Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
RENVOI Hkm Perdata Internasional

RENVOI Hkm Perdata Internasional

Ratings: (0)|Views: 241 |Likes:
Published by Arif Rahman

More info:

Published by: Arif Rahman on Nov 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/04/2014

pdf

text

original

 
RENVOI
Dalam keberagaman sistem hukum di dunia, dikenal 2 asas, yakni asas nasionalitas danasas domisili. Masalah renvoi (penunjukan kembali) kemudian muncul sebagai akibatdari perbenturan asas tersebut. Pertanyaan yang juga bisa timbul terkait masalah renvoiini adalah soal kualifikasi. Apakah hukum yang nanti diberlakukan itu adalah hukumintern ataukah HPI di Indonesia, atau mungkinkah hukum intern atau HPI dari negara lainyang diberlakukan.Selain itu, penerapan untuk kasus yang bisa dianggap serupa juga timbul perbedaan.Penerapan berbeda itu karena pada beberapa negara juga tidak semuanya menerimarenvoi ini. Dengan kata lain, sejumlah negara memiliki kecenderungan menolak renvoi.Untuk itu kita harus bisa mengetahui negara mana yang memiliki kecondongan menerimadan mana pula yang punya kecenderungan menolak. Untuk Indonesia, pada beberapa praktek administratif ternyata telah menunjukkan bahwa negeri ini telah menerimarenvoi. Berikut keberadaan renvoi di sejumlah negara:1. PerancisDiketahui sejak ada peristiwa Forgo, menunjukkan bahwa di Perancis telah menerimaRonvoi, namun sejumlah pengamat menyebutkan bahwa ada kecondongan renvoi ditolak di negara ini.2. ItaliaUmumnya renvoi ditolak. Pengaruh teori Mancini menunjukkan bahwa di Italia adahasrat melindungi diri dari HPI asing.3. JermanJerman memiliki kecondongan ke arah penerimaan.4. SwissSecara tegas, tidak ada aturan tentang renvoi tetapi memiliki kecenderungan ke arah penerimaan.5. NederlandMenurut yurisprudensinya, umumnya renvoi ditentang tetapi di sana-sini tetap ditemukankeputusan yang dianggap menyimpang.6. Negara Asia-AfrikaDiantaranya yang menerima atau mengakui keberadaan renvoi yakni Tiongkok, Thailand,dan Jepang. Sedang Mesir menolak, karena dalam Code Civil Mesir tahun 1948dinyatakan bahwa penunjukan pada hukum asing dianggap penunjukan kepada kaidahintern materil dan kaidah HPI asing dikesampingkan.7. Negara-negara Anglo SaxonSeperti Inggris, ada kecenderungan kea rah penerimaan.8. Amerika SerikatTak ada aturan tertulis. Tapi ada kecondongan menolak. Terkecuali persoalan yang
 
 berkenaan dengan titel tanah diatur dimana tanah itu terletak, termasuk kaidah HPInegara bersangkutan. Pun tentang sahnya perceraian, ini ditentukan domisili para pihak termasuk kaidah HPI-nya.9. Negara-negara sosialisAda kecenderungan menerima misalnya saja di Moscow.Berikut ini beberapa contoh kasus yang dapat dikategorikan berkenaan masalah renvoi:- Kasus in re Annesley (Davidson v. Annesley tahun 1926)Annesley seorang wanita berkewarganegaraan Inggris (British subject). Ia meninggal diPerancis tahun 1924. Sehingga menurut hukum Inggris, domisilinya adalah di Perancis.Tahun 1919, wanita ini telah membuat surat wasiat dalam bentuk hukum Inggris. Dalamsuratnya, sedemikian rupa dibuat sehingga anak lelakinya harus kehilangan hak warisnya.Di Inggris ini dibolehkan. Sedang di Perancis dikenal legitima portio bahwa sang anak sekurang-kurangnya menerima sepertiga bagian dari harta warisan.Lantas hukum yang mana yang akan digunakan, apakah dari Inggris atau Perancis?Menurut hukum bersangkutan, maka kasus ini melihat dari domisili wanita tersebut. Olehkarena itu, hukum Perancis yang harus digunakan. Sedang dalam hukum Perancis, asasyang digunakan adalah asas nasionalitas. Maka hukum yang berlaku dari warga negaraasing adalah hukum negaranya, dalam hal ini Inggris. Tetapi dari Inggris menunjuk kembali kepada hukum Perancis yaitu hukum domisili.Lalu setelah Perancis menerima renvoi ini, apakah kemudian hukum intern Perancis yangakan digunakan? Hakim lalu menyelidiki HPI Perancis soal renvoi. Dan kemudianmenurut hakim ini, kasus tersebut akan memakai hukum intern Perancis. Oleh karena itu,hakim Russel yang mengadili perkara juga menggunakan hukum intern Perancis.Berdasarkan itu, maka wewenang dari Annesley untuk membuat surat wasiat harusdibatasi.- Kasus in re Ross (Ross v. Waterfield)Janet Anne Ross, wanita berkewarganegaraan Inggris. Meninggal di Italia tahun 1927.Ketika ia meninggal, maka diketahui menurut hukum Inggris, domisilinya adalah diItalia. Ia telah hidup di Florence sejak tahun 1888, yakni tahun dimana ia membeli sebuahrumah besar nan mewah yang terkenal dengan nama Poggio Gherardi. Tahun 1902,suaminya meninggal terlebih dahulu. Tidak ada kesangsian bahwa keduanya meninggaldengan domisili di Italia. Sewaktu Janet meninggal di tahun 1927, barulah suratwasiatnya dipersoalkan. Dalam semua wasiatnya, harta kekayaannya jatuh kepadatergugat Caroline Lucy Isabel Waterfield, sedangkan kepada anak laki-lakinya tidak diwariskan apa-apa.Penggugat mengklaim bahwa dirinya berhak atas ½ benda tak bergerak di Italia dan ½ benda tidak bergerak yang berada di wilayah manapun. Dalam hukum Italia juga dikenal

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Dewi Mulyani liked this
Usoy Loh liked this
Darma Zendrato liked this
Paksi Seto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->