Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendidikan-Karakter

Pendidikan-Karakter

Ratings: (0)|Views: 707 |Likes:
Published by Kriswanti WS

More info:

Published by: Kriswanti WS on Nov 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2013

pdf

text

original

 
MODELPENDIDIKAN KARAKTERDI PERGURUAN TINGGI
Penguatan PKn, Layanan Bimbingan Konseling danKKN Tematik di Universitas Pendidikan Indonesia
Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.SiDr. Yadi Ruyadi, M.SiDr. Nandang Rusmana, M.Pd
 
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI:Penguatan PKn, Layanan Bimbingan Konseling dan KKN Tematikdi Universitas Pendidikan Indonesia
PENULIS:
Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.SiDr. Yadi Ruyadi, M.SiDr. Nandang Rusmana, M.Pd
PENGARAH:
Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd.
PENELAAH:
Prof. Furqon, MA, Ph.D.Prof. Dr. Idrus Affandi, SHProf. Fuad Abdul Hamied, MA, Ph.D.
 
iii
PRAKATA
Universitas, seperti halnya parlemen dan katedral, adalah hasil karya abadpertengahan. Walaupun kedengarannya aneh, tetapi benar, masyarakatYunani dan Romawi Kuno tidak mengenal universitas dalam pengertianyang kita pergunakan selama 700 tahun terakhir ini. Mereka memangmemiliki balai pendidikan tinggi, tetapi terminologi itu tidak sinonim denganuniversitas. Institusi pendidikan, dalam hukum, retorika, dan falsafah,walaupun berkadar tinggi tidak terstruktur dalam kelembagaan yangpermanen. Socrates tidak pernah memberi diploma, tetapi muridnya yangdatang dari segala penjuru dunia abad klasik bersimpuh di hadapannyamengadakan dialog. Kalau Socrates puas dengan hasil dialog itu makapencari ilmu itu dipercaya untuk mandiri dan menumbuhkan pusatpengecambahan pemikiran baru. Legitimasi tidak ditandai dengan diploma,tetapi terpancar dari wibawa, kecakapan dan wawasan pembaruan, yangtumbuh dalam alam pikiran si pencari ilmu itu (baca: siswa, mahasiswa).Di Indonesia, tradisi semacam itu pernah ditampakkan secara serius ketikapara muda dari segala penjuru Nusantara datang menemui guru ataupandito untuk men-cantrik. Tali-temali intelektual pandito-cantrik itu begituindah dan menghasilkan, pada waktunya, pusat-pusat pengecambahanpemikiran yang baru tanpa ditandai ijazah, diploma, atau SK. Kepercayaansistem terbentuk oleh kemampuan para cantrik itu membesarkan pusatkeunggulan dan mengetengahkan pemikiran dan kajian. Baru setelahabad ke-12 lahirlah organisasi terstruktur untuk memberikan pengajaran.Organisasi itu memperkenalkan mesin instruksional yang ditandai adanyabirokrasi, staf pengajar, ujian, diploma, dan semacamnya yang membekaspada atribut universitas yang kita kenal sekarang ini (Unesco, 1986).Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terlahir sebagaiPerguruan Tinggi Tenaga Guru (PTPG) berkiprah untuk menghantar selapis generasi intelektual ke pentas pengabdian (bidang keguruan dannon keguruan) dengan mengusung visi
leading and outstanding university.
 Visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul mengandung motivasiyang kuat untuk melakukan perubahan dan perbaikan diri yang mengarah

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
izzahtul liked this
Opa Yat liked this
Ande Ari Maya liked this
Edi Nds liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->