur teologi Islam kita jumpai pandangan kaum mu’tazilah yangrasionalis, karena banyak mendahulukan pendapat akal dalam memperkuat