Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Hiburan

Hukum Hiburan

Ratings: (0)|Views: 385|Likes:
Published by Saifullah Can

More info:

Published by: Saifullah Can on Nov 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/23/2012

pdf

text

original

 
4.3 Tentang Hiburan
ISLAM adalah agama realis, tidak tenggelam dalam dunia khayal dan lamunan.Tetapi Islam berjalan bersama manusia di atas dunia realita dan alam kenyataan.Islam tidak memperlakukan manusia sebagai Malaikat yang bersayap dua, tigadan empat. Tetapi Islam memperlakukan manusia sebagai manusia yang sukamakan dan berjalan di pasar-pasar.Justru itu Islam tidak mengharuskan manusia supaya dalam seluruhpercakapannya itu berupa zikir, diamnya itu berarti berfikir, seluruhpendengarannya hanya kepada al-Quran dan seluruh senggangnya harus di masjid.Islam mengakui fitrah dan instink manusia sebagai makhluk yang dicipta Allah, dimana Allah membuat mereka sebagai makhluk yang suka bergembira, bersenang-senang, ketawa dan bermain-main, sebagaimana mereka dicipta suka makan danminum.
4.3.1 Sekedarnya Saja
Meningkatnya rohani sebagian para sahabat, telah mencapai puncak di manamereka beranggapan, bahwa kesungguhan yang membulat dan ketekunanberibadah, haruslah menjadi adat kebiasaannya sehingga mereka harusmemalingkan dari kenikmatan hidup dan keindahan dunia, tidak bergembira dantidak bermain-main. Bahkan seluruh pandangannya dan fikirannya hanya tertujukepada akhirat melulu dengan seluruh isinya, serta jauh dari dunia dengankeindahannya.Marilah kita dengarkan kisah seorang sahabat yang mulia, namanya Handhalah al-Asidi, dia termasuk salah seorang penulis Nabi. Ia menceriterakan tentang dirinyakepada kita sebagai berikut. Satu ketika aku bertemu Abubakar, kemudianterjadilah suatu dialog:Abubakar: Apa kabar, ya Handhalah?Aku: Handhalah berbuat nifaq!Abubakar: Subhanallah, apa katamu?Aku: Bagaimana tidak! Aku selalu bersama Rasulullah s.a.w., ia menuturkankepadaku tentang Neraka dan Sorga yang seolah-olah Sorga dan Neraka itu sayalihat dengan mata-kepalaku. Tetapi setelah saya keluar dari tempat Rasulullahs.a.w., kemudian saya bermain-main dengan isteri dan anak-anak saya danbergelimang dalam pekerjaan, maka saya sering lupa tutur Nabi itu!Abubakar: Demi Allah, saya juga berbuat demikian!Aku: Kemudian saya bersama Abubakar pergi ke tempat Rasulullah s.a.w.Kepadanya, saya katakan: Handhalah nifaq, ya Rasulullah!Rasulullah: Apa!?
 
Aku: Ya Rasulullah! Begini ceritanya: saya selalu bersamamu. Engkau ceritakankepada saya tentang Neraka dan Sorga, sehingga seolah-olah saya dapat melihatdengan mata-kepala. Tetapi apabila saya sudah keluar dari sisimu, saya bertemudengan isteri dan anak-anak serta sibuk dalam pekerjaan, saya banyak lupa!Kemudian Rasulullah s.a.w, bersabda:"Demi Zat yang diriku dalam kekuasaannya! Sesungguhnya andaikata kamudisiplin terhadap apa yang pernah kamu dengar ketika bersama aku dan juga tekundalam zikir, niscaya Malaikat akan bersamamu di tempat tidurmu dan di jalan- jalanmu. Tetapi hai Handhalah, saa'atan, saa'atan! (berguraulah sekedarnya saja!).Diulanginya ucapan itu sampai tiga kali." (Riwayat Muslim)
4.3.2 Rasulullah s.a.w. adalah Manusia
Kehidupan Rasulullah s.a.w. merupakan contoh yang baik bagi manusia. Dalamkhulwatnya ia melakukan sembahyang dengan khusyu', menangis dan lamaberdiri sehingga kedua kakinya bengkak. Dalam masalah kebenaran ia tidak mempedulikan seseorang, demi mencari keridhaan Allah. Tetapi dalamkehidupannya dan perhubungannya dengan orang lain, dia adalah manusia biasayang sangat cinta kepada kebaikan, wajahnya berseri-seri dan tersenyum,bergembira dan bermain-main, dan tidak mau berkata kecuali yang hak.Ia sangat cinta kepada kegembiraan dan apa saja yang dapat membawa kepadakegembiraan itu. Ia tidak suka susah dan apa saja yang membawa kesusahan,seperti berhutang dan hal-hal yang menyebabkan orang bisa payah; dan selaluminta perlindungan kepada Allah dari perbuatan yang tidak baik.Dalam doanya itu ia mengatakan:"Ya Tuhanku! Sesungyuhnya aku minta perlindungan kepadaMu dari duka dansusah." (Riwayat Abu Daud)Dalam salah satu riwayat diceriterakan tentang berguraunya dengan seorangperempuan tua, yaitu: ada seorang tua masuk rumah Nabi minta agar Nabimendoakannya supaya ia masuk sorga. Maka jawab Nabi: "Sorga tidak dapatmenerima orang tua!!!"Mendengar jawaban itu si perempuan tua tersebut menangis tersedu-sedu karenaberanggapan, bahwa ia tidak akan masuk sorga.Setelah Rasulullah s.a.w. melihat keadaan si perempuan tersebut, kemudian iamenerangkan maksud dari omongannya itu, yaitu: "Bahwa seorang tua tidak akanmasuk sorga dengan keadaan tua bangka, bahkan akan dirubah bentuknya olehAllah dalam bentuk lain, sehingga dia akan masuk sorga dalam keadaan masihmuda belia. Kemudian ia membacakan ayat:
 
"Sesungguhnya Kami ciptakan mereka itu dalam ciptaan yang lain, maka kami jadikan mereka itu perawan-perawan, yang menyenangkan dan sebaya."
25
(al-Waqi'ah: 35-37)
4.3.3 Hati Itu Bisa Bosan
Begitu juga para sahabatnya yang baik-baik itu, mereka biasa bergurau, ketawa,bermain-main dan berkata yang ganjil-ganjil, karena mereka mengetahui akankebutuhan jiwanya dan ingin memenuhi panggilan fitrah serta hendak memberikan hak hati untuk beristirahat dan bergembira, agar dapatmelangsungkan perjalanannya dalam menyusuri aktivitasnya. Sebab aktivitashidupnya itu masih panjang.Ali bin Abu Talib pernah berkata: "Sesungguhnya hati itu bisa bosan sepertibadan. Oleh karena itu carilah segi-segi kebijaksanaan demi kepentingan hati."Dan katanya pula: "Istirahatkanlah hatimu sekedarnya, sebab hati itu apabila tidak suka, bisa buta."Abu Darda' pun berkata juga: "Sungguh hatiku akan kuisi dengan sesuatu yangkosong, supaya lebih dapat membantu untuk menegakkan yang hak."Oleh karena itu, tidak salah kalau seorang muslim bergurau dan bermain-mainyang kiranya dapat melapangkan hati. Tidak juga salah kalau seorang muslimmenghibur dirinya dan rekan-rekannya dengan suatu hiburan yang mubah, dengansyarat kiranya hiburannya itu tidak menjadi kebiasaan dan perangai dalam seluruhwaktunya, yaitu setiap pagi dan petang selalu dipenuhi dengan hiburan, sehinggadapat melupakan kewajiban dan melemahkan aktivitasnya. Maka tepatlah pepatahyang mengatakan: "Campurlah pembicaraan itu dengan sedikit bermain-main,seperti makanan yang dicampur dengan sedikit garam."Dalam bermain-main itu, seorang muslim tidak diperkenankan menjadikan hargadiri dan identitas seseorang sebagai sasaran permainannya. Seperti firman Allah:"Hai orang-orang yang beriman! Jangan ada satu kaum merendahkan kaum lainsebab barangkali mereka (yang direndahkan itu) lebih baik dari mereka (yangmerendahkan)." (al-Hujurat: 11)Tidak juga diperkenankan dalam berguraunya itu untuk ditertawakan orang lain,dengan menjadikan kedustaan sebagai wasilah. Sebab Rasulullah telahmemperingatkan dengan sabdanya sebagai berikut:"Celakalah orang yang beromong suatu omongan supaya ditertawakan orang lain,kemudian dia berdusta. Celakalah dia! Celakalah dia!" (Riwayat Tarmizi)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->