Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
16Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Perancangan Pembelajaran

Pengertian Perancangan Pembelajaran

Ratings: (0)|Views: 3,304|Likes:
Published by Dedi Mukhlas

More info:

Published by: Dedi Mukhlas on Nov 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/15/2013

pdf

text

original

 
Sumber:http://alansviking.blogspot.com/2009/12/apengertian-perencanaan-pembelajaran.html
 www.kotepoke.org| Dedi Mukhlas | Teknologi Pendidikan | 11/9/2011 1
PENGERTIAN PERANCANGAN PENGAJARAN
Berdasarkan pengertian perencanaan pembelajaran di muka dapat ditarik suatu benangmerah, bahwa perencanaan pembelajaran adalah sebagai kegiatan yang terus menerus danmenyeluruh, dimulai dari penyusunan suatu rencana, evaluasi pelaksanaan, dan hasil yang dicapaidari tujuan yang sudah ditetapkan. Dalam praktiknya, terdapat beberapa prinsip perencanaan pembelajaran yang harus diperhatikan sehingga proses belajar mengajar (PBM) di kelas dapatdilaksanakan secara efektif. Beberapa prinsip perencanaan pembelajaran, menurut Sagala (2003),terdiri atas:1)
 
Menetapkan apa yang akan dilakukan oleh guru, kapan dan bagaimana cara melakukannyadalam implementasi pembelajaran2)
 
Membatasi sasaran atas dasar tujuan intruksional khusus dan menetapkan pelaksanaan kerjauntuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target pembelajaran.3)
 
Mengembangkan alternatif-alternatif yang sesuai dengan strategi pembelajaran.4)
 
Mengumpulkan dan menganalisis informasi yang penting untuk mendukung kegiatan pembelajaran.5)
 
Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pembelajaran kepada pihak yang berkepentingan.Jika prinsip-prinsip ini terpenuhi, secara teoretik, perencanaan pembelajaran itu akan dapatmencapai tujuan sesuai skenario yang telah disusun. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Mulyasa(2003) bahwa:1)
 
Kompetensi yang dirumuskan dalam perencanaan pembelajaran harus jelas, makin konkritkompetensi makin mudah diamati, dan makin tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukanuntuk membentuk kompetensi tersebut.2)
 
Perencanaan pembelajaran harus sederhana dan fleksibel, serta dapat dilaksanakan dalamkegiatan pembelajaran, dan pembentukan kompetensi siswa3)
 
Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam perencanaanpembelajaran harusmenunjang, dan sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan.4)
 
Perencanaaan pembelajaran yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh, serta jelas pencapaiannya.
 
Sumber:http://alansviking.blogspot.com/2009/12/apengertian-perencanaan-pembelajaran.html
 www.kotepoke.org| Dedi Mukhlas | Teknologi Pendidikan | 11/9/2011 2
Terkait dengan pendapat di atas, Oemar Hamalik (1980) mengemukakan tentang dasar-dasar  perencanaan pembelajaran, sebagai berikut:1)
 
Rencana yang dibuat harus disesuaikan dengan tersedianya sumber-sumber.2)
 
Organisasi pembelajaran harus senantiasa memperhatikan situasi dan kondisi masyarakatsekolah.3)
 
Guru selaku pengelola pembelajaran harus melaksanakan tugas dan fungsinya dengan penuhtanggung jawab.4)
 
Faktor manusia selaku anggota organisasi senantiasa dihadapkan pada keserbaterbatasan.Lebih lanjut Oemar Hamalik (1980) juga mengemukakan bahwa kegiatan perencanaan yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:1)
 
Rencana adalah alat untuk memudahkan mencapai tujuan.2)
 
Rencana harus dibuat oleh para pengelola atau guru yang benar-benar memahami tujuan pendidikan, dan tujuan organisasi pembelajaran.3)
 
Rencana yang baik, jika guru yang membuat rencana itu memahami dan memiliki keterampilanyang mendalam tentang membuat rencana.4)
 
Rencana harus dibuat secara terperinci.5)
 
Rencana yang baik jika berkaitan dengan pemikiran dalam rangka pelaksanaannya.6)
 
Rencana yang dibuat oleh guru harus bersifat sederhana.7)
 
Rencana yang dibuat tidak boleh terlalu ketat, tetapi harus fleksibel (luwes).Dalam rencana,khususnya rencana jangka panjang, perlu diperhitungkan terjadinya pengambilan resiko.8)
 
Rencana yang dibuat jangan terlalu ideal, ambisius, sebaiknya lebih praktis pragmatis.9)
 
Sebaiknya rencana yang dibuat oleh guru juga memiliki jangkauan yang lebih jauh, dapatdiramalkan keadaan yang mungkin terjadi.Dengan demikian, kendatipun mungkin tidak semua persyaratan di atas dapat dilaksanakandengan baik, namun dengan kesiapan perencanaan yang matang permasalahan teknis akan dapatdiatasi, dengan guru yang mengatur skenario pembelajaran yang efektif di kelas sesuai denganrencana.Berdasarkan uraian di atas, maka perencanaan pembelajaran itu harus dapatmengembangkan berbagai kemampuan yang dimiliki siswa secara optimal, mempunyai tujuan yang jelas dan teratur serta dapat memberikan deskripsi tentang materi yang diperlukan dalam mencapaitujuan pembelajaran seperti yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
 
Sumber:http://alansviking.blogspot.com/2009/12/apengertian-perencanaan-pembelajaran.html
 www.kotepoke.org| Dedi Mukhlas | Teknologi Pendidikan | 11/9/2011 3
1)
 
Menetapkan apa yang akan dilakukan oleh guru.2)
 
Membatasi sasaran berdasarkan kompetensi (tujuan) yang hendak dicapai.Mengembangkan alternatif-alternatif pembelajaran yang akan menunjang kompetensi (tujuan)yang telah ditetapkan.
A. Pengertian perencanaan pembelajaran
Perencanaan penting untuk pembelajaran di Sekolah Dasar karena memungkinkan siswadiberi kesempatan terbaik untuk memperoleh kemajuan dalam perkembangan dan belajar. Gurudapat memahami peranannya dan tugas-tugas yang harus dicapai siswa untuk berkembang dan belajar. Guru menyediakan sumber sumber belajar untuk mendukung proses belajar.Perencanaan adalah proses penetapan dan pemanfaatan sumber daya secara terpadu yangdiharapkan dapat menunjang kegiatan-kegiatan dan upaya-upaya yang akan dilaksanakan secaraefisien dan efektif dalam mencapai tujuan. Dalam hai ini Roger A. Kaufman (Harjanto 1997:2)mengemukakan bahwa “Perencanaan adalah proyeksi (perkiraan) tentang apa yang diperlukandalam rangka mencapai tujuan asbah dan nilai. Perencanaan sering juga disebut sebagai jembatanyang menghubungkan kesenjangan atau jurang antara keadaan masa kini dan keadaan yangdiharapkan terjadi pada masa yang akan datang.Perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan. Perencanaanmendahului pelaksanaan, mengingat perencanaan merupakan suatu proses untuk menentukankemana harus pergi dan mengidentifikasikan persyaratan yang diperlukan dengan cara yang palingefektif dan efisien. Berpangkal dari pemahaman tersebut, maka perencanaan mengandung enam pokok pikiran yaitu :1)
 
1.Perencanaan melibatkan proses penetapan keadaan masa depan yang diinginkan.2)
 
2.Keadaan masa depan yang diinginkan itu kemudian dibandingkan dengan keadaan sekarang,sehingga dapat dilihat kesenjangannya.3)
 
3.Untuk menutup kesenjangan itu perlu dilakukan usaha-usaha.4)
 
4.Usaha yang dilakukan untuk menutup kesenjangan itu dapat beranekaragam dan merupakanalternatif yang mungkin ditempuh.5)
 
5.Penilaian alternatif yang paling baik, dalam arti mempunyai efektifitas dan efisiensi yang paling tinggi perlu dilakukan.6)
 
6.Alternatif yang paling tinggi perlu diperinci sehinggan menjadi pedoman dalam pengambilankeputusan apabila akan dilaksanakan.

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Gunadi P liked this
Azka Zaya liked this
Riiskaa Aninn liked this
Nuris Hidayat liked this
ClaRa SaDja Lah liked this
Lisee Ismaya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->