Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
16Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 4 Las Paku Keling Dan Baut

Bab 4 Las Paku Keling Dan Baut

Ratings: (0)|Views: 2,506|Likes:
Published by Roni Nepology

More info:

Published by: Roni Nepology on Nov 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/03/2013

pdf

text

original

 
Praktikal konstruksi baja
4.S
AMBUNGAN LAS,BAUT DAN RIVET
4.1 Sambungan Las
Ketrampilan mengelas bukanlahhal yang baru dikenal, karena dike-tahui bahwa sejak 2000 tahunsebelum masehi manusia telah me-ngenal sistem “pengelasan” bahanlogam dengan teknik
forge
(pemu-kulan)
.
Pengelasan dilakukan dengancara yang masih primitif dimanapenyambungan logam dilakukan de-ngan pemanasan dan pemukulansampai kedua logam yang akandisambung tersebut menyatu.
Gambar 4.1 pengelasan sambungankolom
Pengelasan logam banyak dipakaipada pekerjaan fabrikasi, baik untukpekerjaan perawatan dan perbaikankomponen-komponen, maupun padapekerjaan struktur.Sebagaimana diketahui terdapatbanyak cara /metode untuk menyam-bung logam (keling dan baut) danpengelasan merupakan salah satumetode yang paling banyak digunakankarena relaltif lebih mudah dan cepatdalam pengerjaannya. Istilah penge-lasan sendiri dimaksudkan sebagaisebuah proses penyambungan logamdengan cara memanaskan keduakomponen logam yang akan disam-bung sampai mencapai suhu tem-peratur lelehnya dan menyebabkanbagian logam yang mencair menyatu.
Gambar 4.2 pengelasan komponenstruktur 
Walaupun teknik pengelasan ini telahdikenal sejak waktu lama, tetapi barubeberapa dekade saja manusiamemanfaatkannya sebagai bagiandari pekerjaan struktur bangunan dan jembatan. Adopsi teknik pengelasanuntuk pekerjaan struktur dalam bebe-rapa dekade tersebut memang sangatlambat, hal ini disebabkan banyakpara insinyur pada waktu yang laluberanggapan bahwa teknik penge-lasan memiliki dua kelemahan utamayakni :
penggunaanteknik pengelasan padasambungan-sambungan struktur bangunan maupun jem-batandapat memperlemah ke-DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
34
 
Praktikal konstruksi baja
mampuan kuat lelah
(fatiguestrength ) b
aja,
tidak mungkindapat dijaminbahwa semuahasilpengelasanakan berkualitastinggi tanpakeberadaankegiatanpemeriksaanyang ekstensidan mahal.
Gambar 4.3 pengelasan sambungankolom
Hasil pengujian para ahlimenyimpulkan bahwa alasan-alasantersebut sangat tidak valid, karenadibuktikan bahwa sambungan-sambu-ngan las mempunyai kemampuankuat lelah. Apalagi saat ini denganadanya peraturan-peraturan yangterkait dengan kualifikasi tukang las,penerapan teknik-teknik pengelasanserta penerapan sistem rekrutmentukang las yang jauh lebih baik. Dansaat ini para ahli bangunan telahmengakui dan memanfaatkan metodeini pada hampir semua pekerjaan-pekerjaan struktur.Beberapa keunggulan teknik penge-lasan untuk pekerjaan struktur antaralain adalah:
Lebihekonomis, karena denganmenggunakan metode penyam-bungan las ini akan menghilang-kan pemakaian komponen-komponen sambungan struktur seperti pelat sambungan, bautataupun paku keling, menghematpenggunaan tenaga kerja karenaseorang tukang las dapat meng-gantikan 4 orang tukang pakukeling dan hal ini akan meng-hemat biaya konstruksi sampai 15%.
Lingkupaplikasinya lebih luasdibandingkan metode sambunganbaut ataupun paku keling.Sebagai contoh untuk penyam-bungan kolom-kolom pipa akanlebih mudah menggunakan sam-bungan las dibandingkan lainnya.
Untuksambungan ujung struktur yangmemang direncanakan dapatmenerima momen tahanan yangbesar, sambungan las akan men- jadi pilihan utama karena lebihkaku.DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
35
 
Praktikal konstruksi bajaGambar 4.4 pengelasan siku-siku  pada beam
Dibandingkan dengan metode sambunganlainnya, penggunan teknikpengelasan akan memper- mudahperubahan desain dalamperencanaan dan pelaksanaanperbaikan terhadap kesalahanyang terjadi selama prosespendirian struktur bangunan.
Penggunaan komponen-kompo- nenstruktur menjadi lebih sedikit dandapat menghemat waktu dalammerancang detail, pekerja- anfabrikasi dan pelaksanaanpekerjaan strukturnya.
Relatif tidak menimbulkan suara yanggaduh selama pelaksanaanpekerjaan. Hal ini akan sangat me-nguntungkan jika pelaksanaanpekerjaan dekat dengan rumahsakit atau sekolah ataupun padaperkantoran yang sedang mereno-vasi bangunannya.
Gambar 4.5 Peralatan pendukung lasSMAW 
Sama halnya dengan ketrampilankejuruan lainnya, untuk dapatmenguasai ketrampilan mengelastidak hanya dengan mempelajariteorinya / membaca buku, tetapi jugadibutuhkan ketekunan berlatih dankemauan untuk mendapatkan penga-laman langsung mengerjakan pekerja-an sebenarnya.Untuk mencapai tujuan tersebut,belajar dari buku/ bahan ajar tentangmetode yang benar dan prosedur kerja untuk menyelesaikan suatupekerjaan akan merupakan modaldasar untuk menghindari terjadinyakesalahan-kesalahan yang terjadiakibat mengunakan metode coba-coba.
4.1.1Proses Pengelasan
Saat ini telah banyak ditemukanmetode-metode pengelasan yangdigunakan di dunia industri. Sepertiuntuk kondisi di negara Amerika Seri-kat,
 American Welding Societ(AWS)
, mengeluarkan daftar untukproses-proses pengelasan yangDIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
36

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->