Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
psikopatologi

psikopatologi

Ratings: (0)|Views: 799|Likes:
Published by Sufi Yani Yacob

More info:

Published by: Sufi Yani Yacob on Nov 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/03/2013

pdf

text

original

 
TANDA & GEJALA KLINIS PSIKIATRIK
Surjo & Vita
PENDAHULUAN
Dalam praktik klinik seorang dokter akan berhadapan dengan pasien yang membutuhkanpertolongannya. Pasien adalah sosok manusia yang sedang sakit, membawa keunikan pribadi,dan menampilkan perilaku sakit yang berbeda­beda. Dokter yang baik seyogyanya mampu danterampil mengenali tidak hanya fenomena kelainan fisik belaka melainkan juga fenomenakejiwaan, karena dengan demikian dokter mendapatkan pemahaman holistik dari pasiennya. Babini akan menguraikan fenomena kejiwaan, khususnya tanda dan gejala klinis psikiatrik yangbanyak dijumpai dalam praktik sehari­hari.Lingkup bahasan pada bab ini meliputi:
­
Kesadaran dan kognisi
­
Alam perasaan / emosi
­
Perilaku motorik / konasi
­
Alam pikiran
­
Persepsi / penginderaan
­
Pembicaraan dan kemampuan berbahasa
­
Tilikan dan daya nilai sosial
KESADARAN & KOGNISI
A. Kesadaran/SensoriumKesadaran atau sensorium adalah suatu kondisi kesigapan mental individu dalam menanggapirangsang dari luar maupun dari dalam. Gangguan kesadaran seringkali merupakan pertandakerusakan organik pada otak. Terdapat berbagai tingkatan kesadaran, yaitu:1. Kompos mentis: adalah suatu derajat optimal dari kesigapan mental individu dalammenanggapi rangsang dari luar maupun dari dalam dirinya. Individu mampu memahami apayang terjadi pada diri dan lingkungannya serta bereaksi secara memadai.2. Apatia: adalah suatu derajat penurunan kesadaran, yakni individu berespons lambatterhadap stimulus dari luar. Orang dengan kesadaran apatis tampak tak acuh terhadapsituasi disekitarnya.3. Somnolensi: adalah suatu keadaan kesadaran menurun yang cenderung tidur. Orangdengan kesadaran somnolen tampak selalu mengantuk dan bereaksi lambat terhadapstimulus dari luar.4. Sopor: adalah derajat penurunan kesadaran berat. Orang dengan kesadaran sopor nyaristidak berespons terhadap stimulus dari luar, atau hanya memberikan respons minimalterhadap perangsangan kuat.5. Koma: adalah derajat kesadaran paling berat. Individu dalam keadaan koma tidak dapatbereaksi terhadap rangsang dari luar, meskipun sekuat apapun perangsangan diberikanpadanya.
 
6. Kesadaran berkabut: suatu perubahan kualitas kesadaran yakni individu tidak mampuberpikir jernih dan berespons secara memadai terhadap situasi di sekitarnya. Seringkaliindividu tampak bingung, sulit memusatkan perhatian dan mengalmi disorientasi.7. Delirium: suatu perubahan kualitas kesadaran yang disertai gangguan fungsi kognitif yangluas. Perilaku orang yang dalam keadaan delirium dapat sangat berfluktuasi, yaitu suatu saatterlihat gaduh gelisah lain waktu nampak apatis. Keadaan delirium sering disertai gangguanpersepsi berupa halusinasi atau ilusi. Biasanya orang dengan delirium akan sulit untukmemusatkan, mempertahankan dan mengalihkan perhatian ( 3 P terganggu)8. Kesadaran seperti mimpi (Dream like state): adalah gangguan kualitas kesadaran yangterjadi pada serangan epilepsi psikomotor. Individu dalam keadaan ini tidak menyadari apayang dilakukannya meskipun tampak seperti melakukan aktivitas normal. Perlu dibedakandengan tidur berjalan (sleep walking) yang akan tersadar bila diberikan perangsangan(dibangunkan), sementara pada dream like state penderita tidak bereaksi terhadapperangsangan.9. Twilight state: keadaan perubahan kualitas kesadaran yang disertai halusinasi. Seringkaliterjadi pada gangguan kesadaran oleh sebab gangguan otak organik. Penderita sepertiberada dalam keadaan separuh sadar, respons terhadap lingkungan terbatas, perilakunyaimpulsif, emosinya labil dan tak terduga.B. Kognisi:Adalah kemampuan untuk mengenal/mengetahui mengenai benda atau keadaan atau situasi,yang dikaitkan dengan pengalaman pembelajaran dan kapasitas intelejensi seseorang.Termasuk dalam fungsi kognisi adalah; memori/daya ingat, konsentrasi/perhatian, orientasi,kemampuan berbahasa, berhitung, visuospatial, fungsi eksekutif, abstraksi dan taraf intelejensi.C. Perhatian/konsentrasi:Adalah usaha untuk mengarahkan aktivitas mental pada pengalaman tertentu. Gangguanperhatian meliputi ketidakmampuan memusatkan perhatian, mempertahankan perhatian ataupunmengalihkan perhatian. Pada gangguan kesadaran khususnya pada delirium ketiga ranahperhatian tersebut terganggu. Terdapat beberapa jenih gangguan perhatian/konsentrasi, yaitu:1. Distraktibilitas: adalah ketidak mampuan individu untuk memusatkan dan mempertahankanperhatian. Konsentrasinya sangat mudah teralih oleh berbagai stimulus yang terjadidisekitarnya. Lazim ditemui pada gangguan cemas akut dan keadaan maniakal.2. Inatensi selektif: adalah ketidakmampuan memusatkan perhatian pada obyek atau situasitertentu, biasanya situasi yang membangkitkan kecemasan. Misalnya seorang dengan fobiasimplek tidak mampu memusatkan perhatian pada obyek atau situasi yang memicu fobianya.3. Kewaspadaan berlebih (hypervigilance): adalah pemusatan perhatian yang berlebihanterhadap stimulus eksternal dan internal sehingga penderita tampak sangat tegang.D. Orientasi:Adalah kemampuan individu untuk mengenali obyek atau situasi sebagaimana adanya.Dibedakan atas orientasi personal/orang, yaitu kemampuan untuk mengenali orang orang yangsudah dikenalnya. Orientasi ruang/spatial, yaitu kemampuan individu untuk mengenali tempatdimana ia berada. Orientasi waktu, yaitu kemampuan individu untuk mengenali secara tepatwaktu dimana individu berada. Sesuai dengan ranah yang terganggu maka dibedakan gangguan
 
orientasi orang, tempat dan waktu. Gangguan orientasi sering terjadi pada kerusakan organik diotak.E. Memori/ Daya ingat:Adalah proses penngelolaan informasi, meliputi perekaman – penyimpanan – dan pemanggilankembali. Terdapat beberapa jenis gangguan memori/daya ingat, yaitu:1. Amnesia: adalah ketidakmampuan untuk mengingat sebagian atau seluruh pengalamanmasa lalu. Amnesia dapat disebabkan oleh gangguan organik di otak, misalnya; padakontusio serebri. Namun dapat juga disebabkan faktor psikologik misalnya pada gangguanstres pasca trauma individu dapat kehilangan memori dari peristiwa yang sangat traumatis.Berdasarkan waktu kejadian, amnesia dibedakan menjadi:a. Amnesia anterograd, yaitu apabila hilangnya memori terhadap pengalaman/informasisetelah titik waktu kejadian. Misalnya; seorang pengendara motor yang mengalamikecelakaan, tidak mampu mengingat peristiwa peristiwa yang terjadi setelah kecelakaan.b. Amnesia retrograd, yaitu hilangnya memori terhadap pengalaman/informasi sebelum titikwaktu kejadian. Misalnya, seorang gadis yang terjatuh dari atap dan mengalami traumakepala, tidak mampu mengingat berbagai peristiwa yang terjadi sebelum kecelakaantersebut.2. Paramnesia: Sering disebut sebagai ingatan palsu, yakni terjadinya distorsi ingatan dariinformasi/pengalaman yang sesungguhnya. Dapat disebabkan oleh faktor organik di otakmisalnya pada demensia. Namun dapat juga disebabkan oleh faktor psikologik misalnyapada gangguan disosiasi. Beberapa jenis paramnesia, antara lain:a. Konfabulasi: adalah ingatan palsu yang muncul untuk mengisi kekosongan memori. Biasaterjadi pada orang dengan demensia.b. Deja Vu: adalah suatu ingatan palsu terhadap pengalaman baru. Individu merasa sangatmengenali suatu situasi baru yang sesungguhnya belum pernah dikenalnya.c. Jamais Vu: adalah kebalikan dari Deja Vu, yaitu merasa asing terhadap situasi yang justrupernah dialaminya.d. Hiperamnesia: adalah ingatan yang mendalam dan berlebihan terhadap suatu pengalamane. Screen memory: adalah secara sadar menutupi ingatan akan pengalaman yangmenyakitkan atau traumatis dengan ingatan yang lebih dapat ditoleransif. Letologika: adalah ketidakmampuan yang bersifat sementara dalam menemukan kata katayang tepat untuk mendeskripsikan pengalamannya. Lazim terjadi pada proses penuaanatau pada stadium awal dari demensi.Berdasarkan rentang waktu individu kehilangan daya ingatnya, dibedakan menjadi:1. Memori segera (
immidiate memory 
): adalah kemampuan mengingat peristiwa yang baru sajaterjadi, yakni rentang waktu beberapa detik sampai beberapa menit2. Memori baru (
recent memory 
): adalah ingatan terhadap pengalaman/informasi yang terjadidalam beberapa hari terakhir3. Memori jangka menengah (
recent past 
 
memory 
): adalah ingatan terhadap peristiwa yangterjadi selama beberapa bulan yang lalu.4. Memori jangka panjang: adalah ingatan terhadap peristiwa yang sudah lama terjadi(bertahun tahun yang lalu)
EMOSI
Emosi adalah suasana perasaan yang dihayati secara sadar , bersifat kompleks, melibatkanpikiran, persepsi dan perilaku individu. Secara deskriptif fenomenologis emosi dibedakan antaramood dan afek.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->