Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENDAHULUAN (Teknik Okulasi)

PENDAHULUAN (Teknik Okulasi)

Ratings: (0)|Views: 368 |Likes:
Published by Bobex Dona

More info:

Published by: Bobex Dona on Nov 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

 
1
I. PENDAHULUANA.Latar belakang
Tanaman karet (
 Hevea brasilliensis
(wild) Muell. Arg). Termasuk familieuphorbeaceae yaitu tanaman getah-getahan. Karet merupakan salah satu komoditasekspor bagi indonesia dan merupakan salah satu hasil pertanian terkemuka. Karna banyak menunjang perekonomian negara dan menghasilkan devisa yang cukup besar.Perkebunan karet di Sumatera Selatan mempunyai peranan yang sangat strategiskarena provinsi ini merupakan daerah penghasil utama karet alam di Indonesiadimana pada tahun 2003 seluas 880.124 ha dan total produksi 628.801 ton atau 35,66% dari produksi karet Indonesia dan pada tahun 2005 meningkat menjadi 944.616 hadan total produksi 688.404 ton atau 45,36 % dari produksi karet Indonesia.Kontribusi karet terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) SumateraSelatan sebesar Rp 2.861 juta atau 10,61 % dari total PDRB tanpa migas SumateraSelatan. Volume ekspor karet Sumatera Selatan sebesar 527,37 juta ton yangmerupakan masukan devisa negara sebesar US $ 618,2 juta atau 73,66 % dari ekspor komoditi perkebunan Sumatera Selatan. Selain itu perkebunan karet sebagai sumber  pendapatan dan penghidupan sekitar 700 ribu rumah tangga dan 100 ribu karyawan perusahaan perkebunan yaitu sekitar 3,2 juta jiwa atau 47,8 % dari total penduduk Sumatera Selatan. (Pemerintah provinsi sumatera selatan, 2005).1
 
2Menurut Soewitooetomo dan Setiono (1981), pemerintah telah lama brusahauntuk meningkatkan produksi kebun karet rakyat dengan menggunakan bahan tanamokulasi klon unggul. Kenyataannya blum memberi hasil sperti yang di harapkan halini di sebabkan belum tersedia bahan tanam asal bibit okolasi unggul yang cukup,untuk memecahkan masalah tersebut, kemungkinnan adalah memanfaatkan bijiklonal yang terdapat di daerah-daerah perluasan untuk di gunakan sebagai batang bawah yang secara teknis mudah di kombinasikan dengan batang atas.Karet Indonesia sebagian besar berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan.Luas area perkebunan karet tahun 2005 tercatat mencapai lebih dari 3.2 juta ha yangtersebar di seluruh wilayah Indonesia. Diantaranya 85% merupakan perkebunankaret milik rakyat, dan
hanya 7%
 perkebunan besar negara serta 8% perkebunan besar milik swasta (Anwar, 2008).Tanaman karet termasuk golongan tanaman yang menyerbuk silang, sehinggaketurunan yang di hasilkan akan menunjukan berbagai variasi baik dalam pertumbuhan dan produksi. Oleh karna itu, tanaman karet perlu di perbanyak secaravegetatif dengan cara okolasi (Nazarudin dan Paimin 2005). Jenis bibit yang umumdi pakai untuk penanaman karet adalah stum mata tidur (Amypalupy, 1987). Selainitu ada dua jenis yaitu stum mini dan stum tinggi. (Tim penulis ps, 2009).Tanaman. Yang di perbanyak melalui okulasi, membutuhkan batang bawahdan atas, bibit batang bawah berupa tanaman semaian dan biji-biji klon anjuran,sedangkan untuk batang atas berasal dari mata klon-klon anjuran. Untumendapatkan bibit yang bertmutu baik perlu mempersiapkan kebun batang bawah
 
3dan kebun batang atas (entres) yang dibangun sesuai dengan standar yang dianjurkan,mulai dari pemilihan lokasi sampai dengan pengelolaannya. Setelah membangunkebun batang bawah dan kebun batang atas (entres) dapat dilakukan okulasi denganmenempelkan mata dari entres dengan tujuan untuk mendapatkan sifat unggul. Hasilokulasi akan diperoleh bahan tanam (bibit) karet unggul seperti stum mata tidur, stummini, stum tinggi dan bibit dalam polybag, namun yang sering digunakan oleh petaniadalah bibit stum mata tidur dan bibit dalam polybeg. (Materi Pelatihan Agribisnis bagi KMPH, 2010).Besarnya penggunaan bibit bermutu tinggi sudah merupakan keharusan bagiusaha perkebunan karet. Untuk memperoleh keunggulan kompetitif walaupun bibitmerupakan investsi relatif kecil tetapi danpaknya terhadap produktifitas cukup besar, bibit merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan kebun.
B.tujuan praktek kerja lapangan
1.Bertujuan untuk mempelajari, memahami dan menguasai teknik-teknik okulasi dan pemanenan entres guna menambah ilmu pengetahuan dalam bidang pertanian agar bisa di terapkan dalam lingkungan kerja.2.Menganalisis berbagai permasalahan di lapangan dan merumuskan pemecahan dari permasalahan tersebut.

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Anita We liked this
Tanti Willian liked this
Pratiwi R liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->