High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
Author : nade
Genre :....gak tahu^^
Pairing : all member and crew l’arc en ciel
“kumohon, dokter!! Ku..mohon...” ucap tetsu sambil menundukkan kepala dan punggungnya dihadapan seorang pria setengah baya yang memakai jas dokter berwarna putih bersih.
“saya tahu itu...tapi....konser ini.....saya mohon pada anda!!....saya berjanji sehari setelah konser..saya pasti akan.....” ucap tetsu yang terputus-putus. Keheningan tercipta cukup lama, mata dokter tersebut memandang kearah wujud tetsu yang masih membungkukkan badannya.
dengan tatapan yang bersinar.
“terima kasih,dokter tachibana.”
“tapi ogawa-san....apa anda bersedia menanggung resikonya?”
“.......ya, saya.....akan menanggungnya.”
Tetsu berjalan keluar dari pintu utama gedung rumah sakit, ia terus berjalan menuju tempat dimana mobilnya berada. Matanya menabrak sosok pria yang sedang bersandar dan sesekali menghisap sebatang rokok.
disampingnya.
“hemm..?”
“......apakah hari ini akan turun hujan?”
“mungkin saja...langitnya tidak bisa disebut cerah.”
“aku ingin hujan segera turun....jika....aku menangis diantara hujan tersebut, mungkin orang lain tidak akan melihatnya.”. okano terdiam cukup lama, salah satu tangannya bergerak menepuk lembut pundak tetsu yang masih memandang hampa keluar jendela mobilnya.
“ya!!....kita semua akan membantumu!...konser nanti akan menjadi konser yang tidak akan terlupakan bahkan akan menjadi legenda dinegara jepang ini.” Ucap okano dengan tegas.
panggung super besar. Itulah yang terpampang disebuah lapangan yang ada di kota Tokyo. Ratusan orang bekerja mengangkat beberapa peralatan berat dan menaruhnya ditempat yang sudah ditentukan. Suara teriakan pengawas untuk mengatur kerja karyawannya kadang melengking dan membuat suasana menjadi lebih ramai. Suara petikan gitar dan juga gebukan drum mulai terdengar walau tidak beraturan. Ken yang berdiri diatas panggung yang hampir jadi itu dengan santainya mengecek sound dari gitarnya, sedangkan yukki menagtur kembali susunan set drumnya dan kadang kala memukulkan stick drumnya untuk menguji sound yang keluar.
“kau...apa melihat keanehan pada tet-chan?” tanya hyde, ken memutar kepalanya untuk melihat sisi panggung didepannya. Tetsu terlihat sibuk berbicara dengan technical crew, wajahnya terlihat kaku dan tegang, tak terlihat satu senyumpun diwajah tetsu, bahkan dia bisa menilai kalau saat ini ia sedang “setengah” memarahi kerja technical crewnya.
“ya, awalnya aku juga berpikir begitu, tetapi apa dia tidak terlalu keras melakukannya? Hampir semua orang yang bekerja untuk konser ini tidak ada yang tidak kena bentakannya. Bahkan sekarang aku bisa melihat tatapan tidak suka dari crew.”
“....lalu kita bsia berbuat apa?, itu sudah menjadi sifat tet-chan, biarkan saja..setelah konser ini selesai, dia akan kembali ceria dan mulai meminta maaf ke crew atas segala kemarahannya itu.”
“kalian berdua!!” ucap tetsu terdengar kemana-mana karena tetsuu mengucapkannya melalui mic yang ada dihadapannya. Ken dan hyde yang terkejut memandang kearah tetsu dengan wajah takut.
“ini bukan waktunya chatting, sekarang kembali keposisi kalian dan kita mulai latihan sound!!” ucap tetsu keras. Hyde dan ken terdiam membisu, mereka berdua bergerak keposisi mereka masing-masing. Hyde,ken, dan yukki bisa merasakan banyak mata yang menatap penuh tanda tanya kearah tetsu tetapi sepertinya tetsu bersikap tidak perduli.
“kita mulai dengan dive to blue.” Ucap tetsu. Beberapa detik kemudian, mulai lah mengalun suara musik yang mengawali lagu “dive to blue”. Hyde kemudian mengeluarkan vokalnya dan menyebutkan lirik demi lirik dari lagu yang diciptakan oleh tetsu itu. Tiba-tiba tetsu menghentikan permainan bassnya dan itu membuat suara musik lainnya pun ikut berhenti. Mata ken dan yukki langsung bergerak menatap tetsu yang menatap hyde dengan penuh amarah, sedangkan hyde yang kebingungan sedikit gemetar melihat tatapan tajam tetsu.
“apa yang kau lakukan,haido-kun?...ini akibatnya kalau kau terlalu banyak merokok.”
“apa?”
“eh...tet-chan, sudahlah! Kita ulang saja lagi.” Ucap ken berusaha menenangkan tetsu
“jika aku merokok itu bukan urusanmu , tahu?!?” ucap hyde yang suaranya mulai meninggi. Ken segera bergerak berdiri diantara mereka berdua, yukki berdiri dari balik drumnya dan menatap tak percaya....dua pentolan laruku bertengkar?...ratusan mata pekerja juga ikut menatap tak percaya kearah hyde dan tetsu, mereka semua bisa merasakan betapa panasnya suasana antara hyde dan tetsu saat itu.
“hentikan kalian berdua!! Ini bukan waktunya berkelahi hanya karena masalah kecil. Haido-kun...kita mulai dari awal ya?..tenangkan dirimu. Kau juga,tet-chan..jika kau tetap mempermasalahkan ini maka latihan kita tidak akan berjalan dan itu hanya akan merusak semua jadwal lainnya khan?” ucap ken tegas. Dengan enggan mereka berdua menganggukkan kepalanya dan membuang wajah mereka kearah lain. Sambil mendesah nafas panjang, ken kembali keposisinya dan memberikan aba-aba untuk memulai.
Hyde menghisap rokoknya sangat kuat, air mukanya terlihat kusam dan marah. Ken yang duduk disisi hyde sambil memainkan gitar fernandesnya hanya bisa memandang diam melihat kekesalan hyde. Yukki yang ada di duduk didepan ken pun tidak berani mengatakan apapun.
“apa-apaan sih tetchan?pake ngomong suaraku serak kek, jelek kek, sumbang kek, rusak kek...heh?emangnya suara nya lebih bagus?..padahal dia tidak pernah merokok tetapi vokalnya juga begitu-gitu saja khan?” ucap hyde kesal
“sudah kukatakan tadi..dia hanya sedang tegang untuk konser besok. Kau tahu itu khan,hyde?jadi..janganlah kau jadi ikutan bersitegang begitu, nanti malah membuat tetchan menjadi lebih gila dari sebelumnya.” Ujar ken lembut
“kenapa kita yang selalu harus menurutinya?..apa karena dia leader?, dia juga harus memandang kita!..kita ini bukan mainan robot yang akan mengikuti semua perintah si pemilik. Apa dia sendiri menganggap kita manusia?”
“aku setuju dengan ken, haido-kun!...tidak selalu tetchan bersikap.. ..tegas seperti saat ini khan? Jadi...aku rasa ini memang hanya karena konser ini saja, setelah selesai, maka tetchan akan kembali seperti dulu..dia akan berkumpul dengan kita, tertawa mendengar candaanmu, dan tersipu mendengar guyonan porno nya ken.”
Add a Comment