Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pencarian Lokasi PLTMH

Pencarian Lokasi PLTMH

Ratings: (0)|Views: 668|Likes:
Published by Dasrinal Tessal
Pencarian Lokasi
Pencarian Lokasi

More info:

Published by: Dasrinal Tessal on Nov 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/12/2013

pdf

text

original

 
 Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2
- 2-1 -
 
Bab 2 MENCARI LOKASI-LOKASI POTENSIAL
Meskipun lokasi pembangunan telah diidentifikasi, masih perlu untuk melakukan pengujian secara kasar (i) apakah benar bahwa pembangunan pembangkit listrik tenagaair skala kecil yang dekat dengan daerah permintaan daya adalah memungkinkan dan(ii) berapa kapasitas daya terbangkit yang dapat dijamin dan dimana, dan kemudianmemilih sebuah lokasi potensial diantara calon-calon lokasi lain.Pengujian diatas adalah pekerjaan perencanaan yang mendasar dengan mengunakan bahan-bahan referensi dan informasi yang ada dan dengan melalui segala prosedurnyaserta dengan memperhatikan issue-issue yang penting yang akan dijelaskan dibawah.
2.1 Bahan-bahan referensi dasar
Bahan-bahan referensi dasar yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :1) Peta topografi : skala : 1/25.000 atau 1/50.000Peta topografi menyediakan informasi penting, seperti tanah pertanian, lokasidesa-desa, kemiringan sungai, daerah tangkapan air dari lokasi yang diusulkan, jalan menuju lokasi dan sebagainya. Di Indonesia, peta topografi, skala 1/25.000atau 1/50.000 telah disediakan oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional.2) Data curah hujan : peta isohyetal dan lain-lain (Gambar 2.1.1)Meskipun tidak dibutuhkan untuk mengumpulkan data curah hujan yang detil pada tahap ini, adalah perlu untuk memiliki pemahaman yang jelas tentangkarakteristik curah hujan dari daerah proyek dengan menggunakan petaisohyetal untuk data wilayah dan curah hujan yang ada untuk daerah yang berdekatan. Peta isohyetal menyediakan penambahan dan rata-rata yang akandiberikan untuk memperkirakan indikasi dari curah hujan.
 
 Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2
- 2-2 -
 
Gambar 2.1.1(a) Peta Isohyetal Sulawesi Selatan, INDONESIAGambar 2.1.1(b) Sebuah contoh dari peta isohyetal untuk skema mikro hidro
 
 Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2
- 2-3 -
 
2.2 Kisaran Pencarian
Sebagian besar pembangkitan listrik dengan menggunakan tenaga air skala kecil padadasarnya dikonsumsi oleh fasilitas permintaan daya yang khas, sehingga penting untuk merencanakan lokasi pembangkit yang sedekat mungkin dengan lokasi-lokasi permintaan. Pada kasus dimana lokasi-lokasi permintaan daya terbagi ke dalam beberapa grup yang tersebar pada daerah yang relatif luas, adalah mungkin lebihmenguntungkan untuk menyebarkan pembangkit-pembangkit skala kecil daripadamenyuplai daya ke seluruh grup oleh sebuah pembangkit tunggal dengan syarat-syarat biaya transmisi lebih rendah, lebih mudah pengoperasian dan perawatan dan dampak  penghentian tak terduga dari pembangkit dapat diperkecil, dan sebagainya. Ketikamerencanakan pembangkit listrik tipe tersendiri, adalah dipercaya akan menjadi lebihefisien untuk diperluas jangkauan surveinya tahap-demi tahap, dimulai dari wilayahgeografi dari setiap grup.Jarak transmisi ke lokasi permintaan harus memperhitungkan sejumlah factor,diantaranya daya terbangkit, tingkat permintaan, topografi, kondisi jalan masuk,tegangan transmisi dan perhitungan ekonomi transmisi. Di Jepang, jarak transmisi ke permintaan diatur untuk memastikan rata-rata jatuhnya tegangan tidak melebihi 7%.[Referensi 2-1 : Jarak jaringan transmisi dan distribusi dan kerugian tegangan].Dalam kasus Skema Mikro Hidro di Indonesia, perkiraan kasar tentang jarak maksimumtransmisi adalah 1.5 km dari lokasi permintaan. Jarak ini berdasarkan pada asumsi bahwa tegangan pada akhir jaringan distribusi harus terjaga diatas 205 Volt, 15 Vsebagai kerugian tegangan yang diijinkan pada aturan tegangan 220 V, tanpa trafo(
transformer 
). [Referensi 2-2 Hubungan antara kerugian tegangan dan jarak jaringandistribusi di Indonesia.] Jika lokasi potensial yang bagus tidak ditemukan dalam kisaran di atas, kisaran daerah pencarian harus diperluas dengan syarat bahwa trafo harus dipasang.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->