Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SOSIOLOGI

SOSIOLOGI

Ratings: (0)|Views: 437|Likes:
Published by zainululum

More info:

Published by: zainululum on Nov 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/04/2011

pdf

text

original

 
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Pelajaran:SosiologiGURU PEMBIMBING:
Bpk. Abdus Suud S.hi
Oleh:
Muhammad Zainul Ulum
Kelas: Xl
is
Madrasah Aliyah Wahid Hayim BangsriTahun Pelajaran 2010/2011
 
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAMPLURALISME BANGSA
A.Pendahuluan
Multikulturalisme secara sederhana dapat dikatakanpengakuan atas pluralisme budaya. Pluralisme budaya bukanlahsuatu yang “given” tetapi merupakan suatu proses internalisasinilai-nilai di dalam suatu komunitas. Tidak mengherankanapabila tokoh politik demokrasi dan pendidikan demokrasi, JohnDewey, telah melahirkan karya besarnya mengenai hubunganantara demokrasi dan pendidikan (Tilaar, 2004: 1790).Dalam pandangan Dewey dikaitkan antara prosesdemokrasi dan proses pendidikan. Demokrasi bukan hanyamasalah procedural ataubentuk pemerintahan tetapi merupakansuatu
way of life
. Sebagai
way of life
dari suatu komunitas, makahal tersebut tidak mungkin dicapai tanpa proses pendidikan.Proses pendidikan itu sendiri haruslah merupakan suatu prosesdemokrasi. Inilah jalan pikiran John Dewey dalam memeliharadan mengembangkan suatu masyarakat demokrasi. Membangunsuatu masyarakat demokrasi yang multikultural tentunyameminta sistem pendidikan nasional yang dapat membangunmasarakat yang demikian. Artinya sistem pendidikan nasionalharus mengacu dan menerapkan proses untuk mewujudkantujuan tersebut. Di Indonesia dewasa ini telah cukup banyakupaya yang telah dirumuskan dan dicobakan untuk mewujudkancita-cita tersebut. Perwujudannya telah didukung olehpengakuan terhadap eksistensi masyarakat dan bangsaIndonesia yang pluralis serta pengakuan terhadap otonomidaerah, merupakan pengalaman baru yang perlu dicermati dandisempurnakan secara terus menerus. Membangun masyarakat
 
yang demokratis bagi Indonesia merupakan suatu tugas yangtidak ringan. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat pluralisdan multikultural.Indonesia terkenal dengan pluralitas suku bangsa yangmendiami kepulauan nusantara. Di dalam penelitian etnologismisalnya, diketahui bahwa Indonesia terdiri atas kurang lebih600 suku bangsa dengan identitasnya masing-masing sertakebudayaannya yang berbeda-beda. Selain dari kehidupan suku-suku tersebut yang terkonsentrasi pada daerah-daerah tertentu,terjadi pula konsentrasi suku-suku di tempat lain karena migrasiatau karena mobilisasi penduduk yang cepat. Melalui sensus2000 tercatat 101 suku bangsa di Indonesia dengan jumlah totalpenduduk 201.092.238 jiwa sebagai warga Negara (Suryadinatacs, 2003: 102). Kepulauan nusantara merupakan ajangpertemuan dari agama-agama besar di dunia. Penyebaranagama-agama besar tersebut tidak terlepas dari letak geografiskepulauan nusantara di dalam perdagangan dunia sejak abadpermulaan. Tidak mengherankan apabila pengaruh-pengaruhpenyebaran agama Hindu, Budha, Islam, Katolik, Kristen, sertaagama-agama lainnya terdapat di Kepulauan Nusantara. Setiapsub etnis di Indonesia mempunyai kebudayaan sendiri.Kebudayaan berjenis-jenis etnis tersebut bukan hanya diperliharadan berkembang di dalam teritori dimana terjadi konsentrasietnis tersebut tetapi juga telah menyebar di seluruh Nusantara.
B. Pluralisme dan Multikulturalisme
Pluralisme bangsa adalah pandangan yang mengakuiadanya keragaman di dalam suatu bangsa, seperti yang ada diIndonesia. Istilah plural mengandung arti berjenisjenis, tetapipluralisme bukan berarti sekedar pangakuan terhadap hal

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->