Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
26Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
jamur tempe

jamur tempe

Ratings: (0)|Views: 1,908|Likes:
Published by finkca_23

More info:

Published by: finkca_23 on Nov 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/10/2012

pdf

text

original

 
BAB VII. FUNGI (CENDAWAN)
Di sekitar kita terdapat aneka makanan yang terbuat dari fungi atau cendawan,contohnya ialah tempe, oncom, keripik jamur merang dan sop jamur kuping. Selainsebagai sumber bahan pangan, cendawan juga mempunyai peranan penting dalambidang pertanian. Apa saja peranan fungi dalam bidang pertanian ? Kalian akandapat menjawab pertanyaan tersebut setelah memahami materi tentang cendawandan sifat-sifatnya yang akan dijelaskan pada bab ini.Standar KompetensiMengetahui fungi (cendawan) dan peranannya bagikehidupan.Kompetensi Dasar7.1. Mempelajari ciri dan sifat fungi (cendawan).7.2. Mempelajari sistematika, keragaman dan peranan fungi (cendawan) dalambidang pertanian.Tujuan PembelajaranSetelah mempelajari fungi dan peranannya, kalian diharapkan dapat:
• Mengenal fungi (cendawan) dengan pengamatan morfologi dan anatomi serta
penafsiran gambar.
• Mendeskripsikan perbedaan fun
gi (cendawan).
• Memahami peranan fungi dalam bidang pertanian dan dalam kehidupan sehari
-hari.Kata-Kata KunciArtrospora KhamirAskokarp KonidiumBasidiospora BasidiumBlastospora PiknidiumPlasmogami Hifa bersekatSepta KariogamiSenositik KitinSterigma KlamidosporaZigospora7.1. Ciri dan sifat fungi (cendawan)Fungi dalam bahasa Indonesia disebut cendawan. Ciri-ciri cendawan secaraumum ialah makhluk hidup eukariotik, heterotrofik (tidak memiliki klorofil),memperoleh nutrisi melalui absorbsi dan enegi simpanannya berupa glikogen.Cendawan mempunyai struktur somatik bersel satu atau banyak (multiseluler),kebanyakan berupa hifa dengan komponen utama dinding selnya ialah zat kitin,serta berkembang biak secara seksual dan aseksual dengan membentukspora. Dalam definisi ini, cendawan mencakup jamur, kapang, dan khamir. Jamur(mushroom) ialah cendawan yang tubuh buahnyaberukuran besar dan sebaliknyakapang (moulds) ialah cendawan yang berukuran renik. Khamir (yeast) ialahcendawan bersel tunggal.Cendawan bukanlah tumbuhan atau hewan. Cendawan tidak memiliki klorofilseperti tumbuhan sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis dan menyimpankarbohidratnya dalam bentuk glikogen bukan pati seperti pada tumbuhan.Cendawan tidak menelan dan mengunyah makanan seperti pada hewan, melainkanmerombak makanannya di luar tubuh secara enzimatik dan diserap melalui hifa.
 
Cendawan termasuk makhluk hidup eukariotik karena sudah memiliki inti selyang terbungkus membran. Hidupnya bersifat heterotrof dengan menggunakanbahan organik yang sudah tersedia. Bahan organik yang digunakan dapat berupabahan organik mati (saprotrof) atau bahan organik hidup (simbiosis). Simbionsisdapatbersifat antagonistik (Gambar 7.1) dan mutualistik (Gambar 7.2). Cendawan yangmelakukan simbioisis antagonistik dapat menyebabkan penyakit parasitik yangmerugikan makhluk hidup inangnya. Sebaliknya, cendawan yang membentuksimbiosis mutualistik menguntungkan baik inang maupun cendawannya itu sendiri.Inang untuk cendawan ialah tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme termasukcendawan.Gambar 7.1.Cendawan Ustilago maydis parasit pada jagung yangmenyebabkan penyakit gosong.Gambar 7.2.Cendawan simbiosis mutualistik antara cendawan endomikoriza dan akartanaman hortikultura.Struktur somatik cendawan multiseluler tersusun atas benangbenang yangdisebut hifa. Hifa merupakan tabung-tabung kecil berisi sitoplasma dan nukleus.Dinding sel hifa umunya tersusun atas kitin. Kumpulan hifa akan membentuk jalinanyang disebut miselium. Beberapa jenis cendawan memiliki hifa dengan sekat-sekatmelintang yang dinamakan septa. Hifa yang memiliki sekat dinamakan hifa bersekatatau bersepta. Adapun hifa yang tidak memiliki sekat dinamakan asepta atausenositik (Gambar 7.3). Hifa senositik memiliki banyak inti. Pada cendawan yanghidup sebagai parasitterdapat hifa yang mengalami modifikasi menjadi haustoria. Haustoria adalah hifayang berfungsi sebagai organ penyerap makanan atau menempel pada inang.Selain menyerap makanan, hifa dapat berkembang membentuk struktur reproduksi.
 
 Gambar 7.3. Struktur somatik cendawan berupa sel tunggal(a), hifaseptat (b) dan hifa aseptat (c).Cendawan dapat berproduksi secara aseksual dan seksual denganmembentuk spora. Terdapat bermacam-macam spora aseksual yang dibentuk olehcendawan, antara lain ialah konidium (jamak: konidia), sporangiospora (spora), danklamidospora. Pembentukan spora seksual melibatkan proses perkawinan,kariogami dan meiosis. Ciri-ciri dari spora seksual digunakan dalam pengelompokancendawan ke tingkat filum.7.2. Peranan fungi (cendawan) dalam bidang Pertanian7.2.1 Sistematika, keragaman, dan peranan fungi (cendawan) dalam bidangpertanianBerdasarkan perkembangan sistematika cendawan terkini yang menggunakanciri-ciri seperti evolusi, ultrastruktur, biokimia dan molekuler untuk kriteriapembentukan takson maka kingdom (dunia) fungi ditata ulang. Cendawan yangdahulunya menempati satu kingdom yaitu fungi sekarang terpisah menjadi 3kingdom. Ketiga kingdom ini ialah Chromista, Protoctista dan Fungi. KingdomChromista disebut cendawan semu atau pseudofungi, kingdom Protoctista disebutcendawan protozoa, dan kingdom Fungi disebut cendawan sejati atau eufungi.Bahasan dalam buku ini utamanya mencakup cendawan anggota kingdom Fungiatau cendawan sejati dan sebagian anggota kingdom Chromista yang mempunyaiperanan penting dalam bidang pertanian. Berdasarkan ciri reproduksi sebagaipembeda utama, kingdom Chromista atau cendawan semu dan kingdom Fungi ataucendawan sejati dibagi dalam beberapa filum.Kingdom Chromista terdiri dari 2 filum yaitu Hyphochytridiomycota dan filumOomycota. Cendawan sejati terdiri atas 5 filum yaitu Chytridiomycota, filumZygomycota, filum Ascomycota, filum Basidiomycota dan form-filum Deuteromycota.Kingdom Chromista (Cendawan semu)Filum OomycotaOomycota atau cendawan air dikatakan sebagai cendawan yang memilikitelur. Oomycota merupakan cendawan yang tersusun atas hifa bercabang yangtidak bersekat. Polisakarida penyusun utama dinding selnya ialah selulosa, bukankitin seperi pada cendawan sejati.Oomycota berproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secaraaseksual dilakukan dengan cara pembentukan zoospora berflagel 2 di dalamzoosporangium pada ujung hifa. Zoospora akan tumbuh membentuk hifa-hifa baru.Sementara itu, reproduksi seksual dilakukan dengan cara peleburan sel telur haploiddengan inti sel darianteridium. Proses peleburan sel telur dan anteridium menghasilkan oospora yangdiploid. Setelah mengalami masa dorman, oospora berkecambah membentuk

Activity (26)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Savira Farah liked this
Riri Fajrin liked this
Bestania Putri liked this
Dede Suanti liked this
Dessy Ambar S liked this
Hanny Noor liked this
Saya Desastro liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->