Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TAFSIR BISMILLAH ;Seri Hermenutika

TAFSIR BISMILLAH ;Seri Hermenutika

Ratings: (0)|Views: 500 |Likes:
Published by Awir Husni

More info:

Published by: Awir Husni on Nov 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2013

pdf

text

original

 
TAFSIR HERMENUTIKA:Analisis Ayat Basmalah Dengan Kerangka F.d Saussure { 1
}
 
TAFSIR HERMENUTIKA
ANILISIS AYAT BASMALAH [QS.AL-FATIHAH(1):1]Menggunakan Pendekatan Linguistik Strukturalisme F. de SaussureTUGAS DALAM MATA KULIAHFISLAFAT BAHASA :Teori-teori Semiotik & Linguistik Bimbingan DR. Phil. Sahiron, MAOleh : Munawir HusniNIM : 10.213.005
JURUSAN AGAMA & FILSAFAT KOSENTRASI AL-QURANHADITSPROGRAM PASCASARJANASTATE ISLAMIC UNIVERSITY SUNAN KALIJAGA(UIN) YOGYAKARTA 2010 / 2011
 
TAFSIR HERMENUTIKA:Analisis Ayat Basmalah Dengan Kerangka F.d Saussure { 2
}
 
A.
 
PENDAHULUAN
Sengaja saya memberikan pendahuluan ini, dengan maksud memberikan penjelasansecara klarifikatif mengenai konteks kompleksitas releventatif dari teori yang kamigunakan_
dalam hal ini adalah “Hermenutika Pasca
-
Strukturalisme” dengan memakai
Ling
uistik Strukturalisme” yang dikembangkan Ferdinan de Saussure.
 Sebagaimana kita ketahui bahwa, metodologi aplikatif mainstream yang digunakan
 para mufassir meliputi “
Tahlily
”(„analitis
),
 Ijmaly
”(
global),
 Muqaran
”(
perbandingan),dan
Maudhu‟ 
i
”(
tematik), sebenarnya juga masih memerlukan teknik operasionalitatif.Oleh karna itu, rancangan Linguistik Struktural yang dimotori Ferdinan de Saussure yangkemudian dikembangkan Bloomfield dan sebagainya, dapat dijadikan sebagai alternatif dalam menafsirkan ayat-aya
t Alqur‟an.
Misalnya mulai dari teknik Substitusi(ganti), teknik Ekspansi(perluas), teknik Intrupsi(sisip), teknik Delisi(lesap), dan teknik Permutasi. Inilahyang kemudian kami coba untuk kami aplikasikan secara hirarki berdasarkan sinkrondengan pendekatan yang digunakan dalam hal ini adalah Linguistik Strukturalisme F.DSaussure.
B.
 
PENDEKATAN DAN METODOLOGI
Sebagaimana yang kami ulaskan di atas, proses penafsiran ini menggunakan teoriLingusitik Strukturalisme yang oleh Sahiron menyebutnya bagian dari Hermenutika yangtergabung dalam aliran Subyektif:pasca Strukuralisme
1
. Dalam hal ini kami akanmenguraikan sedikit cara kerja dari pendekatan yang dipakai.1.
 
Metode Dan Tehnik 
2
 Metode dalam ilmu pengetahuan adalah cara yang bersistem untuk memudahkanpelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditemukan. Sistem merupakansuatu susunan yang berfungsi dan bergerak; ilmu memiliki objek yang dapat dikaji secarasistematis
3
. Metode berarti cara yang harus dilaksanakan dan teknik adalah caramelaksanakan metode. Sebagai cara, kesejatian teknik ditentukan adanya oleh alat yangdipakai
4
.
1
Sahiron Syamsuddin
 Hermenutika Dan Pengembangan Ulumul Quran
(Yogyakarta:PesantrenNawesea Press,cet.I,2009),hlm.63
2
Metode dan teknik adalah dua istilah yang digunakan untuk menunjukkan dua konsep yangberbeda tetapi berhubungan langsung satu sama lain.
3
Fatimah Djajasudarma
 Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian
.
(Bandung:Eresco,993),hlm.57
4
Sudaryanto
 Metode Linguistik: Ke Arah Memahami Metode
(Yogyakarta:Duta Wacana UniversityPress,1992),hlm.9
 
TAFSIR HERMENUTIKA:Analisis Ayat Basmalah Dengan Kerangka F.d Saussure { 3
}
 
2.
 
Bentuk metodeBentuk yang dimaksud adalah Linguistik Strukturalisme F.de Saussure. Dimanametode ini sebenarnya merupakan bentuk perlawanan terhadap metode yang padaumumnya dipakai di dalam linguistik tradisional. Karena cara bekerjanya berdasarkanlogika yang bersifat spekulatif, maka metode tersebut ditentang habis-habisan olehlinguistik struktural. Tujuan yang dinginkan adalah menganalisis sistem bahasa ataukeseluruhan kaidah yang bersifat mengatur di dalam bahasa berdasarkan perilaku atau ciri-ciri khas kebahasaan satuan-satuan lingual tertentu.3.
 
Tehnik Beberapa tehnik yang umumnya dipakai dalam Linguistik Strukturalisme adalahberupa: a).
„Ultimate Constituent Analysis‟ 
(UCA): Teknik Urai Unsur Terkecil
5
, b).
„Immediate Constituent Analysis‟ 
(ICA):Teknik Pilah Unsur Langsung
6
, c). Teknik Lesap(delisi)
7
, d). Teknik Ganti (substitusi)
8
, e). Teknik Perluas (ekspansi)
9
, f). Teknik Sisip(interupsi)
10
, g). Teknik Balik (permutasi)
11
. Inilah sejumlah tehnik yang akan coba kamioprasinolkan dalam ayat Basmalah. Dan sebelum dilakukan analisa, akan dilakukanidentifikasi ayat yang memuat status ayat, asbabu nuzul dan muatan lainnya yang perludipaparkan. Barulah kemudian dilakukan penafsiran secara hermenutik denganmenggunakan Linguistik Strukturalisme F.D Saussure melalui beberapa langkah yangdisebut di atas. Namun dalam hal ini, akan dilakuakn beberapa tehnik saja dalam arti tidak menerapkan ke-7 tehnik tersebut secara keseluruhan dalam bagian ayat.
5
Ini dimaksudkan untuk mengurai suatu satuan lingual tertentu atas unsur-unsur terkecilnya. Unsur
terkecil yang mempunyai makna biasanya disebut “morfem”. Dalam bahasa Arab unsur terkecil biasa disebut
dengan istilah
harf.
 
6
Teknik ini berdekatan dengan teknik urai unsur terkecil, yaitu memilah atau mengurai suatukonstruksi tertentu (morfologis atau sintaksis) atas unsur-unsur langsungnya.
7
Teknik delisi adalah suatu unsur atau suatu satuan lingual yang menjadi unsur dari sebuahkonstruksi (morfologis atau fraseologis) dilesapkan atau dihilangkan serta akibat-akibat struktural apa yangterjadi dari pelesapan itu.
8
Teknik ganti (substitusi) yaitu menyelidiki adanya kepararelan atau kesejajaran distribusi antarasatuan lingual atau antara bentuk linguistik yang satu dengan satuan lingual lainnya.
9
Teknik perluas adalah teknik memperluas satuan lingual tertentu (yang dikaji atau yang dibahas)
dengan “unsur” satuan lingual tertentu baik perluasan ke kiri atau ke kanan. Teknik berguna untuk: (a)
mengetahui identitas satuan lingual tertentu, dan (b) mengetahui seberapa jauh satuan lingual yang dikaji itudapat diperluas baik ke kiri maupun ke kanan.
10
Teknik sisip adalah kemungkinannya menyisipkan suatu unsur atau satuan lingual tertentuterhadap suatu konstruksi yang sedang kita analisis.
11
Teknik balik ialah kemungkinannya unsur-unsur (langsung) dan sebuah satuan atau konstruksi(morfologis atau fraseologis) dibalikkan urutannya. Teknik ini bertujuan menguji tingkat keketatan relasiantar unsur (langsung) suatu konstruksi atau satuan lingual tertentu.

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
hamjawi.82 liked this
Namura Azzahra liked this
Arya Zain liked this
Aniz Uniefa liked this
Ashree Kacung liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->