Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asmma Bronkiale Pada Anak - Nita Andriani - Fk Unisba - 10100110128 - Rps

Asmma Bronkiale Pada Anak - Nita Andriani - Fk Unisba - 10100110128 - Rps

Ratings: (0)|Views: 68 |Likes:
Published by Nita Andriyani

More info:

Published by: Nita Andriyani on Nov 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2012

pdf

text

original

 
KASUS
T, bayi laki-laki, 5½ bulan, BB 6,9 kg dirawat di Bagian Anak RSHS sejak tanggal 18Juli 1999 dengan keluhan utama sesak napas.
Anamnesis
Sejak 20 jam sebelum masuk rumah sakit, penderita mengalami sesak napas yangmakin lama makin bertambah sesaknya. Keluhan sesak disertai bunyi mengi, tidakdisertai suara mengorok. Selama sesak penderita tampak gelisah, menangis terus-menerus, tidak mau menyusu, dan terlihat kebiruan pada bibir dan pada ujung-ujung jari tangan dan kakinya. Keluhan sesak didahului adanya batuk-batuk, pilek danpanas badan yang tidak terlalu tinggi sejak 2 hari sebelum masuk RS. Keluhan tidakdidahului penderita tersedak sebelumnya.Karena keluhan tersebut, ibu penderita mengobati penderita dengan sirupAmoksisilin 3 x 1 sendok obat, sirup Bricasma 1 x ¼ sendok obat. Namun karenatidak ada perbaikan, penderita lalu dibawa berobat ke RSHS.Sejak usia 3 bulan penderita sering batuk-batuk yang timbul terutama padamalam hari, pada saat udara dingin atau bila menderita sakit panas. Dalam satubulan keluhan tersebut kira-kira timbul 2-3 kali.Penderita pertama kali mengalami serangan sesak serupa pada usia 3 bulan dandibawa berobat ke UGD Anak RSHS, dikatakan oleh dokter jaga mengalami asmaserangan pertama, dirawat selama 4 hari, pulang atas permintaan keluarga, danbelum pernah kontrol lagi sesudahnya. Dari riwayat keluarga, diketahui bahwa ayahdan kedua kakek penderita menderita penyakit asma. Riwayat kontak dengan orangdewasa yang menderita batuk-batuk lama atau berdarah, disangkal. Penderitadiimunisasi BCG pada usia 2 bulan oleh bidan puskesmas.Penderita lahir dari ibu P1A0 dengan kehamilan cukup bulan, dilahirkan spontan,langsung menangis, ditolong bidan dan paraji, BB lahir 2900 gr. Penderita mendapatASI saja sampai usia 4 bulan kurang, dan mulai diberikan bubur susu sampaisekarang. Penderita saat ini baru bisa tengkurap. Imunisasi yang sudah diberikanadalah: BCG 1x, DPT 1x, polio 2x, Hepatitis B belum diberikan.
Pemeriksaan Fisis
Keadaan umum: kesadaran somnolent (GCS E4M4V5), gelisah, sesak, sianosisSkor pulmonal: 7Tanda vital:
1
 
R: 58x/menitN: 170x/menit, cepat, regular, isi cukupS: 38,5
0
CKepala: Konjungtiva tak anemis, sklera tak ikterikSekret hidung +/+, pernapasan cuping hidung (+)Sianosis perioral (+)Tonsil:T1 –T1/ farings hiperemisLeher:Retraksi suprasternal (+)Toraks:Cor:
Ictus cordis
tak tampak dan tak teraba.Bunyi jantung S1, S2, regular. Murmur (-)
Pulmo:
Hemitoraks depanHemitoraks belakangI:Bentuk & pergerakan simetrisBentuk & pergerakan simetrisRetraksi interkostal +/+Retraksi interkostal +/+Pa:
Vocal Fremitus
kanan = kiri
Vocal Fremitus
kanan = kiriPe:Sonor kanan = kiriSonor kanan = kiriA:
Vesicular breathing sound 
ka=ki
Vesicular breathing sound 
ka=kiEkspirasi memanjang +/+Ekspirasi memanjang +/+
Wheezing expiratoir 
+/+
Wheezing expiratoir 
+/+Slem +/+Ronki -/-Slem +/+Ronki -/-Abdomen: Retraksi epigastrik (+)Datar, lembutHepar: teraba 2 cm bawah
arcus costarum
kanan, permukaan rata,teraba kenyal, pinggir tajamLien: tak terabaBising usus (+) normalExtremitas: Akrosianosis +/+. Akral teraba hangat.
Capillary refill time
<2 detikStatus neurologis:Rangsang meningen: Kaku kuduk (-). Brudzinsky I/II/III: -/-/-Saraf otak: Pupil bulat, isokor,
3 mm kanan = kiri, refleks cahaya +/+Saraf otak lain: Kesan normalMotorik: Kesan parese -/-Kesan spastis -/-Sensorik: Rangsang nyeri (+)Vegetatif: Inkontinens urin (-)Inkontinensia alvi (-)Refleks fisiologis: APR +/+KPR +/+Refleks patologis: Babinsky -/-Chaddock -/-
2
 
Laboratorium
Hb: 11,1 g/dLLeukosit: 10.100/mm
3
 Hitung jenis: -/-/2/67/30/1
Radiologis
Foto toraks:Cor:Pulmo: Hilli kasar, corakan paru bertambah, tampak pebercakan lunak di suprahiler dan perikardial kanan
Pemeriksaan Penunjang
Uji faal paru
Tes kulit untuk berbagai jenis alergen (bila memungkinkan)
Kadar IgE serum (bila memungkinkan)
Diagnosis Banding:
Asma bronkiale episodik sering, dalam serangan berat
Bronkiolitis
Aspirasi benda asing
Diagnosis Kerja:
Asma bronkiale episodik sering, dalam serangan berat
Penatalaksanaan
O2 lembab 3 liter/menit via
nasal prong 
Nebulisasi dengan ventolin & atrovent (golongan
β
-
agonist 
& antikolinergik)
Pasang infus dengan cairan kebutuhan Dextrose 5%: 6,9 x 100 cc = 690cc/24 jam
kecepatan 28-30 gtt/menit (mikrodrip)
Sementara dipuasakan
Periksa Analisis Gula Darah
Rawat inap dan observasi sesuai prosedur tatalaksana
Prognosis
Quo ad vitam et Quo ad functionam: Dubia ad bonam
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->