Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
simulasi dinamis mesin listrik pada FPGA board

simulasi dinamis mesin listrik pada FPGA board

Ratings: (0)|Views: 90 |Likes:
Published by Rezon Arif B
penulisan ulang makalah dengan judul asli Dynamic Simulation of Electric Machines on FPGA Boards. pemodelan mesin induksi
penulisan ulang makalah dengan judul asli Dynamic Simulation of Electric Machines on FPGA Boards. pemodelan mesin induksi

More info:

Published by: Rezon Arif B on Nov 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2012

pdf

text

original

 
Simulasi Dinamis Mesin Listrik pada FPGA Board
Hao Chen, Song Sun, Dionysios C. Aliprantis, and Joseph ZambrenoDepartment of Electrical and Computer Engineering Iowa State University, Ames, IA 50011 USA
Dialih bahasa ulang oleh
Rezon Arif B_L2F008082Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
 Abstrak
Makalah ini menjelaskan tentang simulasidinamis dari mesin induksi pada sebuah Field-ProgrammableGate Array atau yang sering dikenal dengan FPGA. Denganmenggunakan FPGA sebagai mesin hitung dapatmempercepat simulasi bila dibandingkan menggunakan PCbiasa. Dalam buku dicontohkan sebuah percepatan bebas padamesin induksi yang diikuti oleh perubahan beban yangbertahap yang kemudian digunakan sebagai acuan untukmendesain perhitungan diferensial Runge–Kutta (ODE / ordinary differrential equation) pada FPGA. Hasil simulasidan kecepatan dalam mensimulasikan dengan FPGAdivalidasi kemudian dibandingkan dengan simulasi MATLAB/ Simulink
.
I.
 
Pendahuluan
Field- programmable gate array (FPGA) adalahsebuah platform logika digital yang dapat dikonfigurasiulang yang memberikan kemudahan untuk melakukaneksekusi paralel operasi bit sampai pada tingkat jutaan bit.Penelitian sedang dilakukan untuk memodelkan danmensimulasikan secara real time bermacam-macamkomponen tenaga listrik dengan menggunakan FPGAsebagai alat komputasi dan non - komputasi. Tujuannyaadalah untuk mengimplementasikan / menerapkansepenuhnya simulasi dinamis mesin induksi pada papanFPGA. Bahkan apabila sebuah mesin induksi telah dipilih,maka proses yang sama dapat juga digunakan untuk mensimulasikan tipe lain dari mesin listrik. Dalam bukudicontohkan sebuah percepatan bebas pada mesin induksiyang diikuti oleh perubahan beban yang bertahap yangkemudian digunakan sebagai acuan untuk mendesainperhitungan diferensial Runge–Kutta RK4 (ODE / ordinarydifferrential equation) pada FPGA.Operasi individu matematik yang memerlukanalgoritma integrasi numerik umumnya sederhana(penjumlahan dan perkalian ). Oleh karena itu, penerapanperangkat keras ( hardware ) dapat meningkatkan efisiensi.Selain itu, sistem yang kompleks memerlukan solusi secarasimultan. Oleh karena itu FPGA menjadi pilihan yangmenarik untuk mensimulasikan sistem energi dan tenagalistrik yang sangat kompleks. Tulisan ini menyajikanpekerjaan awal menuju suatu tujuan "akhir" dari sebuahsimualasi yang sangat fungsional dengan berbasis FPGAseperti yang ditunjukkan pada gambar 1
Gambar 1
. Konsep simulasi berbasis FPGA
Disini, model mesin induksi ini dirancang menggunakanVery High Speed Intregated Circuit Hardware DescriptionLanguage atau yang sering dikenal dengan VHDL kemudiandisintesis dan diverivikasi menggunakan Xilinx IntregatedSoftware Environment (ISE) dan diimplementasikan padaFPGA board menggunakan Xilinx Embedded DevelopmentKit (EDK)
II.
 
Me-Model-kan Mesin Induksi / InductionMachine Model
Persamaan orde 5 dari model mesin induksi sangkar bajing(squirel cage ) pada kerangka referensi yang statis adalahsebagai berikut [9]:
)(
'
sqr msqsssqsssqs
i Li L pi Rv
(1)
)(
'
sdr msdsssdsssds
i Li L pi Rv
(2)
)()(0
''''''
sqsmsqr sdsmsdr sqr 
i Li L pi Li Li R
 
(3)
)()(0
''''''
sdsmsdr sqsmsqr sdr 
i Li L pi Li Li R
 
(4)
)(2
 Le
 j p p
 
(5)
)(75.0
''
sqr sdssdr sqsme
iiiiPL
(6)dimana
dt  p
adalah operator diferrensial;
s
 R
dan
'
 R
adalahresistansi stator dan rotor.;
s
 L
dan
'
 L
adalah induktansistator dan rotor;
m
 L
adalah induktansi pemagnetan;
sqs
v
dan
sds
v
adalah tegangan
qd- axes
pada stator;
sqs
i
dan
sds
i
 
adalaharus
qd-axes
stator;
sqr 
i
'
dan
sdr 
i
'
adalah arus
qd-axes
rotor;
 
 
Gambar 2
. Simulasi Mesin Induksi menggunakan FPGA
Te
adalah torsi elektromagnetis;
 L
 
adalah torsi beban;
 
radalah kecepatan angular listrik rotor; P adalah jumlah pole(kutub); dan J adalah total inertia rotor.Persamaan diatas digunakan untuk mensimulasikanmesin induksi percepatan bebas/free acceleration (dimana
 L
 
= 0 ) kemudian diberikan perubahan beban secarabertahap/steped (dimana
 L
di step menuju nilai ratingnya).Mesin induksi dieksitasi oleh tegangan sinusoidal tiga fasaseimbang yang ditulis dalam variabel
qd- axes
sepertiberikut :
)32cos()32cos()cos(21212131310313132
0
     
vvv
esesesssdssqs
(7)
0)sin()cos(
eses
  
 Dengan catatan bahwa tegangan pada sumbu nol adalahnol dan dapat diabaikan untuk kasus ini.
III.
 
FPGA IMPLEMENTATION
 A.
 
 Arsitektur Simulasi / Simulation Architecture
Respon Transient dari sebuah mesin listrik dapatdidapat dengan algoritma integrasi numerik RK4[10]. Iniadalah algoritma numerik yang betahap yang berdasarkanpada perhitungan numerik yang sederhana (penjumlahandan perkalian) untuk kemudian diimplementasikan padaFPGA. Pada metode RK4 ( Runge Kutta ) nilai awal (
 p
x=
(
,x) ,x(
0
) = x
0
) diuraikan menjadi sebagai berikut
)22( 6
43211
h x x
nn
................(8)
h
nn
1
........................................................(9)Dimana
n
 x
adalah perkiraan RK4 dari x (
n
) (solusieksak),
h
adalah waktu step, dan
k
1
=
),(
11
nn
 x
.....................................(10)
k
2
= f (
 t
 n-1
+ 0.5
 h
,
 x
 n-1
+ 0.5
 h
k
1
).........(11)
 k
3
=
f (
 t
 n-1
+ 0.5
 h
,
 x
 n-1
+ 0.5
 h
k
2
)..........(12)
k
4
= f (
 t
 n-1
+
 h
,
 x
 n-1
+
 h
k
3
)...................(13)dari (1) – (6), sistem ODE dapat dinyatakan dalam bentuk 
 px
= f (
t ,
x
) dengan
pi = Ai + B
sqds
v
......................................................(14)
p
ω
r
=
 J  LP
m
2
375.0
(
sqs
i
sdr 
i
'
sds
i
sqr 
i
'
) -
 jP
2
 L
...........(15)dimana
i
=
,'
sdr sdssqs
iii
 
,
sdssqssqds
vvv
 dan
 
σ 
=
1 –
'2
sm
 L L L
.
Variabel tetapnya adalah
sqs
i
,
sds
i
,
sqr 
i
'
,
sdr 
i
'
,
dan
 
ω
r
. Variabel masukan (input) adalah
sqs
v
,
sds
v
,
dan
 L
. Variabel Output adalah
e
diberikan olehpersamaan (6). Disini hanya nilai output yang dipilihsebagai contoh untuk mengetahui tahap komputasiperhitungan yang tergantung pada bentuk model.Seperti yang terlihat pada gambar 2, empat buah fungsidigunakan untuk menyusun model dari sebuah mesininduksi. Modul tegangan input pada stator ”Stator VoltageInput” berperan untuk generasi
sqs
v
dan
sds
v
. Modul “ODE
 
Function”dan ’Vector Update’ merupakan penyelesaian dariRK4. Modul ’Torque’ melakukan perhitungan ’output’(6).Modul- modul ini sebelumnya telah dikembangkanmenggunakan VHDL pada ModelSim [11], yangmerupakan tool/ piranti untuk verifikasi dan simulasi bagidesain VHDL. Semua variabel dan parameter dinyatakansebagai nilai yang tetap dengan 24 bits menyatakan bagianyang utuh dan 32 bits menyatakan bagian bagian yangterpisah. Hal ini memberikan batas numerik yang dapatmenampung setiap variabel yang ada pada simulasi, denganresolusi 2
-32
.Setiap iterasi RK4 yang diitunjukkan pada gambar 3terdiri atas 6 tahapan. Modul ’ODE Function’ melakukanevaluasi persamaan (14) dan (15). Modul ’Vector Update’bertanggungjawab merubah nilai x pada
(
, x) selama tahap2, 3, dan 4, juga perhitungan persamaan (8) pada step ke 5.Karena
sqs
v
dan
 
sds
v
pada persamaan (14) bergantung padawaktu
t,
Modul “Stator Voltage Input” harus melakukangenerasi secara tepat
sqs
v
dan
sds
v
sebagai masukan padamodul ”ODE Function”. Khususnya
sqs
v
)5.0(
1
h
n
 
dan
sds
v
)5.0(
1
h
n
 
digenerasikan (generate) selama step 1dan disimpan untuk digunakan oleh modul ”ODE function”pada tahap 2 dan tahap 3, sedangkan
sqs
v
)(
1
h
n
 
dan
sds
v
)(
1
h
n
digenerasi (generate) selama pada tahap 3 dandisimpan untuk digunakan pada modul ”ODE Function”dalam tahap 4 dan tahap 1 pada iterasi selanjutnya. Perludiketauhi bahwa modul ”Stator Voltage Input”dan modul”ODE Function” dieksekusi/ dijalankan secara paralel padastep1. Sebaliknya, modul ”ODE Function” dan modul”Vector Update” dieksekusi secara serial karena input yangsatu bergantung pada output yang lainnya.Untuk mendesain fungsi sinusoidal yang terdapat padamodul ”Stator Voltage Input”, disertakan look- up tabel.Nilai dari sin (
 x
) didapat dari 1000 element panjang padalook up tabel, sedangkan cos (
 x
) didapat dari tabel yangsama menggunakan offset / ditambah
π/2
,yang sesuaidengan ditambah 250 untuk mencari indeks offset dalamlook up tabel. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4,sinyal START (aktif high) menyalakan blok fungsi sin–cosdan sinyal DONE (aktif high) menandakan selesainyaoperasi. Operasi dialikasokan dalam 6 clock siklus sebagaiberikut :1.
 
menghitung
 x
1/2π (operasi perkalian);
 2.
 
mendapatkan bagian kecil dari
 
21
 x
:
 x
 f 
 
;3.
 
menghitung
 Nx
 f 
, dimana N = 1000 ;4.
 
mencari sin (|
 x
|) dari look up tabel, dimana indeksadalah bagian integer dari
 Nx
 f 
: xi
;5.
 
mendapatkan cos (
 x
) dari look up tabel, denganindeks
 xi
+ 250; sementara itu penentuan nilai darisin (
 x
) menyesuaikan sin (|
 x
|) dan tanda dari
 x
;6.
 
menuliskan nilai sin (
 x
) dan cos (
 x
) pada portoutput.Modul ”ODE Function” yang ditunjukan pada Gambar 5terdiri atas 3 blok. Blok ”Matrix Calculation” yangmenghasilkan Matrikx A(=
44
][
ij
a
) pada pers. (14)
Gambar 3.
Proses Iterasi RK4
Gambar 4.
blok fungsi sin-cos
diimplementasikan menggunakan satu pengali dan satupengurang. Element (
a
21
 , a
23
 , a
32
 , a
34
) pada A, yangdikalikan dengan
ωr
didapat dari multiplier. Empat elementlain (a
12
, a
14
, a
41
, a
43
) yang juga berhubungan dengan
ωr
 
didapatkan dari subtracter karena masing-masing adalahlawan dari pembentuk hasil perkalian.Element lainnnya tetap disimpan karena merupakan suatukonstanta. Evaluasi persamaan (14) dijalankan oleh blok ”Equation Group” yang diimplementasikan menggunakan 5tahapan struktur perkalian dan penjumlah seperti yangterlihat pada Gambar 6 [12], [13]. Evaluasi persamaan (15)dijalankan (executed) oleh blok ”5th Equation” yangdiimplementasikan menggunakan sebuah pengali(multiplier)dan sebuah penjumlah (adder).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->