High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
Author : nade
Pairing : hydextetsu , ken , yukki , other characters
Genre : shonen-ai , drama , fluffy story, Alternate Universe
Tetsu memandang kearah keluar dari balik jendela kaca yang berukuran besar. Senyumnya menghiasi bibirnya yang tipis – sebuah senyum yang menggambarkan kebahagiaan yang luar biasa. Kedua belah matanya menatap keramaian yang tepat terjadi didepan matanya. Beberapa orang yang memakai pakaian waiter sibuk menata meja-meja berbentuk bundar yang memenuhi taman indah, ada pula yang sibuk membenahi tenda putih yang menaungi meja-meja tersebut.
Tetsu menoleh dan menatap sosok pria yang sangat ia kenal. Senyumnya semakin melebar saat melihat pria itu berjalan mendekatinya – berdiri disisinya sambil melempar pandangannya kearah kesibukan yang terpampang dihadapannya.
“hari ini kau terlihat tampan sekali , tetchan! Lihatlah dirimu....dengan memakai jas hitam yang begitu bersih dan rapi, rambutmu pun tertata rapi kebelakang hehehehe... ini benar-benar pertama kalinya aku melihatmu seperti ini.“ Ujar ken
“hem..aku tahu maksudmu,kenchan...aku dulu juga berpikir bahwa aku tidak akan sampai pada hari pernikahan seperti ini – tapi melihat semua kesibukan diluar sana...aku jadi percaya bahwa hari ini memang sebuah kenyataan.“ Ucap tetsu yang kembali menatap kearah keluar jendela
“baguslah....aku pergi sebentar ya...entah kenapa hari ini rasanya aku selalu ingin kekamar kecil.“ Ucap ken sambil berlari keluar ruangan – meninggalkan tetsu yang tertawa kecil melihat ken yang tergesa-gesa keluar dari ruangan tersebut.
“heh, kau pasti tertawa jika kau mendengarkanku mengatakan hal semacam itu...karena sebelumnya – aku selalu berpikir memang lebih baik tidak melihatmu hehehehhee...“ ucap tetsu sambil tertawa kecil
Suara dering alarm weker yang sangat mengganggu dan memekikkan telinga. Tetapi suara menjengkelkan itu berhasil membuat tetsu membuka kedua matanya yang masing mengantuk. Jemarinya langsung menyentuh tombol OFF dan sedetikkemudian suara alarm menjadi hilang dan suasana kamarnya kembali sunyi.
Tiba-tiba dia menyadari sesuatu – tubuhnya sangat sulit digerakkan – bahkan terasa sangat berat. Tetsu juga sadar bahwa dia mengalami kesulitan bernafas karena dadanya terasa tekanan yang kuat.
“ya ampun..kenchan!!“ pekik tetsu lega saat melihat ken yang tertidur tepat disisinya. tangan kirinya melewati dada tetsu dan memeluk tubuh tetsu dengan erat, sebagian badan ken limbung dan hampir menindih tubuh tetsu
“gah,kenchan!! Bangun donk!! Badanmu ini berat sekali...kau ingin membunuhku ya?“ ucap tetsu kesal tetapi ken sama sekali tidak perduli dan masih mengeluarkan suara mendengkur halus
lembut
“aku bukan asako.“ Ucap tetsu kesal
“heeee.....minami, tubuhmu indah...aku suka kamuuuu....“
“aku bukan minami!!“ seru tetsu yang semakin jengkel
“chiaki.“
“bukan!“
”naomi.“
“bukan!“
“rika.“
“bukan!“
Sebuah pukulan keras berhasil mendarat dikepala ken dan membuat ken terbangun dari tidurnya. Sambil meringis kesakitan dan mengelus kepalanya yang sakit – ken menatap kearah tetsu dengan tatapan bingung
Add a Comment