Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
contoh aplikasi PLC OMRON CP1L

contoh aplikasi PLC OMRON CP1L

Ratings: (0)|Views: 1,850 |Likes:
Published by Rezon Arif B
perancangan aplikasi plc omron CP1L
perancangan aplikasi plc omron CP1L

More info:

Published by: Rezon Arif B on Nov 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2013

pdf

text

original

 
Makalah Seminar Kerja Praktek 
PERANCANGAN APLIKASI PLC OMRON SYSMAC CP1L PADA SISTEMOTOMASI OVERHEAD CRANE UNTUK PROSES PERENDAMAN LOGAM
PT. PURA BARUTAMA KUDUS
Rezon Arif Budiman
1
, Karnoto, ST. MT.
2
 
1
Mahasiswa dan
2
Dosen Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas DiponegoroJl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang, IndonesiaEmail : rezon_arif@yahoo.com
 Abstrak -
 Dunia industri modern saat ini tidak bisa lagi dipisahkan dengan masalah otomasi untuk berbagai sarana produksi ataupun pendukung produksi. Otomasi selalu berkaitan dengan sistem kendali dankontrol. Dengan semakin beragamnya sarana industri yang membutuhkan otomatisasi, maka kita membutuhkansuatu media kontrol yang bersifat universal, bisa diterapkan pada semua bidang industri namun tepat guna.PLC (Programmable Logic Controller) atau pengendali logika terprogram dengan berbagai kelebihandan kemudahan pemakaiannya merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Programnyabisa dibuat sesuai logika otomatisasi yang diinginkan dan antarmuka masukan/keluarannya bisa disesuaikandengan kebutuhan.Pada pelaksanaan kerja praktek ini akan dibahas mengenai dasar teori PLC, pengenalan PLC OMRON SYSMAC CP1L dan ladder diagram maupun tabel mnemonic sebagai sarana pemrogramannya serta contohaplikasinya tentang
 sistem otomasi overhead crane untuk proses perendaman logam
. Karenakebanyakan crane yang digunakan saat ini masih manual dan membutuhkan tenaga manusia untuk mengopersaikannya sehingga kemungkinan terjadinya human error cukup besar serta agar didapatkan operasicrane yang lebih efektif dan efisien . Dengan adanya faktor-faktor seperti hal di atas, diperlukan otomatisasi proses kerja crane dengan menggunakan PLC. PLC yang digunakan merupakan PLC jenis relay dengan jumlah30 I/O (input/ input). Program yang dipakai untuk menjalankan PLC dibuat dengan menggunakan Software CX-Programmer Ver 9.0.Kata kunci: PLC, Otomasi Crane, CX-Programmer Ver 9.0
I.
 
PENDAHULUAN1.1
 
Latar Belakang
Proses perendaman logam untuk pelapisanatau yang sering disebut
galvanisasi
masihmenggunakan proses yang manual. Terdapatbeberapa tahap dalam perendaman logam iniyaitu
 
meliputi
cleaning - pickling (acid) - fluxing- and dipping
.
Material logam yang akandirendam diangkat menggunakan katrolkemudian diangkat dan dimasukkan ke bak yangberisi larutan untuk melapisi material logamtersebut. Pengoperasian sistem kendali OverheadCrane masih bekerja secara manual, peralatankendali yang digunakan masih sederhana, yaitumenggunakan peralatan seperti
relai, timer 
dan
 counter 
yang kesemuanya dirangkai dan dipadumenjadi suatu rangkaian kendali. Cara tersebutdianggap kurang efisien, karena banyaknyapengawatan yang rumit di samping itu akandiperlukan ukuran panel kontrol yang besar,sehingga menyebabkan besarnya biaya yangdikeluarkan untuk instalasi terutama dalam halperawatan, karena peralatan kendali tersebutcepat panas dan aus. Disamping itu operatoryang mengendalikan sistem mengalami kesulitandalam mengoperasikannya sehingga dapatmenyebabkan kecelakaan akibat human error.Untuk meningkatkan efektifitas padaproses perendaman logam ini salah satunyaadalah dengan melakukan otomasi pada katrolatau
crane
yang digunakan untuk mengangkatmaterial logam tersebut. Proses yang terjadidalam unit sistem
 
ini diatur denganmenggunakan satu unit alat kontrol yang berbasisPLC. Otomatisasi sistem
overhead crane
untuk proses perendaman logam menggunakan PLCbertujuan untuk memudahkan dalam prosespengangkatan material logam, kemudianperendaman dan proses peletakan material logamtersebut serta mengurangi tingkat kesalahanmanusia
(human error)
.
1.2
 
Maksud dan Tujuan
Hal-hal yang menjadi tujuan penulisanlaporan kerja praktek ini adalah :1. Memperkenalkan PLC sebagai salah satupendukung otomasi industri.2. Mempelajari dasar pemrograman PLCdan aplikasi PLC khususnya seri OmronSysmac CP1L.3. Mempelajari pembuatan program ladderdiagram dengan menggunakan softwareCX – Programmer.
 
1.3
 
Pembatasan Masalah
Materi kerja praktek ini dibatasi padapenggunaan PLC OMRON SYSMAC CP1L darisisi perangkat kerasnya dan pemrograman dasardiagram ladder untuk mendukung kerja PLCdalam aplikasinya untuk otomasi sistem
overhead crane
untuk proses perendaman logam.Fungsi-fungsi tambahan di luar fungsi dasarpada pemrograman dan aplikasi-aplikasi PLCselain aplikasi dasar tidak diulas pada makalahkerja praktek ini.
II.
 
KAJIAN PUSTAKA2.1
 
PLC (Programmable Logic Control)
Berdasarkan pada standar yangdikeluarkan oleh
 National Electrical Manufacture Association (NEMA) ICS3-1978Part ICS3-304,
PLC didefinisikan sebagaiberikut : “PLC adalah suatu peralatan elektronik yang bekerja secara digital, memiliki memoriyang dapat diprogram menyimpan perintah-perintah untuk melakukan fungsi-fungsi khususseperti
logic, sequening, timing, counting,
dan
aritmatika
untuk mengontrol berbagai jenismesin atau proses melalui analog atau digital
input/output modules
”.
 
Di dalam PLC berisirangkaian elektronika yang dapat difungsikanseperti
contact relay
(baik NO maupun NC) padaPLC dapat digunakan berkali-kali untuk semuaintruksi dasar selain intruksi
output 
.
 
Gambar 1
Fungsi PLC
2.1.1
 
Prinsip Kerja PLC
Pada prinsipnya sebuah PLC melaluimodul
input 
bekerja menerima data-data berupasinyal dari peralatan
input 
luar (
external input device
) dari sistem yang dikontrol seperti yangdiperlihatkan pada gambar 3. Peralatan
input 
luartersebut antara lain berupa sakelar, tombol,sensor. Data-data masukan yang masih berupasinyal analog akan diubah oleh modul
input 
A/D(
analog to digital input module
) menjadi sinyaldigital. Selanjutnya oleh prosesor sentral (CPU)yang ada di dalam PLC sinyal digital itu diolahsesuai dengan program yang telah dibuat dandisimpan di dalam ingatan (
memory
). SeterusnyaCPU akan mengambil keputusan danmemberikan perintah melalui modul outputdalam bentuk sinyal digital. Kemudian olehmodul output D/A (
digital to analog module
)dari sistem yang dikontrol seperti antara lainberupa
kontaktor, relay,
 
solenoid, heater, alarm
 dimana nantinya dapat untuk mengoperasikansecara otomatis sistem proses kerja yangdikontrol tersebut.
Gambar 2
Bagian-bagian Blok PLC
2.1.2
 
Prinsip Dasar PLC
Perbandingan cara kerja PLC dengansistem kontrol konvensional dapat dilihat padagambar 3 dan gambar 4 switch S1 dan S2 adalah
 push-button normally open (NO)
, S1 akanmengalirkan arus ke L1 sedangkan S2 akanmengalirkan arus ke L2 pada saat kedua
switch
tersebut ditekan, gambar 3Pada gambar 4 komponen yang samadisambungkan ke PLC. Dari gambar tersebutterlihat beberapa perbedaan yaitu
switch
tidak disambungkan secara langsung ke lampu tetapimelalui modul
input 
PLC, sedangkan lampudisambungkan ke modul
output 
PLC.
 Input 
tidak berhubungan dengan
output 
secara langsungtetapi keduanya dihubungkan oleh prosesorberdasarkan program logic yang dimasukkan
.
 
Gambar 3
Hardwired Sistem
CountingSquencin
g
LogicTiming
Data Handling
 
Control
PROGRAMMABLE LOGICCONTROL
S1
L1
S2L2
 
 
Gambar 4
Sistem PLC
Dari segi operasional,
switch
dan lampuyang disambungkan langsung dengan sistemPLC adalah identik, perbedaannya terletak padacara arus listrik mengalir. Pada
hardwired 
sistemarus listrik mengalir berasal dari suatu sumbertegangan melalui
switch
menuju lampu yangbersangkutan, arus listrik mengalir melalui kawatpenghantar ke lampu, pada saat
switch
terbukaarus terputus dan lampu akan padam.Pada sistem PLC arus yang berasal darisumber tegangan mengalir melalui S1 dan S2menuju
input 
module.
 Input 
module akanmengirim sinyal ke prosesor, tegangan dari
switch
terisolir dengan sinyal tegangan yangmasuk ke prosesor, pengisolasian ini mutlak diperlukan kerena prosesor bekerja dengantegangan dan arus rendah. Prosesor menerimasinyal dari
input 
module pada saat switchtertutup, dan akan mengirimkan sinyal yangsama ke
output 
module atas pengarahan dariprogram. Program berfungsi untuk mengarahkansinyal dari
input 
module yang tersambungdengan S1. Semua kejadian ini berlangsungdalam orde milidetik. Pada saat S2 tertutup,kejadian yang sama berlangsung akan tetapi kaliini sinyal
output 
prosesor dikirimkan ke
output 
 module yang tersambung dengan L2.
2.1.3
 
Keuntungan Pemakaian PLC
Keuntungan PLC terbesar sangat terasapada saat diperlukan perubahan atau modifikasipada rangkaian. Sebagai contoh bila dikehendakiS1 mengontrol L2 dan S2 mengontrol L1 akandiperlukan waktu relatif lama untuk memindahkan kawat penghubung pada sistem
hardwired.
 Pada PLC perubahan tersebut tidak diperlukan, perubahan cukup dilakukan padaprogramnya saja sehingga waktunya lebihsingkat. Untuk rangkaian yang terdiri daripuluhan atau bahkan ratusan I/O
device,
 penghematan waktu dan biaya yang dapatdiberikan PLC pada saat terjadi perubahan dalamrangkaian akan sangat terasa.
2.2
 
PLC OMRON SYSMAC CP1L
PLC OMRON SYSMAC CP1L adalahsalah satu produk PLC dari Omron yang terbaru.CP1L merupakan PLC tipe paket yang tersediadengan 10,14, 20, 30, 40 atau 60 buah I/O(
input/output 
). Sistem input outputnya berupa bit.Atau lebih dikenal dengan PLC tipe relay karenahanya membaca masukan (
input 
) danmenghasilkan keluaran (
output 
) dengan logika 1atau 0.
Gambar 5
PLC Omron Sysmac CP1L 30I/O
2.2.1
 
Bagian-bagian umum PLC OMRONCP1L
Gambar 6
Bagian
 
PLC Omron Sysmac CP1L 30 I/O
1.
 
Blok power suplai, ground dan input terminal.
2.
 
Blok eksternal power suplai dan outputterminal.
3.
 
Peripheral USB
 
Port untuk menghubungkandengan komputer dan komputer dapatdigunakan untuk memprogram danmemonitoring.
4.
 
Operation indicator, mengindikasikan statusoperasi dari CP1L termasuk power status,mode operasi, errors, dan komunikasi USB.
5.
 
Baterai untuk mempertahankan internal clock dan isi RAM ketika suplai OFF.
6.
 
Input Indicator, menyala jika kontak terminalinput kondisi menyala.
7.
 
Output Indicator,menyala jika kontak terminal output kondisimenyala.
8.
 
Expansion I/O unit connector,digunakan untuk menambah input/output PLC.
9.
 
Option board slot,digunakan untuk menginstal RS-232C
123456789

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dani Nugroho liked this
Jack Ellco liked this
Dani Nugroho liked this
Roy Silalahi liked this
Dwi Umon liked this
Haydar FachryZal liked this
Amie Mnz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->