Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Danoe Ielemen Lanskap Pan Dana Ran

Danoe Ielemen Lanskap Pan Dana Ran

Ratings: (0)|Views: 39|Likes:
Published by jaeluns

More info:

Published by: jaeluns on Nov 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

 
ENCLOSURE Volume 5 No. 1. Maret 2006Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Permukiman
21
PENGARUH ELEMEN – ELEMEN PELENGKAP JALURPEDESTRIAN TERHADAP KENYAMANAN PEJALAN KAKI( Studi Kasus : Penggal Jalan Pandanaran, Dimulai dari Jalan RandusariHingga Kawasan Tugu Muda )
Danoe IswantoABSTRAKSI
 Jalur pedestrian merupakan wadah atau ruanguntuk kegiatan pejalan kaki melakukanaktivitas dan untuk memberikan pelayanankepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan, dankenyamanan bagi pejalan kaki. Namunterkadang kebutuhan akan jalur pedestriantersebut kurang memadai baik dari luasannyamaupun kenyamanan yang dicapai pada jalur  pedestrian tersebut. Terkadang manusiakurang merasa nyaman pada jalur pedestrianakibat kurang teduhnya pada area tersebut karena vegetasi yang kurang memadai atauterdapat jalur pedestrian yang dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang mengganggu perjalanan manusia pada jalur pedestriantersebut, ketinggian trotoar yang tidak samasehingga menyulitkan pejalan kaki yang naik turun bahkan manusia merasa kurang merasaaman akibat jalur pedestrian yang terlampaudekat dengan jalur kendaraan atau jalan.Sehingga didalam makalah seminar initerdapat kajian mengenai pengaruh – pengaruh elemen pelengkap yang terdapat dalam jalur pedestrian terhadap suatukenyamanan mausia yang berada didalamnyadan mempergunakannya.
PENDAHULUAN
Jalur pedestrian merupakan wadahatau ruang untuk kegiatan pejalan kakimelakukan aktivitas dan untuk memberikanpelayanan kepada pejalan kaki sehingga dapatmeningkatkan kelancaran, keamanan, dankenyamanan bagi pejalan kaki. Serta jalurpedestrian merupakan suatu wadah yang tidak nyata akan tetapi dapat dirasakan manusia.Jalur pedestrian merupakan suatu ruang publik dimana pada jalur tersebut juga terjadiinteraksi sosial antar masyarakat.Terkadang dalam suatu perancangankota, jalur pedestrian tersebut terlupakan untuk dirancang agar memberikan kenyamanan bagipara penggunanya. Contohnya, jalur pedestrianyang dipenuhi oleh pedagang kaki lima walaubukan berarti pedagang kaki lima tersebutharus disingkirkan; ketinggian trotoar yangtidak sama sehingga menyulitkan pejalan kakiyang naik turun, dan sebagainya. Padahal jalurpedestrian memiliki fungsi utama yaitumenampung segala aktivitas pejalan kaki danfaktor elemen pendukung yang dapatmempengaruhi kenyamanan pedestrian, antaralain : keadaan fisik, sitting group, vegetasi ataupohon peneduh, lampu penerangan, petunjuk arah dan yang lainnya.Jalur pedestrian yang fungsionalmemiliki faktor pendukung yangmembentuknya, antara lain : dimensi ataufaktor fisik ( yang meliputi panjang, lebar, danketinggian dari area pedestrian itu sendiri ),aksesibilitas pedestrian, pelaku atau pengguna,frekuensi aktivitas yang terjadi, hubungandengan lingkungan sekitarnya ( kawasanpermukiman, perkantoran, perdagangan, danmagnet kota yang mendukung terjadinyainteraksi sosial ). Disamping hal tersebutterdapat pula faktor psikis, antara lainkeamanan ( sampai sejauh mana jalurpedestrian tersebut memberikan rasa amanbagi penggunanya, baik rasa aman dari jalanmaupun dari pedestrian itu sendiri ),kenyamanan ( apakah jalur pedestrian tersebuttelah memberikan kenyamanan bagipenggunanya serta apakah faktor – faktor yangmendukung kenyamanan telah terpenuhiseperti : suasana dan kesan, sirkulasi yangtercipta apakah telah memenuhi standartkenyamanan, elemen pendukung yanglengkap).
PENGERTIAN PEDESTRIAN
Pedestrian berasal dari bahasa Yunani,dimana berasal dari kata pedos yang berartikaki, sehingga pedestrian dapat diartikansebagi pejalan kaki atau orang yang berjalan
 
Kajian Penataan Elemen Street FurniturePenggal Jalan Puad Ahmad Yani - Bundaran Kalibanteng Semarang
 
22
kaki, sedangkan jalan merupakan media diatasbumi yang memudahkan manusia dalam tujuanberjalan, Maka pedestrian dalam hal inimemiliki arti pergerakan atau perpindahanorang atau manusia dari satu tempat sebagaititik tolak ke tempat lain sebagai tujuan denganmenggunakan moda jalan kaki. Atau secaraharfiah, pedestrian berarti “ person walking inthe street “, yang berarti orang yang berjalan di jalan.Namun jalur pedestrian dalam konteksperkotaan biasanya dimaksudkan sebagairuang khusus untuk pejalan kaki yangberfungsi sebagai sarana pencapaian yangdapat melindungi pejalan kaki dari bahayayang datang dari kendaraan bermotor. DiIndonesia lebih dikenal sebagai trotoar, yangberarti jalur jalan kecil selebar 1,5 sampai 2meter atau lebih memanjang sepanjang jalanumum.Berikut merupakan beberapa tinjauandan pengertian dasar mengenai pedestrian,yaitu :
Menurut John Fruin ( 1979 )
 Berjalan kaki merupakan alat untuk pergerakaninternal kota, satu – satunya alat untuk memenuhi kebutuhan interaksi tatap mukayang ada didalam aktivitas komersial dankultural di lingkungan kehidupan kota.Berjalan kaki merupakan alat penghubungantara moda – moda angkutan yang lain.
Menurut Amos Rapoport ( 1977 )
Dilihat dari kecepatannya moda jalan kakimemiliki kelebihan yakni kecepatan rendahsehingga menguntungkan karena dapatmengamati lingkungan sekitar dan mengamatiobjek secara detail serta mudah menyadarilingkungan sekitarnya
Menurut Giovany Gideon ( 1977 )
 Berjalan kaki merupakan sarana transportasiyang menghubungkan an-tara fungsi kawasansatu dengan yang lain terutama kawasanperdagangan, kawasan budaya, dan kawasanpermukiman, dengan berjalan kaki menjadikansuatu kota menjadi lebih manusiawi.Dengan demikian jalur pedestrianmerupakan sebuah sarana untuk melakukankegiatan, terutama untuk melakukan aktivitasdi kawasan perdagangan dimana pejalan kakimemerlukan ruang yang cukup untuk dapatmelihat-lihat, sebelum menentukan untuk memasuki salah satu pertokoan di kawasanperdagangan tersebut. Namun disadari pulabahwa moda ini memiliki keterbatasan juga,karena kurang dapat untuk melakukanperjalanan jarak jauh, peka terhadap gangguanalam, serta hambatan yang diakibatkan olehlalu lintas kendaraan.Jalur pedestrian ini juga merupakanelemen penting dalam perancangan kota,karena tidak lagi berorientasi pada keindahansemata, akan tetapi juga pada masalahkenyamanan dengan didukung oleh kegiatanpedagang eceran yang dapat memperkuatkehidupan ruang kota yang ada. Sistem jalurpedestrian yang baik akan mengurangiketerikatan terhadap kendaraan di kawasanpusat kota, meningkatkan penggunaan pejalankaki, mempertinggi kualitas lingkunganmelalui sistem perancangan yang manusiawi,menciptakan kegiatan pedagang kaki limayang lebih banyak dan akhirnya akanmembantu kualitas udara di kawasan tersebut.Jalur pedestrian selalu memilikifasilitas-fasilitas didalamnya. Fasilitas jalurpedestrian dapat dibedakan berdasarkan padaletak dan jenis kegiatan yang dilayani, yaitufasilitas jalur pedestrian yang terlindung danfasilitas jalur pedestrian yang terbuka.
Fasilitas Jalur Pedestrian yang terlindung,dibedakan menjadi dua yaitu :
1.
 
Fasilitas jalur pedestrian yangterlindung di dalam bangunan,misalnya :-
 
Fasilitas jalur pedestrian arahvertikal, yaitu fasilitas jalurpedestrian yang menghubungkanlantai bawah dan lantai diatasnyadalam bangunan atau gedungbertingkat, seperti tangga,
ramps
,dan sebagainya-
 
Fasilitas jalur pedestrian arahhorizontal, seperti koridor, hall,dan sebagainya.2.
 
Fasilitas Jalur Pedestrian yangterlindung di luar bangunan, misalnya:-
 
 Arcade
, yaitu merupakan selasaryang terbentuk oleh sederetankolom-kolom yang menyanggaatap yang berbentuk lengkungan-lengkungan busur dapatmerupakan bagian luar daribangunan atau berdiri sendiri.
 
ENCLOSURE Volume 5 No. 1. Maret 2006Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Permukiman
23
-
 
Gallery
, yaitu lorong yang lebar,umumnya terdapat pada lantaiteratas.-
 
Covered Walk atau selasar 
, yaitumerupakan fasilitas pedestrianyang pada umumnya terdapat dirumah sakit atau asrama yangmenghubungkan bagian bangunanyang satu dengan bangunan yanglainnya.-
 
Shopping mall
, merupakanfasilitas pedestrian yang sangatluas yang terletak di dalambangunan dimana orang berlalu-lalang sambil berbelanja langsungdi tempat itu.
Fasilitas jalur pedestrian yang tidakterlindung / terbuka, yang terdiri dari :
1.
 
Trotoir / sidewalk 
, yaitu fasilitas jalurpedestrian dengan lantai perkerasanyang terletak di kanan-kiri fasilitas jalan kendaraan bermotor.
2.
 
Foot path / jalan setapak 
, yaitufasilitas jalur pedestrian seperti gang-gang di lingkungan permukimankampung.
3.
 
Plaza
, yaitu tempat terbuka denganlantai perkerasan, berfungsi sebagaipengikat massa bangunan, dapat pulasebagai pengikat-pengikat kegiatan.
4.
 
Pedestrian mall
, yaitu jalur pedestrianyang cukup luas, disamping digunakanuntuk sirkulasi pejalan kaki juga dapatdimanfaatkan untuk kontak komunikasi atau interaksi sosial.
5.
 
 Zebra cross
, yaitu fasilitas jalurpedestrian sebagai fasilitas untuk menyeberang jalan kendaraanbermotor.Permasalahan yang utama dalamperancangan kota adalah menjagakeseimbangan antara penggunaan jalurpedestrian dan fasilitas kendaraan bermotor.Sebagai contoh : The Uptown Pedestrian yangdidesain oleh City of Charlotte, NorthCarolina, membagi permasalahan areapedestrian dalam 3 kelompok : function andneeds, psychological comfort, physicalcomfort. (Charlotte, 1978 ). Hal ini jugadiutarakan oleh Hamid Shirvani ( 1985 ) ,menurutnya dalam merencanakan sebuah jalurpedestrian menurut perlu mempertimbangkanadanya :-
 
keseimbangan interaksi antara pejalankaki dan kendaraan-
 
faktor keamanan, ruang yang cukupbagi pejalan kaki-
 
fasilitas yang menawarkan kesenangansepanjang area pedestrian-
 
dan tersedianya fasilitas publik yangmenyatu dan menjadi elemenpenunjang.
KATEGORI DAN FASILITAS PEJALANKAKI
Menurut Rubenstein ( 1987 ), terdapatbeberapa kategori pejalan kaki :
Menurut sarana perjalanannya :
-
 
Pejalan kaki penuh, merupakanmereka yang menggunakan moda jalankaki sebagai moda utama, jalan kakidigunakan sepenuhnya dari tempatasal sampai ke tempat tujuan.-
 
Pejalan kaki pemakai kendaraanumum, merupakan pejalan kaki yangmenggunakan moda jalan kaki sebagaimoda antara. Biasanya dilakukan daritempat asal ke tempat kendaraanumum, atau pada jalur perpindahanrute kendaraan umum, atau tempatpemberhentian kendaraan umum ketempat tujuan akhir.-
 
Pejalan kaki pemakai kendaraanumum dan kendaraan pribadi,merupakan mereka yang menggunakanmoda jalan kaki sebagai moda antara,dari tempat parkir kendaraan pribadike tempat kendaraan umum, dan daritempat parkir kendaraan umum ketempat tujuan akhir perjalanan.-
 
Pejalan kaki pemakai kendaraanpribadi penuh, merupakan merekayang menggunakan moda jalan kakisebagai moda antara dari tempat23arker kendaraan pribadi ke tempattujuan bepergian yang hanya ditempuhdengan berjalan kaki.
Menurut kepentingan perjalanannya :
-
 
Perjalanan terminal, merupakanperjalanan yang dilakukan antara asaldengan area transportasi, misalnya :tempat parkir, halte bus dansebagainya.-
 
Perjalanan fungsional, merupakanperjalanan untuk mencapai tujuan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->