Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manifesto KAFHA

Manifesto KAFHA

Ratings: (0)|Views: 160 |Likes:
Published by Ayu Astria R A

More info:

Published by: Ayu Astria R A on Nov 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/05/2014

pdf

text

original

 
 
Copyright © 2007 Kafha
;
 
Laboratory for Humanity and Culture 
Universitas Paramadina
 
1
AKAR RUMPUT
Pendahuluan
Reinkarnasi Kemanusiaan dan Kebudayaan (Desain Ide)
“Kebudayaan adalah suatu bangunan kehidupan spiritual manusia yang kompleks,
yang terjelma dalam pandangan hidup
(
way of life
)
, tatanan nilai dan gambarandunia
(
weltanschauung
)
suatu masyarakat beserta ungkapan-ungkapannya yangbermakna. Ungkapan-ungkapannya itu mengambil bentuk yang beraneka ragam,seperti pemikiran falsafah dan keagamaan
(fiqih, kalam, tasawuf),
ilmupengetahuan, sastra, seni, adat istiadat, pola dan gaya hidup, etos kerja dan lainsebagainya, yang kesemuanya merupakan hasil dari daya dan upaya dan olahbudi manusia yang berlangsung terus-
menerus dalam sejarah.” 
(Cak Nur ; Nurcholish Madjid, 1995)
P
erginya Nurcholish Madjid (Alm) adalah duka bagi para pemikir yang sedang tidak “pikun”
atas nalarnya, mereka akan gelisah setiap melihat Cak Nur sebagai teks dan konteks,termarjinal dalam sebuah proses pemikiran yang menuju kepada pembaharuan. Pertanyaannya
sekarang, apakah mereka mengalami “jalan buntu” (
aphoria
) atau mati tergilas oleh roda zaman
 
 
Copyright © 2007 Kafha
;
 
Laboratory for Humanity and Culture 
Universitas Paramadina
 
2
?. Pertanyaan inilah yang mengikat setiap kali beranjak berfikir melanggengkan ritualkebudayaan sebagaimana Cak Nur ungkapkan dalam beberapa pidato dan tulisan-tulisannya.Oleh karena itu kami memberanikan diri untuk melanjutkan cita-
cita yang masih “tertidur” dalam
utopia pemikiran tersebut. Cita-
cita itu adalah “M
embangun sebuah Laboratorium Kemanusiaandan K
ebudayaan” 
.Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Paramadina sebagai sebuah universitas harus mempunyailembaga-lembaga yang akan mewujudkan dan menegakkan nilai serta tonggak dasarperadaban. Mahasiswa yang menyandang predikat
agent of change
merupakan ujung tombakdari setiap evolusi yang terjadi, maka sudah menjadi keniscayaan bagi universitas Paramadinauntuk merangkul dan memberdayakan mahasiswa sebagai
agen
dari tonggak-tonggak
“Manifesto
ke-P
aramadinaan” untuk menuju sebuah peradaban modern yang dicita
-citakan.Peran mahasiswa menjadi sangat penting dan vital ketika Universitas Paramdina hendakmenegakkan tonggak-tonggak peradaban, karena mahasiswa telah terintegrasi di dalam tubuhParamadina sendiri (sebagai sebuah universitas).Untuk menyambung narasi tersebut, maka Kami mahasiswa lintas jurusan mencoba dan berusahamenunaikan laboratorium kebudayaan yang dicita-citakan, sebagai artikulasi
 – 
kreatif demimelanggengkan tujuan dunia pendidikan. Sebab, dampak lain dari pendidikan adalah
“Kemampuan berfikir dan bertindak rasional, untuk menyerap informasi dalam jumlah yang
besar, dan untuk menyusun informasi itu secara sistematis, agar dapat digunakan secara efektif,
 
 
Copyright © 2007 Kafha
;
 
Laboratory for Humanity and Culture 
Universitas Paramadina
 
3
kemudian mampu mengartikulasikannya dalam bahasa yang fasih dan kuat,
 Memuliakan yang
Budaya dan Membudayakan yang Mulia” 
.Mengingat luhurnya cita-cita yang
didendangkan
Paramadina beserta
founding father-
nya,maka kami sebagai anak kandung Universitas merasa terpanggil untuk turut serta mewujudkanapa yang telah dicita-citakan. Kami menyadari bahwa untuk mewujudkan cita-cita tersebuttidaklah mudah, akan tetapi bagi kami
Tidak Ada Kata Menyerah Sebelum Terbukti Kalah
 
Tandang ke gelanggang walau seorang
. Untuk menopang usaha terwujudnya cita-cita tersebut,kami mencoba membentuk sebuah lembaga profesional kemahasiswaan, di mana lembagatersebut akan membantu kelancaran kinerja kami secara terorganisir dan sistematis.Bercermin dari Paramadina dengan lambang yang terdiri dari huruf
Kaf 
dan
 Ha
yang melingkarikubus, maka kami; anak kandung Paramadina, merasa terilhami dengan lambang tersebut.Lembaga yang kami dirikan merupakan cerminan dari lambang Paramadina, sehingga lembaga
ini kemudian kami beri nama “
kafha
”.
 Nama
kafha
sendiri tercipta dari dialog mahasiswa lintas jurusan, yang belum pernah tuntasmendialektikkan isu-isu kemanusiaan dan kebudayaan yang berkembang di lingkunganuniversitas, serta mendefinisikan konsep Universitas Paramadina sebagai
“Kampus Budaya”,
sebagaimana termanifestasi dalam lambang Paramadina itu sendiri.Kata Kaf dan Ha yang tercantum dalam lambang Paramadina, secara terminologi
kaf
berartiKitab (secara tekstual maupun kontekstual)
 
dan
Ha
berarti Hikmah (sebuah pelajaran berharga

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Aiyu Yolanda liked this
adde oriza rio liked this
Atsuko Luph Tya liked this
Ayu Astria R A liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->