Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tirta Nursari, Rumah Pintar Buku Semarang

Tirta Nursari, Rumah Pintar Buku Semarang

Ratings: (0)|Views: 704|Likes:
Published by Muhidin M Dahlan

More info:

Published by: Muhidin M Dahlan on Nov 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2011

pdf

text

original

 
PR0rrr
{dHffi-t
:%t4?ijtu,
.,!1::!++::
-r.
0==o
-(1)
:o
-@
::;=o-t
)
I
D
)
 
ffiffiffirxt
*S+irta
Nursari
sebenarnya
tak
pernah
bercita-cita
ffi
menjadi
pengelolasebuahlembaga
Pendidikan
ffi
Anak
Usia
DiniNon
Formal
dan lnformal
(PAUDNI).
g
Keterlibatannyadi
duniapendidikan
anak
usia
dini
ituberawal ketikahatinyatergerak melihatanak-anakdi
lingkungan
tempat tinggalnya
hanyamenghabiskan
waktu
sehari-harinyadenganbermain.
Mejal*h
Pendii:iik
d=i:
kirepml{epenilidlken
FF,Ljil.
ftcnirrmri.
iJ;:nInisrmai
IIRGERAK
[II
\/BANGUN
IAIIAN
BACAAN
SITILAH
IVlEL
I]
]AI
ANAK
ANAK
YANG
lAK
TTRURUSORANGTUANYA.[,lENERB
IKAN
KORAN UNTUK
Dtr
lBi
-
-P^\
v"
\r,
rr.
lbu
dua anak
ini
tinggal
di
daerah
Slkunir
Bergas,Kabupaten
Semarang,
Jawa Tengah,
yang
merupakan
kawasan
industri.
Sebagian
besar
perempuan
muda
di
sana
bekerja sebagai
buruh
pabrik.Sementara suaminya
lebih
banyak
menghabiskan
waktu
sebagai
tukang
'ngenggrong'
(buruh
bongkar
pasir)
dengan
jam
kerja
tanpa
batas.
Meskipunpekerja
perempuan
dilindungioleh
.undang-undang
yangmembatasi
jam
kerja,padakenyataannya,
peraturan
itutidak
berlaku.
"lstilah
Pekse
ataubekerja sampek
selese
sangat
lazim
di
tempat
kamii'ujar
Tirta.
Artinya,buruhpabrik
harusrela bekerja
overtime
sampai
selesai,
bahkan
bisa
sampaipagi.
Akibatnya,
para
wanita
kerap
tidak
sempat mengurusi
anak-anaknya.
"Darisitulah
saya
bersama suami
dan
beberapa
teman
tergerak
untuk membuat
sebuah
komunitas
belajar
positifbagi
anak-
anaki'
tutur
Tirta.
Maka,
Tirta
kemudian
mendirikan rumah
pintarTaman
Bacaan
Masyarakat
Warung
Pasinaon
(TBMWapas),
pada
3
Juni
2007.
Hinga
kini, TBM Wapas
belum memiliki
gedung
sendiri. Tapi
Tirtadan
teman-
temannya menjalankan kegiatan
tujuh
hari
dalam
sepekan.
Di
antaranya,pelayanan
peminjamanbuku,bimbinganbelajar,
outbound, latihan
keterampilan(lifeskill),
memasak bersama,dan
nontonbareng.
Untuk
operasional
sehari-hari,
selama TBMberdiri,
Tirta
baru
dua
kali
mendapatkan
bantuan
dari
pemerlntah.
Pertamapada
tahun
2008, berupa
dana
rintisan
sebesar
Rp
15
juta,dan
kedua
pada.2010
berupa
dana
penguatan
sebesar
Rp 25juta.
"Selebihnya
kami
bekerjasama
dengan berbagai
pihak
untuk
menyelenggarakan
berbagai
jenis
kegiatan
lain,
Dinas
Pendidikan,
sponshorship,
pihak
swasta,
relawan,
perpusda
dan
dinas
perindustrian
dan
perda gangani'papar
Tirta.
BERCITA.CIIAJADI WARTAWAN
Mengelolarumahpintaratau
Taman
Bacaan
Masyarakat
bukanlah
cita-cita
Tirta
Nursari. Sejak
kecil
perempuan
.=.Ftr141*
tt
ffii#B#$
Lff#
ffi.
go
ffi
 
kelahiran
7
Maret
1973
ini
sebenarnya
ingin
menjadi wartawan. Meskipun belum
sepenuhnyatercapai,namuncita-cita
ini
sudahterwujudkan
sebagian,
denganmengelola
TBMWapas.
Di
dalam
kegiatan
TBM
itu,
Tirtamendirikan
koran Pasinaon,yang
dijadikan
mediapembelajaranmenulisbagi
ibu-ibu
dan
anak-anak
anggota
komunitas
TBM.
"Denganmengelola
koran
ini,
setengah
dari
cita-cita saya
kesampaiani'
ujar
perempuan
yang
hobi
membaca
danmenulis ini sambil tersenyum.
Di
sela-sela kesibukannya
mengelola
TBMWapas,Tirta memberikan bimbingan
belajar
untuk
anak
SD.
la
pun
kerapmenerima
tawaran untukmenjadi
Master
of
Ceremony
(MC)
pada
berbagai
acara,
menjadi
moderator,
dan
pekerjaan-pekerjaan
lain
yang
berhubungan
dengan
publikasi
dan
kehumasan.
Kegiatan
ini
tentu
saja
banyak
mengembangkan
wawasan
dan
kreatiVitasnya
dalammengelola
TBM.
Tirta
menjelaskan, konsep
metodologi
yangia
terapkan
dalam
mengelola
TBM
Wapas adalahEnjoyful
(keceriaan),
Love
(kasih
sayang), Contentment
(kelegaan/
kepuasan),
dan
lnterest
(ketertarikan),
atauyangdisingkatELCI.
"ELCIadalah
satu strategi
pengembanganTBM
yang
menyentuh berbagai aspek
pengelolaan
non-formal
berbasis masyarakat
yangmengacupada potensilokal/'kataTirta.
Menurut
Tirta,
salah
satu
contoh
penyelenggaraan
konsep
ELCI
adalah
dengan
memanfaatkan
lumbung
desa
sebagai
salah
satu
wadah
penjaring
partisipasimasyarakat
dalam
kegiatanbelajar bersama.
Melalui metodologi
ELCI
ini
TBM Wapas
makin
banyak
diminati
warga
dan
masyarakat
sekitar.
Melihat
antusiasmemasyarakat ini
tentu
saja
Tirtagembira.
MENJADI JUARA
Keseriusannya
menggarap
rumah
pintar
TBM
Wapas
membuat Tirta
Nursari
terpilih
mewakili
Kabupaten
Semarang
dalam Jambore
Pendidik
dan
Tenaga
Kependidikan
(PTK)
PAUDNIProvinsi Jawa
Tengah
untuk
kategoripengelola
program
PAUDNI.
Melalui
seleksi
ketat
di
tingkat
Provinsi,
Tirta
akhrinya
terpilih
menjadi
pemenangnya.
Dan,
akhirnya ia ditunjuk
sebagai
wakil
provinsi
.Jawa
Tengahdalam
Jambore
1000
PTK
PAUDNI
tingkat
nasional di Mataram,
Nusa
Tenggara
Barat,14-19
)uli
2011
.
Denganpenuh
percayadiri,
Tirta
pun
bertanding
di Mataram membawakonsep
ELCI-nya.
Tirtayakin,konsep
ELCI
yang
merupakan
ide
orisinalnyabisa
bersaingdengankonsep
lain
dari berbagaiprovinsi.Akhirnya,
Tirtapun
terpilih
sebagai
Juara
I
dan
berhak
mendapatkan
piala
danhadiahuang
tunai
Rp
1
5
juta.
"Saya merasa
senangdan kemenangan
ini
sekaligus
jadi
motivasi
kami
uhtuk
melakukan
hal-halyang
lebih
baik
lagibagi
dunia
pendidikan
lndonesia,
khususnya
pendidikannonformali'
ujarTirta.
Atas
kemenangan
yang
diraihnya
ini
Tirtamengucapkan banyak terimakasihkepadasemua
pihakyang
telah
mendukungnya,
terutamaalmarhumahibundanya
yang
telah
mendidik
dan
menanamkanjiwa
sosial kepadanya,
la
juga
bangga
dengan
dukungan
anak-anak,keluarga,teman-teman
pengurus,
anggota
komunitasTBM
Wapas
dan
Dinas
pendidikan
ProvinsiJawaTengah.
"Rencana
kami,
hadiahnya
akan
digunakanmembelikomputer
baru
untuk
TBMWapas,
untuk
syukuranbersama
para
pengelola,
dan ditabunguntuk
kegiatan
TBM
Wapas,
dan
sisanya
untuk
biaya
pendidikan
anaki'kata
Tirta
Nursari.
'#
EVA ROHILAH
alil3
STRATEGI
MENYENTUH
BERBAGAIASPEK
ff
alam
karya
tulisnya, Tirta
Nursari
menjelaskanbahwa
salah
satupendorongterwuiudnya
fllndonesia
pintar
adalah
lembagapendidikannonformal daninformal
dengan
program-
prOgramnya
yang
langsung
menyentuh
padasasaran.Rumah
pintar
adalah salahsatu lembagapendidikan
nonJormal
yangberkonsep
terpadu,mandiri,
dan terarah.
Namun dalam
menyelenggarakan
rumah
pinur;
ada
beberapakendala
yang
dihadapi.
Permasalahan
te6ebut
di
antaranyakurang terkelolanya
rumahpintar
sehingga
tidak
bisa
berkembang
dengan
baik,
kurangnyakemandirian
dalam
pengelolaan,
serta
belummenrngkatnya moti\/asi dankesadaran masyarakat
untuk
mau
datang
ke
rumah
pintar.
Masalah-masalah
itu,
Kata
Tirta,
bisa
diatasi denganmenggunakanELtlyang
merupakan
singkatan
dari
Enjoyful
(keceriaan),lorze
(kasih
sayanq),
Clntentmenl
(kepuasan),dan
lnterest
(ketertarikan).'ELCIadalah satu strateqipengembangan
rumahpintaryang
menyentuh berbagaiaspekpengel0laan
n0nJormal
berbasismasyarakatyangmengacupada potensi
lokali'kataTiria.
Strateqi
ELCI
lni
bersifatfleksibel
dan
bisa
dlterapkan
di
manasaja.
Karena
itu,menurutTirta,perlu
upaya
tutor
danpengel0larumahpintar
untLlk
menggaltpotensimasing-masing
daerah
yang
bisa
dijadikan mediapenjaring partisipasi.
Dengan
begitudiharapkan
bisatercelenggara
rumah
pintar
yangmampumenghadirkan
semangat
belajar
(enjoyfult
keterikatan
batin(/ore),
kepuasan
dan
kelegaan bagiwargapembelajar
(contentnent),dan
ketertarikanuntuk
selaludatang danmemanfaatkan
rumahpintar
(interest).
Bagipemerinuh,Tirta menyarankan agarperltlkiranyauntuk selalupr0
aktif
mendtlkung
rumah
pintaI
sehinggapr0gram-pr0gram
yangtengah
dljalankan
bisa
diakses
untuk
disebarluaskan
secara
lebih
efektif
#
edisi Ga/iehun
t./ckrnber
i0l
I
I
MESI
$.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->