UTAMA
SABTU
5 NOVEMBER
2011
2
Banjir Pessel Bencana Provinsi
Masalah Pasar Tuntas, Wako Sujud Syukur
Jalan ke Bengkulu PulihSenin, Truk Dilarang Lewat
Pessel, Padek
—Wakil Gu- bernur Sumbar Muslim Kasimmenyatakan banjir bandang yang menerjang delapan keca-matan di Pesisir Selatan (Pessel)sebagai bencana provinsi. Hal ituditetapkannya, ketika mengun- jungi daerah terdampak banjirterparah di Pasir Putih, Kam- bang, Lengayang. Status ituditetapkan setelah melihat be-gitu besar dan luas dampak yangditimbulkan dari banjir bandangdi Pessel.Hampir separuh wilayahterendam dan mengalami keru-gian hampir mencapai Rp100miliar (bukan Rp650 miliarseperti diperkirakan sebelum-nya). Dengan status itu, makaprovinsi akan dominan mena-ngani tanggap darurat hingga re-konstruksi di Pessel.”Melihat dampaknya yangtergolong besar, bencana iniditetapkan sebagai bencanaprovinsi. Sehingga dalam hal re-konstruksi menjadi tanggung jawab provinsi, dibantu kabu-paten,” ungkapnya didampingiBupati Pessel Nasrul Abit, kema-rin.Di samping penangananmasyakat korban banjir, halcepat yang perlu dilakukan, katamantan Bupati Padangparia-man itu, adalah perbaikan sa-rana transprotasi jalan yang pu-tus 700 meter di Pasir PutihKambang. Pasalnya, jalan itusarana vital arus orang dan barang dari tiga provinsi yakniSumbar, Jambi dan Bengkulu.”Agar akses masyarakat bisa
Padang, Padek
—Benangkusut permasalahan PasarRaya Padang akhirnya bisadiselesaikan dengan baik,setelah Pemko bertemu de-ngan perwakilan pedagang diRumah Makan Suaso, Jumat(4/11) malam. Dalam per-temuan yang dihadiri WaliKota Padang Fauzi Bahar,perwakilan pedagang, PBHI,Ketua DPD Golkar Padang, Wahyu Iramana Putra itu,disepakati bebe-rapa butir kesepa-katan.Usai penanda-tanganan kesepa-katan itu, FauziBahar dan WahyuIraman Putraspontan melaku-kan sujud syukur.Beberapa butir ke-sepakatan itu, kataSamaratul Fuaddari PBHI Sumbarantara lain, mene-gaskan pada prin-sipnya apa yangmenjadi keinginan PemkoPadang untuk membangunpasar terpenuhi, tanpa mem- bebani pedagang.Kedua, saat proses pem- bangunan berjalan, juga tidak memberatkan pedagang, danpedagang pun bisa menik-mati pembangunan itu. Ke-tiga, saat bersamaan akan ada juga keuntungan yang dipe-roleh masyarakat banyak.”Jadi, tidak membeban-Pria kelahiran Bali, 3 No- vember 1935, tersebut lantasmenyeruput jus jeruk dan me-mulai ceritanya. Pada 8 Ja-nuari 1955, dia bersama dua te-mannya, Sudjono dan Rudolf Lawalata, menghadap Soekar-no dan memohon restu untuk melakukan perjalanan kelilingdunia.Mereka saat itu dibekalisatu kamera, tiga ransel, danenam potong baju batik olehpresiden pertama RI tersebut.Tak tertinggal, sebuah nasihattertulis yang berbunyi: AnakkuRudolf Lawalata, Sujono Djo-no, Abdullah Balbed, bawalahdirimu mengelilingi dunia, tapitunjukkanlah jiwamu tetapkepada Tuhan dan Indonesia.“Kami berangkat dari Ba-tam, lalu ke Singapura, Thai-land, Burma, India, Pakistan,”ungkapnya mengenang de-
Pamit ke Bung Karno, Uang Saku hanya Rp 50
Sambungan dari hal. 1
Kontribusi ke Daerah Capai Rp 1 Triliun
Sambungan dari hal. 1
Kelima ekor kambing ituekor merupakan sumbanganForum Komunikasi KaryawanPT SP (FKIKSP).”Penyerahan sapi kurbanini merupakan salah satu agen-da rutin tahunan PT SemenPadang. Selain bentuk kepe-dulian Semen Padang terha-dap masyarakat sekitar lingku-ngan (CSR/
Corporate SocialResponsibility
), juga upayamelaksanakan syiar agama Is-lam di lingkungan perusaha-an,” kata Dirut PT Semen Pa-dang Munadi Arifin pada aca-ra penyerahan sapi, di Lapa-ngan Cubadak, Jumat (4/11).Kesempatan ini dihadiriCamat Lubukkilangan Andre Algamar, Camat Pauh, KetuaKAN Lubukkilangan, KetuaKAN Pauh, dan para pengurusmasjid/mushala. Dari SemenPadang, terlihat hadir DirekturLitbang dan Operasi AgusBoing Nurbiantoro, DirekturProduksi Toto Sudibyo, Sekre-taris Perusahaan Firdaus, danKabiro Humas Daconi.Sapi kurban itu diserahkankepada pengurus masjid/mu-shala secara langsung atau me-lalui camat/lurah untuk di-sembelih sesuai jadwal yangtelah ditetapkan masing-ma-sing masjid/mushala. Selainmendistribusikan ke lingku-ngan sekitar pabrik, menurutMunadi, sebagian juga didis-tribusikan ke kawasan miskindi Kepulauan Mentawai, danperwakilan Dumai dan Ja-karta. PT SP memahami belumsemua masjid/mushala sekitarperusahaan mendapat ban-tuan hewan kurban.Ketua KAN LubukkilanganBasri Dt Rajo Usali mengucap-kan terima kasih atas kepedu-lian PT SP terhadap lingku-ngannya. Baik berupa bantuansapi kurban setiap tahunnya,dan juga bantuan CSR kepadamasyarakat lingkungan. Dia berharap pengurus masjid/mushala penerima bantuansapi kurban dari PT SemenPadang agar mendistribusikandagingnya untuk masyarakat yang berhak menerima.Dari 43 ekor sapi kurban bantuan PT SP, sebanyak 21ekor didistribusikan ke Lubuk-kilangan, masing-masing Kan-tor KAN Luki, Masjid Ubudi- yah Tepi Air, Masjid Al-Ittiha-ad, Masjid An Nur Syukur,Masjid Al Jihad Perumnas II,Mushala Nurul Hidayah Kapa-lokoto, Masjid Nurul HidayahNgalau.Lalu, Masjid Nurul Iman,Masjid Ilmul Yaqin Blok B,Mushala Tanwir, Mushala Al-Jihad, Masjid Jami’ Padang- besi, Masjid Darussalam, Mu-shala Ta’aruf Bandar Buat,Masjid Baiturrahim, MushalaTaqwa Gurunkudu, MasjidNurul WujudMushalla NurulMuslimin, Mushala Al IkhlasRT 03 RW II, dan Mushala Ambiya, Kayutanam.Sembilan ekor sapi lainnyauntuk Kecamatan Pauh, ma-sing-masing Kantor KAN Pauh V, Masjid Ikhlas Batubusuk,Mushala Jabal Nur Ubi Batu- busuk, Mushala Nurul IkhwahPiai Tangah, Kantor KAN Li-maumanih, Masjid Raya Li-maumanih, Masjid Nurul Is-lam Kotobaru, Mushala Fasta-fiqul Khairat, dan Mushala Hij-rah Kotopanjang.Satu ekor sapi diserahkanke Masjid Jabaltur Bukitputus,dua ekor untuk Masjid di Gu-nungsarik, masing-masingMasjid Taqwa Kampung Tan- jung dan Masjid Al Hidayah.Satu ekor sapi untuk MasjidRaya Teluk Bayur, dan tigaekor untuk masyarakat Men-tawi yang diserahkan melaluiDDI. Selanjutnya, satu ekoruntuk Mushala Mustaqim Ka-lumpang Bandar Buat, Mu-shala Hidayah Lubuklintah,Mushala Al Ikhlas Korongga-dang, Kuranji, Mushala Uswa-tun Hasanah Sikayan Bansek Batu Gadang, satu ekor untuk perwakilan Dumai, dan satuekor untuk perwakilan SemenPadang di Jakarta.Munadi menyebutkan, da-na CSR selama 2010 diberikan berbentuk dana Program Ke-mitraan (PK) sebesar Rp 9,3miliar, dana Bina Lingkungan(BL) Rp 7,3 miliar, dan CSR Non PKBL sebesar Rp 6,1miliar, sehingga jumlahnyamencapai Rp 22,7 miliar. Ditahun yang sama, PT SP jugamematuhi ketentuan pemba- yaran pajak, retribusi, devidensebesar Rp 919, 794 miliar.”Jadi, total kepedulian yangkami realisasikan pada masya-rakat dan juga daerah, menca-pai Rp 1 triliun lebih,” sebutMunadi
BENCANA PROVINSI:
Warga mulai mengumpulkan puing bangunan rumah mereka yang hancur diterjang banjir bandang. (Kanan) Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim bersama rombongan DPRD Sumbar dan Bupati Pessel Nasrul Abit kemarinmengunjungi Pasir Putih, Pessel, daerah terparah terkena dampak bencana banjir bandang.
ngan detail setiap negara yangdisinggahi. Lalu, Afghanistan,Irak, Iran, Arab Saudi, Sudan,dan Mesir. “Dari Mesir, kaminaik kapal laut ke Yunani,”ceritanya.Balbed singgah di Yugosla- via, Austria, Italia, Swisss,Jerman, Belgia, Belanda, Swe-dia, sampai Norwegia. “DariNorwegia, kami menumpangkapal dan bekerja sebagai buruh cuci piring sampai New York,” katanya.Selama perjalanan menge-lilingi dunia, Balbed dan duatemannya benar-benar meng-gelandang. “Modal kami cumauang Rp 50 karena saat itu tak bisa membawa banyak matauang asing. Di tiap negara, ka-mi lakukan apa saja untuk ma-kan. Misalnya, main ukulele,menari, menyanyi,” ujarnya.Balbed juga mengunjungikantor redaksi surat kabar se-tempat. “Kami ceritakan pe-ngalaman kami. Biasanya, me-reka memberikan uang sakusetelah wawancara. Zaman itu,surat kabar benar-benar me-nghargai narasumbernya,” te-gasnya.Selama berkeliling itu, soalmedan, jangan ditanya lagi.“Kami menembus hutan Thai-land yang masih perawan danpernah diserang harimau,” ka-tanya. Lalu, di Burma (Myan-mar), mereka menyamar seba-gai anggota Suku Karen agar bisa lolos menembus negara junta itu.Di Timur Tengah, mereka juga berjalan kaki menembuspadang pasir yang ganas. “Mo-dalnya hanya ini, kalau adaunta lewat, kami goyangkansaja minta tumpangan,” ujarBalbed sembari mengacung-kan jempol tangan kanannya.Soal bahasa, mereka juga bermodal bahasa Inggris apaadanya dan bahasa isyarat.Mereka juga meminta tolongsetiap singgah di kantor per- wakilan Indonesia untuk me-nuliskan beberapa kata yangakan dipakai di negara tujuan berikutnya. “Yang rumit waktudi India. Sebab, hampir setiapprovinsi punya bahasa sendiri. Ada logat Bengali, Punjab, danGujarat,” jelasnya.Mereka tiba di New York pada Agustus 1956. “Saya agak lupa tanggalnya. Tapi, itu jelas bulan kemerdekaan, ya Agus-tus,” ujarnya.Dari New York, Balbeddengan menggunakan sepedapancal berusaha pergi ke SanFrancisco. “Tujuan saya sebe-narnya tidak
stay
di AmerikaSerikat, tapi terus berputarmengelilingi dunia,” katanya.Namun, pada 1956, kapal-kapal dagang asing yang sing-gah di San Francisco tak bisasembarangan merekrut orang.Itu terjadi karena isu undang-undang perburuhan sedangmarak di AS. “Karena itu, saya berusaha pergi ke Washington, juga dengan sepeda, untuk minta bantuan KBRI,” ung-kapnya.Saat pesta resepsi ulangtahun ke-11 kemerdekaan pada17 Agustus 1956 hampir sele-sai, Balbed yang telanjang kakimasuk ke gerbang dan minta bertemu duta besar yang wak-tu itu dijabat Moekerto Noto- widigdo. “Saya disambut sa-ngat baik, bahkan diajak beli baju baru,” ungkapnya.Moekerto lantas menawa-rinya menjadi pegawai KBRI.Tawaran itu langsung diterimaBalbed. “Saya baru benar- benar pensiun pada 2006 ka-rena memang ada peraturanpemerintah tidak bisa diper-panjang kontraknya,” ucapnya.Balbed merasa nyaman di Amerika Serikat setelah mene-mukan jodohnya, seorang war-ga AS asal Swedia bernamaBrigitta. “Kami punya empatanak, Fahrizal, Jamal, Mayla,dan Salim,” katanya.Dia menamai mereka de-ngan bahasa Arab. “Sebab,leluhur saya, kakek dan ayahsaya, dari Yaman, dari Hadra-maut tepatnya,” ujarnya.Namun, perkawinan ituhanya bertahan 13 tahun. Bal- bed lalu menikah lagi denganSudasetiti. “Dia adik Sdaroto,pianis lagu Garuda Pancasila,” jelasnya.Balbed berumah tanggadengan Titi (panggilan Suda-setiti) yang asal Solo itu selama21 tahun. “Dia meninggal ter-kena kanker,” katanya.Sekarang Balbed menikahdengan seorang janda berna-ma Yuni Sumarni, asal Peka-longan. Yuni dinikahi sekitar18 tahun lalu setelah merekasama-sama bertemu dalamsebuah acara di KBRI. “Kamisekarang tinggal di 518 N Tho-mas Street. Mampirlah kalausempat, Dik,” ujarnya sembarimenuliskan alamatnya.Setelah pensiun dari KBRI,Balbed melamar kerja di USState Department atau Depar-temen Luar Negeri AS. Diaditerima sebagai penerjemahresmi bahasa Indonesia. “Ka-rena itu, sejak dua tahun lalu,saya resmi menjadi warga AS. Ya, ini sebenarnya berat di hati(meninggalkan kewarganega-raan RI),” ungkapnya.Dua temannya, Sudjonodan Rudolf Lawalata, jugamasih sehat sampai sekarang.“Yang saya dengar, Lawalatakeliling dunia lagi pakai kapalpesiar dan Sudjono pulang keJakarta untuk menulis buku,”tuturnya.Sesekali Balbed juga pu-lang ke Indonesia. Termasuk,saat istri keduanya, Titi, meni-nggal, dia menguburkannya diTPU Karet, Jakarta. “Sayapunya banyak famili di Bali danSurabaya. Saya yakin merekaakan gembira kalau tahu kabarkami baik-baik saja,” katanya.
(***)
kan pedagang, tidak merugi-kan keuangan daerah, pro-gram daerah dan mitigasigempa terbantu, serta penata-an kota pun berjalan,” jelasSamaratul Fuad, usai per-temuan sekitar pukul 00.30dini hari Sabtu (5/11).Dari hasil kesepatakan itu,kata Samaratul, disimpulkan, bahwa rehab dan rekon yangdilakukan Pemko Padang di-setujui pedagang. Pemko jugamenyediakantempat bagi peda-gang, denganpembayaran retri- busi dari pedaga-ng Pasar Inpres II,III, dan IV sertapenataan Peda-gang Kaki Lima(PKL) di sana.”Keseluruhanpermasalahan Pa-sar Raya tadi se-lesai. Bagi Inpres I,II, III, IV, Fase VIIdan PKL itu semuaselesai. Kita berha-rap tidak ada lagi persoalansetelah ini. Tinggal lagi, kita bersama-sama mengawal pro-ses ini,” kata Samaratul.Selanjutnya, kesepakatantersebut akan dituangkan ber-sama Komnas HAM dalam bentuk berita acara mediasi.“Insya Allah Selasa besok (9/11), kita akan ke Komnas HAM.Pelaksanaannya dilakukan 5hari setelah pertemuan diKomnas HAM nanti,” terangDana itu, tambah Munadi, jauh di atas laba bersih PT SPtahun 2010, hanya sebesar Rp647 miliar, atau hampir samadengan Ebitda (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, danamortisasi) yang dibukukanPT SP 2010 sebesar Rp 1 triliunlebih.Kontribusi tersebut, kataMunadi, tertuang dalam ben-tuk PPh pasal 21, PPn Wajib bayar, PPn Wajib Pungut, Pa- jak Pertambahan Nilai, Pajak dan Retribusi Daerah, dandeviden. Pada 2009 total pa- jak, retribusi dan deviden yangdisetorkan Semen PadangRp803 miliar lebih, dan pada2010 meningkat menjadi Rp919 miliar lebih.Kepada daerah, selain me-ngalokasikan pajak, retribusidaerah, dan sumbangan kepa-da pihak ketiga sebesar Rp38,356 miliar, PT SP jugamengucurkan program CSR dalam bentuk program PK melalui pembinaan usaha kecildan menengah, BL dan NonPKBL. Khusus dana ProgramKemitraan dan Program BinaLingkungan (PKBL), dialoka-sikan untuk program kesejah-teraan dan pemberdayaanmasyarakat, pelestarian ling-kungan, dan hubungan baik dan kerja sama
stakeholders
dengan perusahaan. Semua-nya bermuara pada bagaimanaterciptanya sustainability bagiperusahaan.Untuk Program Kemitra-an, dana berbentuk pinjaman biasa, pinjaman khusus, danhibah kepada UKM.
(adv/zil)
Fuad.Fauzi Bahar menegaskan,selesainya masalah Pasar Raya yang berkepanjangan ini, me-rupakan berkah dari AllahSWT seiring datangnya hariraya Idul Adha. “Allah mem- berkahi kita semua, bersama-an dengan hari hari raya kur- ban ini. Saya yakin setelah se-mua perwakilan pedagang me-nyepakati ini, menandakankita akan maju ke depan,” kataFauzi Bahar.Dia berjanji akan memban-tu menyejahterakan dan mem-fasilitasi bagaimana pedagangdapat berdagang dengan layak.“Lima hari setelah pertemuandi Komnas HAM nanti, mung-kin minggu depan kita bersa-ma-sama memagar dan me-runtuhkan bangunan Inpres II,III, dan IV, sehingga anggaran2011 dan 2012 terlaksana de-ngan baik,” tutur Fauzi Bahar. Wahyu Iramana mengim- bau seluruh pihak mendukunghasil kesepakatan yang diyaki-ninya telah memenuhi hara-pan semua pihak. “Jangan adalagi perbedaan, mari kita be-kerja sama dan menatap ke de-pan untuk kebaikan kota ini,”ajak Wahyu.Seorang perwakilan peda-gang Inpres I, Wendrizal ber-harap keputusan ini dapatdilaksanakan di lapangan danmemberikan harapan lebih baik bagi semua pedagang. “Mudah-mudahan bisa terwu- jud seperti itu,” ujarnya.
(bis)
terbuka melalui jalur itu, sayaminta segera dibangun jalandarurat terlebih dahulu. Setelahitu baru dibangun permanen,”kata Muslim Kasim yang menye-rahkan bantuan tanggap daruratsebesar Rp50 juta dan bantuanBNPB Rp500 juta serta sem- bako dan
family kit
kepadaNasrul Abit.Pada kesempatan sama,Ketua DPRD Sumbar Yultehnil juga menyerahkan bantuanRp60 juta. “Karena kemampuankeuangan pemerintah terbatas,maka uluran tangan dari masya-rakat atau donator masih sangatdibutuhkan,” harapnya.Soal kemacetan parah yangtimbul karena putusnya jalan yang menghubungkan Sumbar,Muko-Muko Bengkulu dan Ke-rinci Jambi, Dinas PerhubunganPessel berjanji segera memasangplang penanda pengumuman diKota Padang, tepatnya di sim-pang By Pass menuju Pessel dandi Tapan.Pasalnya, banyak kendaraandari Padang menuju Bengkuludan Kerinci Jambi dan sebalik-nya terjebak di wilayah PasirPutih yang jalannya terban kelaut sepanjang 700 meter.
Senin, Bisa Dilewati
Kepala Dinas Prasarana Ja-lan, Tata Ruang dan PemukimanSumbar Suprapto menyebut-kan, jalur Padang-Bengkulu-Jambi itu diperkirakannya Senin(8/11) baru bisa dilalui. “
Insya
Allah jelang Senin nanti sudah bisa dilewati. Namun, jalurdialihkan menggunakan jalankabupaten melalui KambangBarat, yaitu sekitar 300 metermenjelang jalan yang hancurdihantam banjir banding,” kataSuprapto, kemarin.Pengemudi nantinya akanmelewati jembatan beton, barusesudah kembali masuk ke jalan nasional dan terus keBengkulu. Mengingat jem- batan itu sudah mulai parah,PPK Jalan Nasional Yahyadiberi tugas oleh Kasatker Wilayah II Jalan NasionalRadhi Kasim meletakan jem- batan belly di atas jembatantersebut.”Jembatan itu masih da-lam perjalanan dari Padang.Jika air sudah menyusut dan jalan bisa dilewati Sabtu nanti,kita langsung pasang,” kata-nya. Namun, dia mengingat-kan jalan itu tidak bisa dilewatitruk. ”Kalau mobil kecil bisalewat dan hati-hati karena bahu jalan sudah banyak ter- ban, ingatnya.
(yo/cp/ztl)
Fauzi Bahar
YONI SYAFRIZAL/PADEKYONI SYAFRIZAL/PADEK