Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
006-Ideologi-ideologi Dunia

006-Ideologi-ideologi Dunia

Ratings: (0)|Views: 941|Likes:
Published by Munawidiharjo
Syarah Nidhom Islam
Syarah Nidhom Islam

More info:

Published by: Munawidiharjo on Nov 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/29/2012

pdf

text

original

 
KEPEMIMPINAN BERPIKIR BAGIMANUSIABagian 1MAMPUKAH ISLAM MEMIMPINPEMIKIRAN MANUSIA ?
Pemaparan 
Selama perilaku manusia terkait dengan dorongan-dorongan fitrah yang diarahkan oleh pemikiran danpemahamannya, dan selama dorongan itu lahir dari adanyakebutuhan naluri dan jasmani, sementara itu pemikiran danpemahaman lahir dari kepuasaan akal, maka kepuasan dankebutuhan fisik inilah yang mengatur perilaku manusia, baiksebagai individu maupun kelompok.Adapun kebutuhan fisik--dengan segala bentuknya--tidak akan pernah berubah dan berganti pada diri manusiasebagai seorang manusia, meskipun penampakan dankekuatan pendorongnya berbeda-beda. Hal ini karenamenyesuaikan dengan pengaruh faktor internal ataueksternal yang ada pada manusia. Sementara itu, pemikirandan pemahaman akan berubah mengikuti bukti-bukti yangmenguatkan keyakinan sebelumnya atau perubahan padakeyakinan tadi.Adapun yang menjadi topik pembahasan kitasekarang adalah metode Islam dalam memimpin manusia.Metode ini membutuhkan adanya pengamatan terhadapbentuk-bentuk kelompok manusia dan faktor-faktor yangmempengaruhinya. Yaitu, sejauh mana kemajuan,kebenaran, dan kesesuaiannya dengan tingkat kemajuanhidup manusia.Sebelum membahas lebih jauh, terlebih dulu kita perlumembicarakan naluri yang ada pada manusia. Yaitu, naluribaqa’ (eksistensi diri), naluri seksual, dan naluri beragama.Setiap naluri mempunyai penampakan yang berbeda-beda.Naluri baqa’ terlihat saat manusia mempertahankan dirinya,membela tanah air dan tempat kelahirannya, keinginan
 
mendominasi orang lain, dan yang lainnya. Naluri seksualtampak pada kecenderungan seks antara laki-laki dan wanitadan rasa kasih sayang di dalam keluarga antara ayah, ibu,dan anak-anak. Naluri beragama terlihat pada keinginanmanusia untuk menyucikan, mengagungkan dan menyembahsesuatu, khusyu, berdoa, dan lain-lain.Naluri dan penampakannya ini terdapat pula padahewan. Kalau diperhatikan, kita akan memahami bahwanaluri baqa dan seksual ini ada pada makhluk hidup, baikpada manusia maupun pada yang lainnya. Kita jugameyakini adanya naluri ini karena mengimani firman AllahSwt.,
Tidakkah kamu tahu bahwasanya kepada-Nyabertasbih apa yang di langit dan di bumi, serta (juga) burungdengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telahmengetahui (cara) shalat dan tasbihnya, dan Allah MahaMengetahui apa yang mereka kerjakan” 
(QS an-Nuur [24]:41)
dan firman-Nya,
“Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Tak satu punkecuali bertasbih dan memuji-Nya, tetapi kamu sekaliantidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalahMaha Penyantun lagi Maha Pengampun” 
(QS al-Israa’ [17]:44)
.
Oleh karena itu, dorongan naluri dan kebutuhan jasmani itu merupakan dasar pertama yang menggerakkanmanusia untuk memenuhi kebutuhannya. Namun,pemenuhan itu tunduk pada pedoman, keyakinan, danpenerimaan akal yang menentukan cara pemenuhan, apakahmanusia akan melaksanakannya atau tidak. Setiap kalipemikiran itu benar, maju, dan sesuai dengan manusia, saatitu juga pengaturan dan arahan pemikiran terhadapdorongan naluri dan jasmani itu benar. Setiap kali pemikiranitu mundur dan manusia di atur oleh dorongan naluri, makadia mengalami kemunduran. Dalam pembahasan kitatentang ikatan kelompok manusia, maka kemunduranberpikir ini didapati pada manusia yang melakukan ikatandengan orang lain berdasarkan ajakan naluri baqa yangselalu ingin mempertahankan diri, mempertahankan tempatyang telah memelihara dirinya, dan negeri tempat dia hidup.Ikatan ini dinamakan Patriotisme (
rabithah wathaniyah
).Ikatan ini didapati pada manusia, hewan, dan burung. Ikatanini tampak apabila ada bahaya yang mengancam, sepertiserangan atau penjajahan terhadap negeri tempattinggalnya, dan akan hilang seiring dengan lenyapnya
 
ancaman tadi. Karena itu, ikatan seperti ini tidak layakdigunakan manusia karena akan mengakibatkankemunduran, serta semangat yang sesaat dan temporal.Ketika pemikiran yang mengarahkan dorongan naluridan jasmani ini bertambah sempit, yaitu tidak meliputiseluruh manusia, tetapi dibatasi oleh ikatan keluarga, suku,atau kaum, kemudian naluri baqa’--dengan penampakancinta kekuasaan--mengatur ikatan ini sehingga mendorongmanusia untuk menjadi pemimpin dalam keluarga, suku, atausuatu kaum tersebut. Hal itu karena mengikuti tingkatpemikiran yang ada padanya. Jika pemikiran tadi bertambah luas, maka keinginanuntuk berkuasa pun bertambah. Ketika ada kesempatanuntuk meluaskan pemikiran sempit ini, kekuasaan dankedaulatan suatu kaum terhadap kaum lainnya menjadi tidakmanusiawi. Saat itulah terbentuk ikatan Nasionalisme(
rabithah
 
qaumiyah
) di antara manusia yang didominasi olehhawa nafsu dan permusuhan. Tidak ada kemaslahatan yangtampak untuk manusia selama ikatan ini ada karena ikatanini bertumpu pada emosi naluri yang berubah-ubah dan tidakalami untuk menjadi pengikat di antara umat manusia.Adapun ketika pemikiran manusia tidak melihatpenyebab untuk mengikat manusia selain kemaslahatan,yaitu ketika ada maslahat bagi manusia dan juga bagi yanglain, maka saat itu ikatan tersebut terbentuk. Namun, ketikamaslahat ini hilang, hilang pula ikatan tersebut. Karena itu,sesungguhnya ikatan ini akan menyebabkan kelompokmanusia itu cerai-berai dan terpisah, bahkan menghilangkanbentuk-bentuk kerja sama dan akan menimbulkan perbedaankepentingan di antara para anggotanya.Hal itu terlihat pada kelompok-kelompok yang ada saatini di Barat dan Soviet yang dikuasai oleh pemikiran-pemikiran maslahat, mereka sangat berambisi untukmenjadikan kepentingan (maslahat) ini dikaitkan denganideologi yang mengatur masyarakat. Belum hilang dariingatan kita, bagaimana ikatan ini telah menghancurkanumat manusia karena penjajahan dan perampasan sumberdaya alam yang digerakkan oleh naluri baqa’ yang bergelora.Walhasil, ikatan ini tidak layak untuk menghimpun manusia,bahkan membahayakan karena kita juga tidak lupa, nalurilahsebenarnya yang bermain di dalamnya.Apabila naluri beragama--dengan kecenderunganmengagungkan dan menyembah--dibiarkan berjalan sendiri,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->