Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Procedingku

Procedingku

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 402 |Likes:
Published by api-3712401

More info:

Published by: api-3712401 on Oct 18, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

ANALISA PERFORMANSI REALTIME IP
VIDEOCONFERENCING PADA VIRTUAL PRIVATE
NETWORK
Sumantri Pramudiyanto

Bidang Studi Telekomunikasi Multimedia
Jurusan Teknik Elektro \u2013 Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Kampus ITS, Sukolilo \u2013 Surabaya 60111, email : pramudya@elect-eng.its.ac.id

Abstrak \u2013 Videoconference merupakan

teknologi yang menerapkan telekomunikasi audio (suara) dan visual (gambar). Aplikasi videoconference sangat berguna untuk diterapkan pada pendidikan modern, seperti misalnya distance learning. Untuk pengiriman informasi yang bersifat rahasia diperlukan jaringan yang berada pada kondisi top secret, salah satu caranya dengan membangun Virtual Private Network (VPN). Paper ini membahas tentang analisa unjuk kerja videoconference berbasis protokol H.323 saat diaplikasikan dengan VPN. Pengujian dilakukan pada sisi server videoconference dan VPN dengan kondisi server tanpa beban dan kondisi server terbebani paket TCP dan UDP. Tujuan daripada ujicoba ini adalah untuk mengetahui pengaruh beban TCP dan UDP terhadap kualitas videoconference melalui VPN dengan melihat parameter QoS meliputi packet loss, delay, jitter dan MOS. Pada ujicoba ini juga diukur besarnya throughput video dan voice yang diperlukan untuk melakukan videoconference. Dari penelitian

didapatkan bahwa videoconference berbasis IP dapat diterapkan pada VPN dalam kondisi tanpa beban karena nilai parameter QoS yang meliputi packet loss, delay, dan jitter masih berada di bawah batas maksimal yang diperbolehkan. Untuk penerapan videoconference pada jaringan yang berbeban lebih diperlukan buffer yang mencukupi pada server dan router untuk mengkompensasi jitter, selain itu dibutuhkan pula manajemen QoS untuk mendahulukan trafik multimedia seperti video dan voice daripada trafik data.

Kata Kunci: VPN, SSL, H.323, videoconference
1. Pendahuluan

Videoconferencing berbasis IP merupakan suatu layanan yang memungkinkan dua orang atau lebih melakukan konferensi melalui jaringan IP yang bersifat publik maupun privat. Untuk efisiensi, dapat digunakan jaringan publik dengan resiko kurang terjaminnya keamanan komunikasi, untuk mengatasi hal tersebut di atas maka dapat digunakan teknologi VPN (Virtual

Private Network) pada jaringan tersebut. VPN
memungkinkan terbentuknya sebuah jaringan data
private pada jaringan publik dengan menerapkan
autentikasi dan enkripsi .
Kebutuhan akan layananvideo conferencing akhir-
akhir ini menunjukkan peningkatan yang cukup
signifikan baik untuk kegiatan bisnis, pendidikan
maupun wawancara jarak jauh[1]. Meskipun
videoconferencing sudah mulai banyak digunakan,
bukan berarti tidak mempunyai kendala, yaitu masalah
QoS(Quality of Service) seperti packet loss, delay,
jitter, serta kualitas audio video juga masih menjadi
perhatian yang cukup serius.
2. Videoconference berbasis IP
Videoconferencing
basis
Internet
Protocol

(VCIP)[1] adalah layananvideoconferencing yang menggunakan jaringan Internet Protocol (IP) sebagai media komunikasinya sesuai dengan standar H.323 yang direkomendasikan oleh ITU-T.Video conferen cing basis IP ini memanfaatkan keunggulan teknologi kompresi dan Internet Protocol (IP), yang mana informasi video dan suara sebelum dikirimkan terlebih dahulu mengalami kompresi atau pemampatan dari

bandwidth aslinya yang memiliki kecepatan berkisar 9

Mbps menjadi sekitar 64Kbps s/d 768Kbps (disesuaikan dengan kecepatan data yang tersedia) dengan menggunakan standar kompresi video sesuai dengan yang sudah didefenisikan pada standar H.323.

Standar H.323 merupakan tambahan dari standar H.320 sehingga memungkinkan jaringan intranet dan jaringan packet switched sebagai sarana transport data- data multimedia dan conferencing. Secara teknis, standar H.323 tidak mengatur media jaringan yang digunakan sebagai sarana transport maupun protokol network layer yang digunakan.

Seperti halnya pada standar lain yang juga dikeluarkan oleh ITU, H.323 memungkinkan adanya hubungan point-to-point

maupun

point-to-multipoint. Rekomendasi H.323 memungkinkan adanya konferensi point-to-multipoint melalui berbagai jenis metode dan konfigurasi.

Karakteristik terminal berbasis H.323 dapat dilihat
pada gambar 1.
Gambar 1 Diagram blok terminal berbasis H.323[2]
1
Standar H.323 mengatur hal-hal sebagai berikut[3] :
\u2022

Video codec (H.261, dan lain-lain). Video codec bertugas mengencode data dari sumber video (kamera digital) untuk transmisi dan mendecode video code yang diterima untuk ditampilkan di layar penerima.

\u2022

Audio codec (G.711, G.723, dan lain-lain). Audio codec bertugas mengencode data dari sumber suara (mikrofon, dll) untuk transmisi dan mendecode sinyal code yang diterima untuk didengarkan oleh penerima.

\u2022

Data channel mendukung aplikasi-aplikasi seperti electronic whiteboard, kolaborasi aplikasi, dan lain sebagainya. Standar untuk aplikasi-aplikasi seperti ini adalah standar T.120. Aplikasi dan protokol lain tetap dapat dijalankan dengan menggunakan negosiasi menggunakan standar H.245.

\u2022

System control unit (H.245, H.225.0) yang menyediakan signalling yang berkaitan dengan komunikasi antar terminal H.323.

\u2022

H.225.0 layer yang memformat data video, suara, data, dan informasi kontrol lainnya sehingga dapat dikirimkan melalui LAN Interface sekaligus menerima data yang telah diformat melalui LAN Interface. Sebagai tambahan, layer ini juga bertugas melakukan error detection, error

correction, dan frame sequencing(pengaturan

urutan frame) agar data dapat mencapai tujuan sesuai dengan kondisi saat data dikirimkan. LAN interface disini harus menyediakan koneksi yang reliable (misal : menggunakan TCP atau SPX) untuk pengiriman control dan data channel. Sedangkan koneksi unreliable (misal : UDP) dapat digunakan untuk pengiriman audio dan video channel.

Selanjutnya, data yang sudah mengalami kompresi tersebut diubah ke dalam format IP sehingga dapat dilewatkan melalui jaringan data berbasis IP. Proses kompresi dan perubahan ke format IP dilaksanakan di dalam suatu perangkat yang disebut Codec, Perangkat ini bisa berupa komputer atauh a rd w a re khusus untuk keperluanvideo conferencing. Dengan cara ini maka didapat peningkatan efisiensi khususnya di sisi jaringan transport.

Tiap paket videoconference terdiri atas dua bagian, yaituhead er danpayload (beban).Head er terdiri atas IPHeader, RTP (Realtime Protocol)Head er, UDP (User Datagram Protocol)Header, dan Link Header.

Link
Header
IP
Header
UDP
Header
RTP
HeaderPayload
X Bytes 20 Bytes 8 Bytes 12 Bytes X Bytes
Gambar 2 Format paket videoconference[4]

Besarnya Link Header tergantung dari media yang digunakan, Sedangkan untukPayload berisi informasi suara/video yang sudah melalui prosescoding.

3. Virtual Private Network (VPN)
Virtual Private Network (VPN)[5] adalah koneksi
jaringan terenkripsi yang menggunakan tunnel yang

aman di antara ujung-ujung koneksi melalui intranet atau internet, disebut virtual karena tidak ada koneksi secara langsung antara dua terminal atau lebih, tetapi hanya koneksi virtual yang disediakan oleh VPN Software. Sedangkan disebut private sebab koneksi hanya terbentuk jika masing-masing komputer terhubung dengan VPN Software dan memiliki kunci yang dapat diauthorisasi oleh VPN Server.

Secara sederhana, bisa dikatakan bahwaVPN
hanyalah membuat tunneling yang aman antara 2 buah
node atau lebih melewati jaringan terbuka

(internet/intranet).VPN dapat menghubungkan dua network yang kecil (maupun yang lebih besar) untuk membangun sebuah jaringan tunggal yang sebelumnya terpisah baik secara fisik maupun logika, traffic VPN antara dua network/end point dilindungi/enkripsi oleh kunci spesial, dan hanya komputer atau seseorang yang mempunyai kunci ini yang dapat membuka dan melihat data yang dikirimkan, semua data yang dikirimkan dienkripsi terlebih dahulu dan dideskripsi setelah transmisi.

Ada beberapa jenis dari VPN, salah satunya adalah
VPN SSL (Secure Socket Layer). SSL ( Secure Socket
Layer) merupakan salah satu metode enkripsi dalam
komunikasi data yang dibuat olehNestcape
Communication Corporation. SSL beroperasi pada

layertransport, menciptakan saluran enkripsi yang aman untuk data, dan dapat mengenkripsi banyak tipe data. biasanya digunakan untuk keamanan pada aplikasiHTTP,IM AP, POP3 dan lain-lain . ketikaSSL bekerja dibelakangfirewall, port tidak akan terbuka sampai proses negosiasi antarafirewall danSSL berhasil.

Sesi pada
SSL
sebenarnya melakukan
establishmentantara clientdan server dengan proses
handshake. Proses tersebut variasinya bermacam-
macam tergantung dari konfiguarsiserver terutama
dengan penggunaan server sertificate atau request a
client certificate.
Gambar 3 Proses Handshake pada komunikasi SSL[6]
Pada VPN SSL proseshandshake dapat dijelaskan
sebagai berikut.Establishment dengan menggunakan
SSL dimulai dari clientke server dengan pesan \u201cClient
Hello\u201d kemudian servermene rima requestda ri client

dengan menunjukkan public key dan disisiserver meminta autentikasi dari client yang berupa sertifikat. Kemudian client mengirimkan sertifikat dengan berbagai parameter yang telah terenkripsi dan

2
menandai beberapa informasi dengan menggunakan
private key yang menyatakan bahwa sertifikat tersebut
sesuai dengan kepemilikanclient. Kemudian proses
enkripsi akan dimulai baik dariclient maupun dari
server.
4. Skenario Test dan Metodologi

Pada saat pengujian digunakan lima buah komputer, yaitu sebuah komputer bertindak sebagai VPN Server dan Multipoint Control Unit (MCU), sebuah komputer sebagai router, dan tiga buah komputer sebagai client VPN dan videoconference. Router yang digunakan adalah router PC bidang studi telekomunikasi multimedia jurusan teknik elektro ITS

Software VPN SSL yang digunakan pada sisi server dan client adalah openvpn dengan konfigurasi yang berbeda antara server dan client. Sedangkan openmcu digunakan sebagai multipoint control unit agar antar client dapat melakukan konferensi. Pada ujicoba dibuat dua buah konfigurasi yaitu videoconference dua client dan tiga client, masing- masing konfigurasi terdiri dari 7 skenario yaitu pengujian tanpa beban, pembebanan TCP dan UDP dengan besar beban masing-masing 200kb, 1Mb, dan 2Mb.

Proses pengambilan data pada konfigurasi videoconference dua client diawali dengan dua buah client melakukan hubungan dengan server MCU melalui VPN agar keduanya dapat melakukan signalling videoconference, dengan topologi seperti pada gambar 4.

Gambar 4 Topologi konfigurasi 1

Proses capture protokol menggunakan software wireshark dilakukan pada sisi server sebelum kedua client videoconference melakukan signalling. Setelah pengambilan data pada kondisi tanpa beban selesai, selanjutnya dilakukan pembebanan paket TCP dan UDP menggunakan bantuan software Iperf dari client 2 menuju server. Pembebanan paket dilakukan secara kontinyu selama videoconference berlangsung. Tujuan daripada pembebanan TCP dan UDP adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembebanan tersebut dengan besar beban yang sama terhadap kualitas videoconference.

Selanjutnya dilakukan penambahan client sehingga topologi berubah seperti tampak pada gambar 5. Proses pengambilan data dan pembebanan dilakukan dengan cara yang sama dengan konfigurasi dua client.

Gambar 5 Topologi konfigurasi 2

Pada kedua konfigurasi di atas, pengambilan data dilakukan sebanyak lima kali percobaan dan masing- masing ujicoba dilakukan selama 1.5 menit, sehingga masing-masing konfigurasi terdapat 35 kali ujicoba. Input video berasal dari webcam dan voice berasal dari suara hasil rekaman. Pada videoconference berbasis protokol H.323 ini standard kompresi suara dan video yang digunakan adalah G.711 dan H.261.

5. Hasil Analisa

Setelah didapatkan data ujicoba dari konfigurasi pertama dan kedua selanjutnya dilakukan analisa terhadap kualitas videoconference, parameter QoS (Quality of Service) yang dianalisa meliputi packet loss, delay, jitter dan MOS (Mean Opinion Score)[7]. Pada tugas akhir ini juga dilakukan pengukuran throughput untuk mengetahui besarnya bandwidth yang diperlukan aplikasi videoconference pada saat ujicoba dan mengetahui pengaruh throughput terhadap adanya pembebanan TCP dan UDP.

5.1 Packet loss

Dari hasil analisa packet loss pada konfigurasi dua client dengan pembebanan TCP, didapatkan grafik beban terhadap persentase loss.

Packet Loss Beban TCP Videoconference VPN 2
Client
0.15
1.21
5.48
8.52
0.20
1.11
5.27
6.79
0.00
2.00
4.00
6.00
8.00
10.00
Tanpa
Beban
Beban
200kb
Beban
1Mb
Beban
2Mb
Besar beban TCP
%Loss
Video Loss
Voice Loss
Gambar 6 grafik packet loss pembebanan TCP vicon
dua client

Dari gambar 6 di atas terlihat bahwa nilai packet loss pada saat kondisi tanpa beban masih berada di bawah nilai maksimum packet loss yang diperbolehkan yaitu 1%[8], sedangkan pada saat adanya pembebanan TCP nilai packet loss semakin bertambah seiring dengan besarnya beban sehingga nilai tersebut tidak dapat ditoleransi. Hal serupa juga berlaku pada

3

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
b33law liked this
Rcy Rcy Rcy liked this
devi_latifah liked this
Sudar Yadi liked this
handikait liked this
Bid Lektro liked this
jasminekanya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->