Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
22Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dasar Teori Konduktometri

Dasar Teori Konduktometri

Ratings: (0)|Views: 624 |Likes:
Published by dinacute728031

More info:

Published by: dinacute728031 on Nov 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2013

pdf

text

original

 
ALUR KERJA
Penyiapan alat konduktometriPenyiapan elektodaPengukuran Konduktivitas
Dasar Teori
Konduktometri adalah cara analisis yang berdasarkan pengukuran daya hantar (hantaran) listrik larutan.Daya hantar atau hantaran diberi simbul C. Di dalam konduktometri dapat dipelajari hubungan antara konsentrasidengan daya hantar listrik. Arus listrik dalam larutan elektrolit dihantarkan oleh ion-ion, sehingga hantaran suatularutan pada suhu tertentu besarnya bergantung pada derajat ionisasi.Tahanan (R) suatu larutan elektrolit antara dua buah elektroda adalah berbanding lurus dengan panjanglarutan (
) antara kedua elektroda, dan berbanding terbalik dengan luas permukaan elektroda (
 A
).…………………………………………………(1)
Alat konduktometriDinyalakan selama 15menit sebagai pemanasanAlat konduktometri siap digunakanElektrodadicuci dengan botol semprotdikeringkan dengan tissueElektoda siap digunakan NaOH 0,1 Ndiambil 25 mldimasukkan dalam beaker glassBeaker glass berisi NaOH 25 ml 0,1 Nditambahkan elektrodaditirasi dengan HCl 0,1 N sampaivolume HCl 30 mldicatat konduktivitas yang terbacaHASIL
 
Dimana : R = tahanan suatu larutan (ohm)
= jarak antara dua buah elektroda (cm)A = luas permukaan elektroda (cm
2
) = tahanan jenis (ohm.cm)Kebalikan dari tahanan jenis adalah daya hantar jenis yang diberi simbul (kapa), sehingga persamaan nya menjadi :(2) (3)Daya hantar listrik merupakan kebalikan dari tahanan, sehingga satuannya ohm
-1
..(4)Untuk larutan elektrolit sering digunakan istilah daya hantar ekuivalen, yang diberi simbol yaitu dayahantar suatu larutan elektrolit yang mengandung 1 gram ekuivalen zat elektrolit yang terlarut antara dua buahelektroda dengan jarak 1 cm dan luas penampang 1 cm
-2
. Volume larutan (ml) yang mengandung stu gram ekuivalenzat terlarut dirumuskan,..(5)Dimana : c = normalitas larutan (grek/L)Hubungan daya hantar ekivalen dengan daya hantar jenis dirumuskan sebagai:..(6)
…………………………………………………………………. (7)
Bila larutan suatu elektrolit diencerkan, konduktivitas akan menurun karena ion yang berada per cm
3
lebihsedikit untuk membawa arus (
 I 
). jika semua larutan diletakkan diantara dua elektroda yang terpisah 1 cm satu samalain dan cukup besar untuk mencakup semua larutan, konduktans akan naik selama larutan diencerkan. Hal inidisebabkan berkurangnya efek-efek antar ionik untuk elektrolit-elektrolit kuat dan kenaikan derajat disosiasi untuk elektrolit-elektrolit lemah.Untuk elektrolit-elektrolit kuat konduktivitas molar naik selagi pengenceran dinaikkan, tetapi hal inimendekati suatu nilai batas yang disebut sebagai konduktivitas molar pada pengenceran tak terhingga , kuantitasini ditulis sebagai . Kuantitas dapat ditetapkan dengan ekstrapolasi untuk larutan encer dari elektrolit kuat,sedangkan untuk elektrolit lemah, metode ekstrapolasi tidak dapat digunakan untuk , tetapi dapat dihitung darikonduktivitas molar pada pengenceran tak terhingga dari ion masing-masing, dengan menggunakan “hukum migrasitak bergantung dari ion-ion”. Pada pengenceran tak terhingga, ion-ion tidak saling bergantung satu sama lain, danmasing-masing menyumbangkan bagiannya kepada konduktivitas total. Nilai untuk konduktivitas molar ionik batasuntuk beberapa ion dalam air pada 25
0
C dapat dilihat pada tabel C.1.Tabel C.1. Konduktivitas molar ionik batas pada 25
0
CKation(kat)Anion(an)H
+
349.8OH
-
198.3Li
+
38.7F
-
55.4 Na
+
50.1Cl
-
76.3
+
73.5B
-
78.1 NH
4+
73.5I
-
76.8Ag
+
61.9NO
3-
71.5Tl
+
72.7ClO
3-
64.6½Ca
2+
59.5ClO
4-
67.4½Sr 
2+
59.5BrO
4-
55.7½Ba
2+
63.6IO
3-
40.5½Mg
2+
53.1IO
4-
54.6½Zn
2+
52.8HCO
3-
44.5½Pb
2+
69.5½CO
32-
69.3½Cu
2+
53.6½SO
32-
80
 
½Ni
2+
531/3PO
43-
80½Co
2+
55½C
2
O
42-
74.2½Fe
2+
54HCOO
-
54.61/3 Fe
3+
68.4CH
3
COO
-
40.91/3 La
3+
69.7CH
3
CH
2
COO
-
35.8 NMe
4+
44.91/3Fe(CN)
63-
100.9 Net
4+
32.71/3Fe(CN)
63-
110.5 Konduktometri berguna untuk menentukan titik ekuivalen suatu titrasi sebagai pengganti indikator. Dalamtitrasi ini harus diamati daya hantar larutan pada tiap-tiap penambahan titran karena yang menghantarkan arus listrik adalah ion-ion bebas. Semakin banyak ion yang ada maka daya hantar semakin naik. Sehingga kurva titrasikonduktometri berantung pada daya hantar listrik ion-ionnya. Untuk mengukur konduktivitas suatu larutan, larutanditaruh sebuah sel, yang tetapan selnya telah diketahui dengan kalibrasi suatu larutan standart. Sel diletakkan dalamsatu lengan dari rangkaian jembatan wheatstone dan resistannya diukur.Pengaliran arus melalui suatu larutan elektrolit dapat menghasilkan perubahan dalam komposisi larutanyang dekat sekali dengan elektroda-elektroda, sehingga dapat timbul potensial pada elektroda. Untuk pengukuransecara konduktometri digunakan arus AC (non Faraday) sebagai sumber listrik, karena tidak memerlukan reaksielektrokimia pada kedua elektrodanya sehingga dalam hal ini aliran arus listrik bukan akibat dari proses Faraday.Yang dimaksud dengan proses Faraday adalah suatu proses dimana terjadi reaksi reduksi dan oksidasi pada keduaelektroda, dan yang merupakan proses Faraday adalah hantaran arus DC yang melalui suatu larutan.Umumnya sel daya hantar terdiri dari sepasang elektroda Pt yang memiliki luas permukaan jarak antar kedua elektroda yang tertentu. Bila luas permukaan dan jarak antar kedua elektroda diketahui dengan tepat makaangka banding (
l/A
) merupakan harga yang tetap dan disebut tetapan sel daya hantar () sehingga,…………………………………………….(8)Dari MakaSehingga ……………………………. (9)
Titrasi konduktometri dapat diaplikasikan dalam:
1.Asam Kuat dengan Basa Kuat
Pada titrasi konduktometri asam kuat dengan basa kuat, konduktans mula-mula turun, disebabkan oleh pergantian ion hydrogen oeh kation yang ditambahkan, lalu setelah titik ekuivalen tercapai, grafik akan cepatnaik dengan penambahan lebih lanjut dari basa kuat itu yang disebabkan oleh konduktivitas yang besar dari ionhidroksil. Kedua cabang kurva adalah garis-garis lurus, asalkan volume reagensia yang ditambahkan dapatdiabaikan dan perpotongan garis tersebut merupakan titik akhir titrasi. Titrasi ini memberikan kepentingan yang praktis, bila larutan-larutan yang digunakan sangat encer (10
-3
-10
-4
M) dalam hal ini, karbon dioksida yangterakhir harus dikeluarkan.
2. Asam Kuat dengan Basa Lemah
Titrasi asam kuat dengan basa lemah (K 
ca
.10
-3
) dapat diilustrasikan dengan penetralan asam sulfat encer olehlarutan amoniak encer. Cabang pertama dari graifik mencerminkan hilangnya ion-ion hydrogen selama proses penetralan, tetapi setelah titik akhir dicapai grafik menjadi hamper horizontal, karena larutan air ammonia yang berlebih tidak terionisasi sempurna dengan adanya ammonium sulfat.
3.Asam Lemah dengan Basa Kuat
Dalam titrasi ini, bentuk kurva akan bergantung pada konsentrasi dan tetapan disosiasi R dari asam. Misalnya,dalam penetralan asam asetat (K 
a
=1,8.10
-5
) dengan larutan natrium hidroksida, garamnatrium asetat yangterbentuk dalam bagian pertama titrasi, cenderung menekan ionisasi asam asetat yang masih ada, sehingga

Activity (22)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wenny D'crown liked this
ieza_capz liked this
Endah Kusumawati liked this
Desri Sofiani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->