Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pa to Genesis, Histopatologi Dan Klasifikasi Meningioma

Pa to Genesis, Histopatologi Dan Klasifikasi Meningioma

Ratings: (0)|Views: 76 |Likes:
Published by Nita Andriyani

More info:

Published by: Nita Andriyani on Nov 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

 
Patogenesis, Histopatologi, dan Klasifikasi Meningioma
Seperti banyak kasus neoplasma lainnya, masih banyak hal yang belumdiketahui dari meningioma. Tumor otak yang tergolong jinak ini secarahistopatologis berasal dari sel pembungkus arakhnoid (
arakhnoid cap cells
) yangmengalami granulasi dan perubahan bentuk.
1
Patofisiologi terjadinya meningioma sampai saat ini masih belum jelas.Kaskade eikosanoid diduga memainkan peranan dalam
tumorogenesis
danperkembangan edema peritumoral.
2
 Etiologi tumor ini diduga berhubungan dengan genetik, terapi radiasi danhormon sex, infeksi virus dan riwayat cedera kepala. Sekitar 40-80% tumor inimengalami kehilangan material genetik dari lengan panjang kromosom 22, padalokus gen neurofibromatosis 2 (NF2). NF2 merupakan gen supresor tumor pada22Q12, ditemukan tidak aktif pada 40% meningioma sporadik. Pasien denganNF2 dan beberapa non-NF2 sindrom familial yang lain dapat berkembangmenjadi meningioma multiple, dan sering terjadi pada usia muda. Disamping itu,deplesi gen yang lain juga berhubungan dengan pertumbuhan meningioma.
1,3,4,5,6
Terapi radiasi juga dianggap turut berperan dalam genesis meningioma.Bagaimana peranan radiasi dalam menimbulkan meningioma masih belum jelas.Pasien yang mendapatkan terapi radiasi dosis rendah untuk tinea kapitis dapatberkembang menjadi meningioma multipel di tempat yang terkena radiasi padadekade berikutnya. Radiasi kranial dosis tinggi dapat menginduksi terjadinyameningioma setelah periode laten yang pendek.
1,3,7
Meningioma juga berhubungan dengan hormon seks dan seperti halnya faktor etiologi lainnya mekanisme hormon sex hingga memicu meningioma hingga saatini masih menjadi perdebatan. Pada sekitar 2/3 kasus meningioma ditemukanreseptor progesteron.
3,4,8
Tidak hanya progesteron, reseptor hormon lain jugaditemukan pada tumor ini termasuk estrogen, androgen, dopamine, dan reseptor untuk
 platelet derived growth factor.
Beberapa reseptor hormon sexdiekspressikan oleh meningioma. Dengan teknik imunohistokimia yang spesifikdan teknik biologi molekuler diketahui bahwa estrogen diekspresikan dalamkonsentrasi yang rendah. Reseptor progesteron dapat ditemukan dalam sitosoldari meningioma. Reseptor somatostatin juga ditemukan konsisten padameningioma.Pada meningioma multiple, reseptor progesteron lebih tinggi dibandingkanpada meningioma soliter.
9
Reseptor progesteron yang ditemukan padameningioma sama dengan yang ditemukan pada karsinoma
mammae
. Jacobsdkk (10) melaporkan meningioma secara bermakna tidak berhubungan dengankarsinoma
mammae
, tapi beberapa penelitian lainnya melaporkan hubungankarsinoma mammae dengan meningioma.
8
 Meningioma merupakan tumor otak yang pertumbuhannya lambat dantidak menginvasi otak maupun medulla spinalis
6,7
. Stimulus hormon merupakanfaktor yang penting dalam pertumbuhan meningioma. Pertumbuhan meningiomadapat menjadi cepat selama periode peningkatan hormon, fase luteal pada siklusmenstruasi dan kehamilan.
8
 
Trauma dan virus sebagai kemungkinan penyebab meningioma telahditeliti, tapi belum didapatkan bukti nyata hubungan trauma dan virus sebagaipenyebab meningioma.
1
Philips et al melaporkan adanya sedikit peningkatankasus meningioma setelah trauma kepala pada populasi
western Washingtonstate
.
11
Secara histologis, meningioma biasanya berbentuk globuler dan meliputidura secara luas. Pada permukaan potongan, tampak pucat translusen ataumerah kecoklatan homogen serta dapat seperti berpasir. Dikatakan atipikal jikaditemukan proses mitosis pada 4 sel per lapangan pandang elektron atauterdapat peningkatan selularitas, rasio
small cell 
dan nukleus sitoplasma yangtinggi,
uninterupted patternless
dan
sheet-like growth
. Sedangkan padaanaplastik akan ditemukan peningkatan jumlah mitosis sel, nukleapleomorphism, abnormalitas pola pertumbuhan meningioma dan infiltrasiserebral. Imunohistokimia dapat membantu diagnosis meningioma. Pada pasiendengan meningioma, 80% menunjukkan adanya epithelial membrane antigen(EMA) yang positif. Stain negatif untuk anti-Leu 7 antibodi (positif padaSchwannomas) dan
glial fibrillary acidid protein
(GFAP). (Red/
Herlyani
)Tabel.1 Klasifikasi Meningioma menurut WHO
3
Low risk of Recurrence and Aggressive GrowthGrade IMeningothelial meningiomaFibrous (fibroblastic) meningiomaTransitional (mied) meningiomaPsammomatous MeningiomaAngiomatous meningiomaMycrocystic meningiomaLymphoplasmacyte-rich meningiomaMetaplastic meningiomaSecretory meningiomaGreater Likelihood of Recurrence, Aggressive behavior, or any Type with a HighProliferative IndexGrade IIAtypical meningiomaClear cell meningioma (Intracranial)Choroid meningiomaGrade IIIRhabdoid meningiomaPapillary meningiomaAnaplastic (malignant) meningioma

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->