Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
17Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Metode Menghafal Al-Qur'An

Metode Menghafal Al-Qur'An

Ratings: (0)|Views: 5,679|Likes:
Published by Iwan Hermawan
Metode Menghafal Al-Qur'an
Metode Menghafal Al-Qur'an

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Iwan Hermawan on Nov 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/09/2013

pdf

text

original

 
METODE MENGHAFAL AL-QURAN
A.Pengertian Metode Menghafal Al-Quran
Ahmad Tafsir (1995:9) Menyebutkan bahwa metode berasal dari kata methoddalam bahasa Inggris yang berarti cara. Metode adalah cara yang tepat dan cepat dalammelakukan sesuatu. Selain itu Zuhairi (1993: 66) juga mengungkapkan bahwa metode berasal dari bahasa yunani (Greek) yaitu dari kata “metha” dan “hodos”. metha berartimelalui atau melewati, sedangkan kata hodos berarti jalan atau cara yang harus dilaluiatau dilewati untuk mencapai tujuan tertentu. Zuhairi juga menyebutkan bahwa metodedapat diartikan sebagai cara yang tepat dan cepat dalam menerapkan metode menghafaldalam pengajaran, jadi faktor metode ini tidak boleh diabaikan begitu saja, karenametode di sini akan berpengaruh pada tujuan pengajaran.Menghafal menurut kamus Bahasa Indonesia (2003:381) bahwa menghafal berasal dari kata dasar hafal yang artinya telah masuk dalam ingatan tentang pelajaranatau dapat mengucapkan di luar kepala tanpa melihat buku atau catatan lain. Kemudianmendapat awalan me menjadi menghafal yang artinya adalah berusaha meresapkan kedalam pikiran agar selalu ingat.Selain itu menghafal juga dapat diartikan dari kata memory yang artinya ingatan,daya ingatan, juga mengucapkan di luar kepala. Kata menghafal dapat disebut jugasebagai memori, dimana apabila mempelajarinya maka membawa kita pada psikologikognitif, terutama pada model manusia sebagai pengolah informasi. Secara singkatmemori melewati tiga proses yaitu Perekaman, Penyimpanan dan pemanggilan.Perekaman (encoding) adalah pencatatan informasi melalui reseptor indera dan saraf internal. Penyimpanan (storage) yakni menentukan berapa lama informasi itu berada beserta kita baik dalam bentuk apa dan dimana. Penyimpanan ini bisa aktif atau pasif.Jika kita menyimpan secara aktif, bila kita menambahkan informasi tambahan. Mungkinsecara pasif terjadi tanpa penambahan. Pemanggilan (retrieval), dalam bahasa sehari-hari mengingat lagi, adalah menggunakan informasi yang disimpan.Begitu pula dalam proses menghafal Al-Quran dimana informasi yang baru sajaditerima melalui membaca ataupun teknik-teknik dalam menghafal yang juga melewati beberapa tahap yaitu perekaman, perekaman ini dikala siswa mencoba untuk menghafaltugas yang berupa ayat maupun Surat yang dilakukan secara terus menerus, sehingga pada akhirnya masuk dalam tahap penyimpanan pada otak-memori dalam jangka pendek dan jangka panjang. Kemudian ketika fase pemanggilan memori yang telahtersimpan yaitu disaat tes evaluasi menghafal di hadapan guru.Al-Quran adalah kalam (perkataan) Allah yang diwahyukan kepada NabiMuhammad SAW melalui malaikat Jibril dengan lafadz dan maknanya, Al-Quranmenempati posisi sebagai sumber pertama dan utama dari seluruh ajaran Islam juga berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia dalam mencapaikebahagiaan di dunia maupun di akhirat.Berbicara tentang kemurnian atau makna Al-Quran, Quraish Shihab (1996: 3)Mengungkapkan bahwa Al-Quran yang dipelajari bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosa katanya tetapi juga kandungan yang tersurat, tersirat bahkan sampai pada kesan yang ditimbulkan, semua dituangkan dalam jutaan jilid buku, generasi demigenerasi. kemudian apa yang dituangkan dari sumber yang tak kering itu, berbeda-bedasesuai dengan kemampuan dan kecenderungan mereka, namun semua mengandung
 
kebenaran. Al-Quran layaknya sebuah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing.Mustafa Al-Azami (2005:46) Walaupun bangsa Arab pada waktu itu masih butahuruf, tapi mereka mempunyai ingatan yang sangat kuat. Pegangan mereka dalammemelihara dan meriwayatkan syair-syair dari para pujangga, peristiwa-peristiwa yangterjadi dan lain sebagainya adalah dengan hafalan semata.Karena hal inilah Nabi mengambil suatu cara praktis yang selaras dengan keadaanitu dalam menyiarkan dan memelihara Al-Quranul Karim.Setiap ayat yang diturunkan, Nabi menyuruh menghafalnya, dan menuliskannyadi batu, kulit binatang, pelapah kurma, dan apa saja yang bisa dituliskan. Nabimenerangkan tertib urut ayat-ayat itu. Nabi mengadakan peraturan, yaitu Al-Quran sajayang boleh dituliskan, selain dari Al-Quran, Hadits atau pelajaran-pelajaran yangmereka dengar dari mulut Nabi dilarang untuk dituliskan. Larangan ini dengan maksudagar Al-Quran itu terpelihara, jangan dicampur aduk dengan yang lain-lain yang jugadidengar dari Nabi. Nabi menganjurkan agar Al-Quran dihafal, selalu dibaca, dan diwajibkannyauntuk dibaca ketika sedang melakukan Shalat. Dengan cara demikian, banyaklah orangyang hafal Al-Quran. Surat yang satu macam, dihafal oleh ribuan manusia, dan banyak yang hafal seluruh Al-Quran. Selain itu, tidak ada satu ayatpun yang tidak dituliskan.Dari sini dapat kita ketahui bahwa metode menghafal merupakan salah satumetode yang dipakai Rasulullah Saw, tentunya juga masih relevan jika metode tersebutdigunakan pada saat ini, yakni dalam mempelajari Al- Quran. Sedangkan metodemenghafal dalam pengajaran Al-Quran adalah suatu cara yang ditempuh yang berupaupaya untuk menghafalkan ayat-ayat al-Qur’an baik sebagian ayat, dimana Al-Qurantersebut menjadi sumber hukum bagi agama Islam..Di dalam menerapkan metode pada proses belajar mengajar tentunya ada dasar atau sandaran yang menjadi pijakan dalam menerapkan metode tersebut, hal ini tidak  jauh berbeda dengan metode menghafal yang sudah barang tentu memiliki beberapadasar baik itu dalil-dalil Al-Quran maupun as Sunnah.Adapun dasar yang dijadikan sebagai landasan penggunaan metode menghafaldalam pengajaran Al-Quran mengacu pada Nash diantaranya Allah berfirman dalamQ.S. Al-Hijr : 9,
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kamibenar-benar memelihara.”
Secara bahasa Al Hifzh bermakna selalu ingat dan sedikit lupa. Hafizh(Penghafal) adalah orang yang menghafal dengan cermat dan termasuk sederetan kaumyang menghafal. Al Hifzh juga bermakna memelihara, menjaga, menahan diri, ataupunterangkat. Dalam kaitan menghafal Al-Quran, maka harus memperhatikan 3 unsur  pokok, yaitu : a. Menghayati bentuk-bentuk visual sehingga bisa diingat kembali meskitanpa melihat mushaf. b. Membacanya secara rutin ayat-ayat yang dihafalkannya. c.Mengingat-ingat ayat-ayat yang dihafalkannya.Secara istilah pengertian Al Hifzh sebenarnya tidak berbeda dengan pengertiansecara bahasa/ etimologi, tetapi ada dua hal yang secara prinsip membedakan seorangPenghafal Al-Quran dengan penghafal hadits, syair, hikmah, tamsil ataupun lainnya,yaitu : a. Penghafal Al-Quran dituntut untuk menghafal secara keseluruhan baik hafalanmaupun ketelitiannya. Karena itu tidaklah dikatakan Al Hafizh orang yang menghafal
 
setengahnya atau dua pertiganya atau kurang sedikit dari 30 Juz dan tidamenyempurnakannya. Dan hendaklah hafalannya dalam keadaan cermat dan teliti. b.Menekuni, merutinkan dan mencurahkan segenap tenaga untuk melindungi hafalannyadari kelupaan.Allamah M.H Thabathaba’i (2007:57) Menjelasan tentang segi kandungan, bukanlafal, mukjizat Al-Quran tetap terjaga. Ajaran-ajaran Islam yang luas dan mencakupajaran-ajaran keagamaan, akhlak, hukum-hukum perbuatan individual serta sosial, yangdasar-dasar dan sumber-sumbernya kita dapati dalam Al-Quran, tertata sedemikian rupadan tak mengandung pertentangan apa pun, yang berada di luar batas kemampuanrnanusia, khususnya manusia yang hidup dalam situasi dan kondisi seperti yang dialamioleh manusia-manusia pada masa Nabi S.A.W.Adalah menakjubkan suatu kitab seperti Al-Quran turun dalam satu gaya khas dan bagian-bagiannya tetap terjaga dalam masa dua puluh tiga tahun, dalam situasi dankondisi yang berbeda-beda: dalam ketakutan dan kekacauan, dalam keadaan aman dantenteram, dalam keadaan perang dan damai, di waktu sepi dan sendiri, di waktu ramaidan berkumpul, ketika bepergian dan di rumah..Surat demi surat dan ayat demi ayatditurunkan tanpa ada pertentangan di dalamnya. Ringkasnya, semua sifat yang adadalam Qurannya Muhammad ada dalam Al-Quran ini tanpa ada perubahan dan pergantian. Tentang Al-Quran.
B.Strategi Menghafal Al-Quran
Dalam proses menerapkan metode menghafal Al-Quran ada beberapa Strategiyang efektif sebelum melakukan menghafal, diantaranya:
1.Memahami ayat-ayat yang akan dihafal.
Teknik ini cocok untuk orang yang berpendidikan. Ayat-ayat yang dihafaldipahami terlebih dahulu dapat dilakukan dengan menggunakan terjemahan Al-Qurankeluaran departemen agama, setelah paham cobalah baca berkali-kali sampaimengingatnya. Kemudian berusaha menghafal ayat-ayat tersebut dengan menutup kitabatau tulisan.Mengenai tehnik dengan memahami terlebih dahulu ini, hal senada jugadiungkapkan oleh Endmund Bachman (2005:73) “Bahwa dalam menghafal ini dapatdilakukan dengan cara menggunakan kata-kata kunci dalam bahan, kemudiandihafalkan kata-kata tersebut.” Untuk membantu proses penghafalan kita selalumenggunakan sebanyak mungkin kata- kata tersebut.
2.Mengulang-ulang sebelum menghafal.
Cara ini lebih santai, tanpa harus mencurahkan seluruh pikiran. Sebelum mulaimenghafal, membaca berulang-ulang ayat-ayat yang dihafal setelah itu baru mulaimenghafal.Perlu diketahui bahwa cara ini sangat cocok bagi penghafal yang mempunyaidaya ingat lemah, adapun dengan cara ini akan merasakan kemudahan khusus dalammerekam ayat-ayat tersebut. Akan tetapi cara ini membutuhkan kesabaran ekstra, karenaakan memakan waktu yang cukup banyak. Sebenarnya kalau dilihat dari segi mental bagi para penghafal bahwa teknik apapun yang dilakukan tidak akan terlepas dari

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->