Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Pendidikan

Pengertian Pendidikan

Ratings: (0)|Views: 334 |Likes:
Published by my-9266

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: my-9266 on Nov 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2013

pdf

text

original

 
Pengertian PendidikanKamus Bahasa Indonesia, 1991:232, Pendidikan berasal dari kata “didik”, Lalu kataini mendapat awalan kata “me” sehingga menjadi “mendidik” artinya memeliharadan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanyaajaran, tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.Menurut UU No.20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, Pendidikanadalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan prosespembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinyauntuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,bangsa dan negara. Teori PendidikanKurikulum memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan teori pendidikan. Suatukurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum danteori kurikulum dijabarkan berdasarkan teori pendidikan tertentu.Nana S.Sukmadinata (1997) mengemukakan 4 (empat ) teori pendidikan, yaitu :1.Pendidikan klasik, Teori pendidikan klasik berlandaskan pada filsafat klasik, seperti Perenialisme,Eessensialisme, dan Eksistensialisme dan memandang bahwa pendidikan berfungsisebagai upaya memelihara, mengawetkan dan meneruskan warisan budaya. Teoriini lebih menekankan peranan isi pendidikan dari pada proses.Isi pendidikan atau materi diambil dari khazanah ilmu pengetahuan yang ditemukandan dikembangkan para ahli tempo dulu yang telah disusun secara logis dansistematis. Dalam prakteknya, pendidik mempunyai peranan besar dan lebihdominan, sedangkan peserta didik memiliki peran yang pasif, sebagai penerimainformasi dan tugas-tugas dari pendidik.
 
2.Pendidikan pribadi Teori pendidikan ini bertolak dari asumsi bahwa sejak dilahirkan anak telah memilikipotensi-potensi tertentu. Pendidikan harus dapat mengembangkan potensi-potensiyang dimiliki peserta didik dengan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik.Dalam hal ini, peserta didik menjadi pelaku utama pendidikan, sedangkan pendidikhanya menempati posisi kedua, yang lebih berperan sebagai pembimbing,pendorong, fasilitator dan pelayan peserta didik. Teori pendidikan pribadi menjadi sumber bagi pengembangan model kurikulumhumanis. yaitu suatu model kurikulum yang bertujuan memperluas kesadaran diridan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan dan prosesaktualisasi diri. Kurikulum humanis merupakan reaksi atas pendidikan yang lebihmenekankan pada aspek intelektual (kurikulum subjek akademis),3.Teknologi pendidikan, Teknologi pendidikan yaitu suatu konsep pendidikan yang mempunyai persamaandengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikaninformasi. Namun diantara keduanya ada yang berbeda. Dalam teknologipendidikan, lebih diutamakan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensiatau kemampuan-kemampuan praktis, bukan pengawetan dan pemeliharaanbudaya lama.Dalam teori pendidikan ini, isi pendidikan dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus,berupa data-data obyektif dan keterampilan-keterampilan yang yang mengarahkepada kemampuan vocational . Isi disusun dalam bentuk desain program ataudesain pengajaran dan disampaikan dengan menggunakan bantuan mediaelektronika dan para peserta didik belajar secara individual.Peserta didik berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan dan pola-polakegiatan secara efisien tanpa refleksi. Keterampilan-keterampilan barunya segeradigunakan dalam masyarakat. Guru berfungsi sebagai direktur belajar, lebih banyaktugas-tugas pengelolaan dari pada penyampaian dan pendalaman bahan.
 
4.Pendidikan interaksional,Pendidikan interaksional yaitu suatu konsep pendidikan yang bertitik tolak daripemikiran manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi danbekerja sama dengan manusia lainnya. Pendidikan sebagai salah satu bentukkehidupan juga berintikan kerja sama dan interaksi. Dalam pendidikan interaksionalmenekankan interaksi dua pihak dari guru kepada peserta didik dan dari pesertadidik kepada guru.Lebih dari itu, dalam teori pendidikan ini, interaksi juga terjadi antara peserta didikdengan materi pembelajaran dan dengan lingkungan, antara pemikiran manusiadengan lingkungannya. Interaksi terjadi melalui berbagai bentuk dialog. Dalampendidikan interaksional, belajar lebih sekedar mempelajari fakta-fakta.Peserta didik mengadakan pemahaman eksperimental dari fakta-fakta tersebut,memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalamkonteks kehidupan. Filsafat yang melandasi pendidikan interaksional yaitu filsafatrekonstruksi sosial.Perjalanan Kurikulum Pendidikan NasionalDalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telahmengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984,1994, dan direncanakan pada tahun 2004. Perubahan tersebut merupakankonsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi,dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkansecara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat.Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaituPancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuanpendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya.

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->