Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proposal Penelitian Tindakan Kelas A

Proposal Penelitian Tindakan Kelas A

Ratings: (0)|Views: 536|Likes:
Published by HadiPrasetyo

More info:

Published by: HadiPrasetyo on Nov 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/17/2011

pdf

text

original

 
http://www.docstoc.com/docs/83166795/PROPOSAL-PENELITIAN-TINDAKAN-KELAS
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS A.  JUDUL:Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII A MTsN Amuntai Utara Melalui ModelPembelajaran Kooperatif Tipe Learning Together (LT) Tahun Pelajaran 2011/2012B. LATAR BELAKANG MASALAHSalah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah lemahnya prosespembelajaran. Dalam proses pembelajaran, anak kurang didorong untuk mengembangkankemampuan berpikir. Proses pembelajaran di kelas diarahkan kepada kemampuan anakuntuk menghafal informasi, otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun informasitanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannyadengan kehidupan sehari-hari.Pendidikan di sekolah terlalu menjejali otak anak dengan berbagai bahan ajar yang harusdihafal, pendidikan kita tidak diarahkan untuk membangun dan mengembangkan karakterserta potensi yang dimiliki. Dengan kata lain, proses pendidikan kita tidak diarahkanmembentuk manusia yang cerdas, memiliki kemampuan memecahkan masalah hidup, sertatidak diarahkan untuk membentuk manusia yang kreatif dan inovatif. Kenyataan ini berlakuuntuk semua mata pelajaran termasuk matematika. Upaya peningkatan kualitas pendidikanmatematika di Indonesia telah dilakukan melalui berbagai cara, antara lain denganpembaharuan kurikulum dan penyediaan perangkat pendukungnya seperti silabus, bukusiswa dan buku pedoman untuk guru, penyediaan alat peraga, dan memberikan pelatihanbagi guru-guru matematika. Namun, berbagai upaya tersebut belum memberikan hasil yangmenggembirakan terhadap kualitas pendidikan matematika di tanah air. Banyak faktor yangbisa menyebabkan suatu proses pengajaran matematika menjadi kurang efektif. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari minat dan motivasi siswa yang rendah, kinerja guru yangrendah, serta sarana dan prasarana yang kurang memadai. Keberhasilan pembelajaran jugasangatditentukan oleh pemilihan model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Penyajianpembelajaran yang menarik akan dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Sebaliknya jika pembelajaran itu disajikan dengan cara yang kurang menarik, maka akan membuatsiswa kurang termotivasi. Prestasi belajar matematika siswa kelas VIII A MTsN AmuntaiUtara masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang diperoleh saat merekaberada di kelas VII. Prestasi siswa yang rendah ini disebabkan karena model pembelajaranlangsung yang dilaksanakan oleh guru matematika di kelas menyebabkan siswa kurangtermotivasi untuk belajar. Pembelajaran lebih terfokus pada pencapaian target kurikulumdaripada pemahaman siswa. Pembelajaran lebih didominasi oleh guru sehingga siswamenjadi pasif. Keadaan ini menyebabkan prestasi belajar mereka secara klasikal rendah.Peneliti menilai bahwa pembelajaran yang selama ini diterapkan tidak memotivasi merekauntuk lebih aktif dan kreatif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar matematika. Halinilah yang diperkirakan menjadi penyebab utama rendahnya prestasi belajar matematikasiswa. Keadaan ini hendaknya segera direspon secara positif oleh guru dengan mencarialternatif model pembelajaran yang efektif sehingga dapat membuat siswa mudahmemahami materi pelajaran matematika dan aktif dalam mengikuti kegiatan belajarmengajar. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti ingin memberikan suatu alternatif dalam mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menerapkan model pembelajarankooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang meliputi suatukelompok kecil siswa yang bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuahmasalah, menyelesaikan suatu tugas atau mengerjakan sesuatu untuk tujuan bersamalainnya (TIM MKPBM, 2001). Pembelajaran kooperatif menjadi pilihan karena pembelajaranini dirancang untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan kelas dirancang sedemikianrupa agar terjadi interaksi positif antarsiswa. Pembelajaran kooperatif terdiri dari beberapatipe, salah satunya adalah tipe Learning Together (LT). Model pembelajaran kooperatif model Learning Together (LT) merupakan suatu model pembelajaran kooperatif yangdikembangkan oleh David dan Roger Johnson beserta rekan-rekan mereka di University of Minnesota. Hasil penelitian Rija (2011) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Barabai tahunpelajaran 2010/2011 menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajarankooperatif tipe Learning Together (LT) pada materi pokok kubus dan balok dapatmeningkatkan prestasi siswa. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Drs.Barkatullah selaku guru mata pelajaran matematika kelas VIII di MTsN Amuntai Utarabahwa model kooperatif tipe Learning Together (LT) dengan pendekatan kontekstual tidakpernah digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah tersebut. Berdasarkan uraianlatar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul:“Meningkatkan Prestasi Belajar SiswaKelas VIII A MTsN Amuntai Utara Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning Together (LT) Tahun Pelajaran 2011/2012”.
 
D.BATASAN MASALAHAgar pembahasan dalam penelitian ini tidak meluas, maka masalah dalam penelitian inidibatasi sebagai berikut : (1) siswa yang diteliti adalah siswa kelas VIII A MTsN Amuntai Utara tahun pelajaran 2011/2012,dan; (2) materi pengajaran dilakukan pada materi kubus dan balok.E.RENCANA PEMECAHAN MASALAHAlternatif tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa adalahdengan cara menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together (LT) padaproses belajar mengajar. Hasil penelitian Rija (2011) telah menunjukkan hasil yang positidalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan menerapkan model pembelajaran ini,diharapkan prestasi belajar siswa kelas VIII A MTsN Amuntai Utara dapat ditingkatkan dansiswa dapat terlibat aktif dalam proses belajar mengajar.F.TUJUAN PENELITIANBerdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:(1) Mengetahui aktivitas siswa kelas VIII A MTsN Amuntai Utara tahun pelajaran 2011/2012dalam pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipeLearning Together (LT) dengan pendekatan kontekstual, dan; (2) mengetahui hasil belajar siswa kelas VIII A MTsN Amuntai Utara tahun pelajaran 2011/2012dalam pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together (LT) dengan pendekatan kontekstual.G. MANFAAT PENELITIANAdapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:(1)Bagi siswa, sebagai upaya menumbuhkan motivasi belajar dan melatih siswa bekerjasama dengan siswa lain. (2) Bagi guru, sebagai bahan masukan dan informasi untuk dapat digunakan dalam perbaikandan peningkatan kualitas pembelajaran matematika. (3) Bagi sekolah, sebagai bahan masukan dan informasi untuk meningkatkan kualitaspengajaran matematika di sekolah. (4) Bagi peneliti, sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuandalam bidang pendidikan.(5) Sebagai bahan acuan untuk penelitian lebih lanjut, khususnya penelitian mengenai modelkooperatif tipe Learning Together (LT) dengan pendekatan kontekstual apabila ada yangmelakukan kegiatan penelitian yang berkaitan.H. ANGGAPAN DASARDalam penelitian ini diasumsikan bahwa: (1) siswa yang diteliti mempunyai kemampuan dasar serta tingkat emosional dan mental yangrelatif sama. (2) alat evaluasi yang digunakan memenuhi kriteria alat ukur yang baik.I.  TINJAUAN PUSTAKA 1. Belajar dan PembelajaranBelajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi denganlingkungan. Belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atautujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami.Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi denganlingkungan (Hamalik, 2003). Menurut Sanjaya (2006) belajar bukan hanya menyampaikanmateri pelajaran saja, akan tetapi merupakan pekerjaan yang bertujuan dan bersifatkompleks. Belajar bukanlah sekadar mengumpulkan pengetahuan. Belajar adalah prosesmental yang terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan munculnya perubahanperilaku. Aktivitas mental itu terjadi karena adanya interaksi individu dengan lingkunganyang disadari. Dimyati dan Mudjiono (2006) berpendapat bahwa belajar merupakantindakan dan perilaku siswa yang kompleks. sebagai tindakan maka belajar hanya dialamioleh siswa sendiri. Belajar merupakan proses internal siswa dan pembelajaran merupakankondisi eksternal belajar. Dari segi siswa, belajar merupakan kegiatan peningkatan
 
kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik menjadi lebih baik. Dari segi guru, belajarmerupakan akibat tindakan pembelajaran. Djamarah (2002) berpendapat bahwa belajaradalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah lakusebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yangmenyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik. Sedangkan menurut Syah (2004), belajardapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkanproses kognitif. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku individu yang relatif tetapsebagai hasil dari pengalaman. Sedangkan pembelajaran merupakan penataan lingkunganyang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal.Dengan demikian proses belajar bersifat internal dan unik dalam diri individu siswa, sedangproses pembelajaran bersifat eksternal yang sengaja direncanakan dan bersifat rekayasaperilaku (Fontana, Tim MKPBM, 2001). Pembelajaran merupakan perpaduan antara kegiatanpengajaran yang dilakukan guru dan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. Dalamkegiatan pembelajaran tersebut, terjadi interaksi antara siswa dengan siswa, interaksiantara guru dan siswa, maupun interaksi antara siswa dengan sumber belajar. Diharapkandengan adanya interaksi tersebut, siswa dapat membangun pengetahuan secara aktif,pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, sertadapat memotivasi peserta didik sehingga mencapai kompetensi yang diharapkan(Widyantini, 2006). Dalam arti sempit proses pembelajaran adalah proses pendidikan dalamlingkup persekolahan, sehingga arti dari proses pembelajaran adalah proses sosialisasiindividu siswa dengan lingkungan sekolah seperti guru, sumber atau fasilitas, dan temansesama siswa (Tim MKPBM, 2001). Menurut Ivor K. Devais (Sanjaya, 2006), salah satukecenderungan yang sering dilupakan adalah melupakan bahwa hakikat pembelajaranadalah belajarnya siswa dan bukan mengajarnya guru. Menurut Hamalik (2003), dalamproses pengajaran, unsur proses belajar memegang peranan vital. Mengajar adalah prosesmembimbing kegiatan belajar, kegiatan mengajar akan bermakna apabila terjadi kegiatanbelajar murid. Menurut Sudjana (1996), mengajar adalah membimbing kegiatan siswabelajar. Mengajar adalah mengatur dan mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitarsiswa sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan siswa melakukan kegiatan belajar.Secara deskriptif mengajar diartikan sebagai proses penyampaian informasi ataupengetahuan dari guru kepada siswa. Proses penyampaian itu sering juga dianggap sebagaiproses mentransfer ilmu. Untuk proses mengajar, sebagai proses menyampaikanpengetahuan, akan lebih tepat diartikan dengan menanamkan ilmu pengetahuan sepertiyang dikemukakan Smith bahwa mengajar adalah menanamkan pengetahuan atauketerampilan (Sanjaya, 2006). Menurut Sanjaya (2006), mengajar jangan diartikan sebagaiproses menyampaikan materi pembelajaran, atau memberikan stimulus sebanyak-banyaknya kepada siswa, akan tetapi lebih dipandang sebagai proses mengatur lingkunganagar siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya. Istilah mengajarbergeser pada istilah pembelajaran, yang dapat diartikan sebagai proses pengaturanlingkungan yang diarahkan untuk mengubah perilaku siswa ke arah yang positif dan lebihbaik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. Menurut Gagne (Sanjaya,2006), mengajar atau teaching merupakan bagian dari pembelajaran (instruction), di manaperan guru lebih ditekankan kepada bagaimana merancang atau mengaransemen berbagaisumber dan fasilitas yang tersedia untuk digunakan atau dimanfaatkan siswa dalammempelajari sesuatu. Pembelajaran menurut makna leksikal berarti proses, cara, perbuatanmempelajari. Perbedaan esensiil istilah ini dengan pengajaran adalah pada tindak ajar.Pada pengajaran guru mengajar, peserta didik belajar, sementara pada pembelajaran gurumengajar diartikansebagai upaya guru mengorganisir lingkungan terjadinya belajar. Gurumengajar dalam perspektif pembelajaran adalah guru menyediakan fasilitas belajar bagipeserta didiknya untuk mempelajarinya. Jadi, subjek pembelajaran adalah peserta didik(Suprijono, 2010).2. Pembelajaran MatematikaIstilah matematics (Inggris), mathematik (Jerman), mathematique (Perancis), matematico(Itali). matematiceski (Rusia), atau mathematick/wiskunde (Belanda) berasal dari perkataanLatinmathematica, yang mulanya diambil dari perkatan Yunani,mathematike,yang berarti ”relating to learning”.Perkataan itu mempunyai akar katamathemayang berarti pengetahuan atau ilmu (knowledge, science). Perkataanmathematike berkaitan sangat erat dengan sebuah kata lainnya yang serupa, yaitumathenein yang mengandung arti belajar (berpikir).Berdasarkan etimologis, matematika berarti ”ilmu pengetahuan yang diperoleh denganbernalar”(Tim MKPBM, 2001). Dinyatakan dalam GBPP bahwa pengajaran matematika di sekolahterutama bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi perubahan dunia yangdinamis dengan menekankan pada penalaran logis, rasional dan kritis, serta memberikanketerampilan kepada mereka untuk mampu menggunakan matematika dan penalaranmatematika dalam memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari maupun

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->