Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
[20111021FS-ID_HB] Khotbah Jumat Imam Jemaah Muslim Ahmadiyah Tanggal 21 Oktober 2011

[20111021FS-ID_HB] Khotbah Jumat Imam Jemaah Muslim Ahmadiyah Tanggal 21 Oktober 2011

Ratings: (0)|Views: 49|Likes:
Published by Rahmat Ali
Khotbah Jumat Imam Jemaah Muslim Ahmadiyah
Sayyidina Amirul Mukminin
Hadhrat Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad atba.

Mesjid Baitul Futuh London, Inggris Raya—Jumat, 21 Oktober 2011

--
Alihbahasa dari Urdu Video oleh Hasan Basri (Singapore—Rabu, 26 Oktober 2011); editor: Rahmat Ali (Kebayoran—Ahad, 22 November 2011)
Khotbah Jumat Imam Jemaah Muslim Ahmadiyah
Sayyidina Amirul Mukminin
Hadhrat Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad atba.

Mesjid Baitul Futuh London, Inggris Raya—Jumat, 21 Oktober 2011

--
Alihbahasa dari Urdu Video oleh Hasan Basri (Singapore—Rabu, 26 Oktober 2011); editor: Rahmat Ali (Kebayoran—Ahad, 22 November 2011)

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: Rahmat Ali on Nov 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2011

pdf

text

original

 
 
Khotbah Jumat Imam Jemaah Muslim AhmadiyahSayyidina Amirul MukmininHadhrat Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad atba.
Mesjid Baitul Futuh London, Inggris Raya
Jumat, 21 Oktober 2011
Setelah mengucap tasyahud, ta‟awud, dan tilawat QS
 Al-Fâti 
ĥ
ah
, Hudhur atba. bersabda:
LEBIH DARI satu bulan lamanya saya telah mengadakan lawatan ke beberapa negara di Eropa, diantaranya Jerman, Norwegia, Belanda, Denmark, dan Belgia.Dengan karunia Allah swt., selama dalam lawatan itu, setiap waktu, kita menyaksikan banyak sekalikarunia turun dari Allah swt.. Seperti biasanya, di mana pada jemaah-jemaah pun tampak pemandanganteladan keimanan, keikhlasan, dan kesetiaan para warga Jemaah. Di sana, dengan karunia Allah swt., adasuasana pengaruh Jemaah terhadap orang-orang non Islam dan usaha Jemaah meningkatkan sertamenegakkan rabtah (Arab:
ه َط ِبَر
«ra·bi·tha·h»; jaringan, silaturahmi, pergaulan, atau kerjasama
Ed.) denganorang-orang non Islam. Dan, perhatian mereka yang sangat tertarik terhadap Islam pun tampak lebih majudari sebelumnya. Maka, itu semuanya merupakan karunia khusus Allah swt..Bila setiap langkah Jemaah bergerak ke arah kemajuan, hasil perkenalan Hadhrat Imam Mahdi-dan-
Masih Mau‟ud a.s. dan penyebaran amanat beliau yaitu Islam hakiki yang sedang sampai kepada dunia sedang
 banyak kita peroleh, melebihi kekuatan ikhtiar kita. Kebenaran Hadhrat Imam Mahdi-dan-
Masih Mau‟ud a.s.
ini semakin memperkuat iman para Ahmadi. Jika hanya mengandalkan usaha manusia, maka keadaanduniawi kita merupakan sebuah Jemaah kecil yang tidak akan ada orang mau memperhatikannya. Jadi, semuaperhatian dunia kepada Jemaah Ahmadiyah dan kemajuan-kemajuan yang tengah diperolehnya adalah buktikesempurnaan janji-janji Tuhan yang tampak kepada kita.
Hadhrat Masih Mau‟ud a.s. bersabda bahwa banyak sekali janji Allah swt. yang demikian besar tentang
 jemaah kita. Suatu akal manusia atau visi atau sarana-sarana duniawi tidaklah dapat menyampaikan janji-janjiitu kepada kita. Orang-orang yang menentang kita menganggap bahwa menurut pendapat mereka dan secaraduniawi mereka menganggap, kita ini tiadalah lain sebuah organisasi duniawi sebagaimana pada masa inikebanyakan orang-orang Islam atau kebanyakan ulama mereka pun mengira Jemaah Ahmadiyah ini barangkali sebuah tatanan duniawi. Dan dengan berbagai macam cara, mereka mencemarkan atau memburuk- burukkan nama baik pendiri Jemaah Ahmadiyah Hadhrat Imam Mahdi-dan-
Masih Mau‟ud a.s.. Beliau
dipanggil dengan berbagai macam sebutan sekehendak hati mereka. Dan, hal itu membuat hati kitatersinggung sekali. Walhasil, anggapan apa pun yang mereka kemukakan, Hadhrat Masih Ma
u‟ud a.s. bersabda, “Saya tahu
 bahwa yang telah mendirikan silsilah Ahmadiyah ini adalah Allah swt.. Dan semata-mata berkat karunia-Nya,
 jemaah ini sedang tumbuh berkembang.”
 Sesungguhnya, selama tidak ada kehendak Allah swt., suatu kaum apa pun tidak bisa maju. Dan tidak pula ia bisa berkembang. Akan tetapi, apabila Allah swt. menghendaki maka kedudukan kaum itu laksanasebutir biji. Sebagaimana sebutir benih, pada permulaannya tidak ada orang yang dapat memahamiperkembangan dan kesan-kesan pertumbuhannya. Tentang perkembangan kaum ini pula, merekamenganggap tidak mungkin terjadi. Jadi, jemaah ini adalah jemaah Allah swt..Tampak kepada kita bahwa setiap waktu pertolongan Allah swt. ada bersama jemaah ini. Karenamelihat kemajuan jemaah ini, hati para ahli dunia dan para penentang Ahmadiyah makin terbakar. Oleh sebab
 
 
itu, sekarang, perlawanan mereka semakin gigih dan kejam terhadap Ahmadiyah.Pada khotbah jumat yang lalu, saya telah ingatkan juga ke arah situasi seperti ini. Namun, sebagaimanaHadhrat Masi
h Mau‟ud a.s. sabda
kan
, “Telah menjadi kehendak Allah swt. bahwa
 jemaah ini akan maju dan
kemenangan Islam akan dicapai melalui jemaah Hadhrat Masih Mau‟ud a.s. ini; dan ini
 
semua akansempurna
insyâ' Allâh
! Semua upaya para penentang dan permusuhan mereka akan sia-sia. Dan, orang-orang berfitrah suci akan masuk ke dalam pangkuan Jemaah ini
insyâ' Allâh
!”
 Sebagaimana biasa, setelah kembali dari lawatan ke luar negeri saya menjelaskan dengan ringkaskeadaan dan situasi selama dalam lawatan tersebut. Laporannya secara rinci akan dimuat di dalam tabloid
 Al- Fadhl 
(
لضفا
). Namun, akan saya sampaikan beberapa hal secara ringkas pada khotbah ini. Sebagaimanakarunia Allah swt. turun dalam berbagai bentuk, beberapa penjelasan tentang itu akan saya sampaikan jugadengan ringkas.SELAMA LAWATAN pertemuan dengan warga-warga Ahmadi, di mana saja selalu membawa banyak sekali faedah. Terhadap orang-orang non Islam atau orang-orang duniawi yang sedang mempunyai perhatianpenuh terhadap Islam, pun membawa banyak faedah. Pada waktu pertemuan dengan mereka itu, terdapatkesempatan untuk menjelaskan gambaran Islam yang sebenarnya kepada mereka. Kebanyakan orang-orangterpelajar dan para politisi maupun para pejabat pemerintah menganggap, semoga, demi faedah urusanduniawi atau demi meningkatkan kebaikan lingkungan masyarakat, para Ahmadi menyampaikan amanatpersahabatan dan memperlihatkan teladan Islam yang indah terhadap orang-orang yang dijumpai padalingkungan mereka masing-masing.Pada banyak tempat, saya merasa bahwa mereka
itu ingin mendengar langsung dari saya “Apa Ahmadiyah itu?” sekalipun sebelumnya telah ada orang yang menjelaskannya kepada mereka. Demi kepuasan
hati, mereka ingin mendengar penjelasan langsung dari saya. Maka, berkat pertemuan-pertemuan denganorang-orang non Islam itu, selain banyak hal-hal yang sangat berfaedah dan kesempatan memperluas rabtahdengan mereka, juga mendapat peluang emas untuk mengklarifikasi berbagai syak-wasangka atau keraguantentang keindahan ajaran Islam terutama kepada para tamu terhormat dari berbagai lapisan.Sebagaimana telah saya jelaskan sebelumnya bahwa dengan karunia Allah swt., Jemaah AhmadiyahJerman sedang berusaha secara khusus untuk memperluas ruang lingkup pertablighan mereka. Sekarang,usaha dan upaya mereka di bidang tabligh jauh lebih maju dari sebelumnya. Itulah sebabnya amanat Islam danperkenalan Islam dan Jemaah Ahmadiyah sedang disampaikan sangat luas sekali pada kalangan negara bangsaJerman.Pada kesempatan lawatan ini pun, mereka telah menyelenggarakan pertemuan di kompleks mesjiddengan kebanyakan rabtah dari kalangan para cendekiawan atau orang-orang terpelajar. Bahkan, patutdiberitahukan bahwa dua orang guru besar universitas di Frankfürt datang untuk bermulaqat. Para pemudakitalah yang bersemangat mengurus untuk mulaqat mereka dengan saya.Dengan karunia Allah swt., saya lihat di Jerman, sejak lama terdapat kesadaran sangat tinggi padakalangan para pemuda kita. Mereka mempunyai rabtah sangat luas sekali dengan berbagai kalanganmasyarakat, dari tingkat paling bawah sampai tertinggi. Dengan sendirinya, perhatian mereka terhadap tablighsangat besar sekali. Bagaimanapun sekarang, saya akan jelaskan peristiwa beberapa pertemuan dan dimanapun telah dilaksanakan program-program Jemaah. Kisahnya akan saya jelaskan juga.DUA ORANG guru besar universitas di Frankfürt datang untuk mulaqat dengan saya. Keduanyamenyandang gelar doktor filsafat, guru besar Studi Islam di universitas tersebut. Selain menguasai bahasa Arab dengan fasih, mereka itu memiliki pengetahuan yang cukup luas tentang agama Islam. Salah seorang diantaranya
 
spesialis dalam bahasa Turki. Subyek yang kedua guru besar kuasai itu adalah sejarah Islam. Itulahsebabnya pembicaraan dengan mereka dimulai dengan masalah sejarah Islam. Dianjurkan kepada merekauntuk memperluas pengetahuan sejarah Islam dengan banyak membaca buku-buku sejarah Islam modern,namun jangan membaca buku-buku yang ditulis oleh para ahli sejarah yang banyak terpengaruh gaya tulispara ahli sejarah Barat. Melainkan, bacalah buku-buku sejarah yang ditulis oleh para ahli sejarah Arab yang betul-betul otentik, mahir, serta kompetitif. Begitu pula buku para ahli sejarah lain serta kitab hadis-hadis yang terkait dengan sejarah perlulah ditelaah.Demikian pula halnya buku
 Sirâtu 'n-Nabî 
karya Hadhrat Mirza Basyir Ahmad r.a.. Sebagiannya sudahditerjemahkan ke dalam Bahasa Inggris
—perlu dibaca. [Hudhur atba. mengatakan kepada mereka], “Anda
akan tahu apa dan bagaimana sirat telah dijelaskan dan beberapa macam tuduhan juga telah disediakan jawaban-
 jawabannya.”
 Semoga, sebagian terjemahan lainnya dapat segera diselesaikan. Buku itu sangat baik sekali bagi orang-orang yang
sambil menelaah sejarah
sedikit banyak ingin mendapat jawaban terhadap tuduhan-tuduhan yang dilemparkan terhadap Islam. Akhirnya, saya telah katakan kepada mereka bahwa kita akan menyimpan buku Tafsir Alquran[sebanyak] lima jilid dalam bahasa Inggris dan juga buku
 Sirâtu 'n-Nabî 
yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris di dalam perpustakaan universitas mereka. Saya anjurkan kepada mereka untuk menyaksikansiaran MTA juga, sebab berkat menyaksikan siaran MTA itu, banyak sekali orang-orang berfitrah sucimemperoleh pengetahuan tentang ajaran Islam hakiki.Mereka bertanya apakah Jemaah Ahmadiyah pernah berdiskusi dengan para guru besar Universitas Al-
 
 
 Azhar di Kairo, Mesir? Saya katakan kepada mereka bahwa beberapa tahun silam, dialog dengan beberapaguru besar universitas itu berjalan terus. Kemudian, para petugas Seksi Bahasa Arab (
 Arabic Desk
) kita telahmempersiapkan sebuah buku, lalu disampaikan kepada mereka. Namun, oleh karena hati mereka itu keras,[mereka] tidak bersedia menerima keterangan dari kita. Akan tetapi, orang yang bertabiat suci, jika membaca buku itu, pasti terbukalah hati mereka.Bagaimanapun, perbincangan dengan kedua orang guru itu cukup lama dan panjang. Kemudianmereka pamit sambil membawa kesan-kesan yang sangat baik.DI KOTA Frankfürt, saya telah mendapat kesempatan untuk meletakkan batu pertama dua buah mesjid yang terletak pada pertengahan jarak dua mesjid yang jaraknya seratus limapuluh kilometer dan sebuah lagikira-kira delapanpuluh kilometer.Pada kesempatan peletakan batu pertama tersebut, pada salah satu mesjid itu, seorang wakil Walikotatelah datang sebagai tamu undangan. Pada saat itu, beliau memberi sambutan dan saya juga menyampaikansedikit ucapan berkenaan dengan pembangunan mesjid.
Setelah itu, di tengah suasana perbincangan, beliau berkata, “Saya dengar bahwa menurut agama
Islam, orang-orang non Islam jika membaca atau membuka-buka k 
itab suci Alquran adalah dosa.”
 Perhatikanlah! Di negara-negara maju
dan juga di Eropa, pandangan seperti itu tetap bertahan. Maka,
saya tanya balik kepada beliau, “Siapa yang berkata demikian? Baru saja, Anda telah mendengar seseorang
membaca Alquran dan terjemahnya juga telah dibacakan. Hadhrat Rasulullah saw. telah datang untuk seluruhdunia. Dan melalui beliau, Allah swt. telah mengumumkan bahwa beliau diutus kepada seluruh umat manusia.
Dan Alquran, adalah „kasih dan peyembuh‟ bagi manusia yang berfit
rah suci.
“Apa yang Anda dengar itu adalah sungguh keliru. Kami akan menghadiahkan terjemah Alquran didalam bahasa Jerman kepada Anda. Maka, kajilah Alquran ini oleh Anda.”
 ITULAH ANGGAPAN tentang ajaran kitab suci Alquran. Hingga kini, anggapan seperti itu masihdipercayai oleh sekelompok orang-orang Islam [pada umumnya] di beberapa daerah. Dan, orang-orang Ahmadi yang sedang giat berusaha menerbitkan Alquran, mereka (sekelompok orang-orang Islam tertentu
 Ed.
) itu berusaha untuk menghalang-halanginya.Saya akan menceritakan tentang sebuah pameran kitab suci Alquran yang diselenggarakan Jemaah Ahmadiyah di kota Delhi, India. Pameran itu besar sekali dan lokasinya pun sangat baik, dihiasi dengan cara yang sangat rapi dan demikian indah tentang ajaran kitab suci Alquran. Para pemeluk Hindu, Sikh, Kristendan Islam yang terpelajar pun berdatangan untuk menyaksikannya.Pameran diselenggarakan selama tiga hari. Akan tetapi, selama dua hari, orang-orang yangmenamakan diri ulama, membuat kegaduhan dan kekacauan, serta mendesak para petugas dengan keras agarpameran itu ditutup. Akhirnya, para aparat pemerintah cepat mengambil kebijakan demi mencegah terjadinyakerusuhan. Para petugas meminta kepada Jemaah agar menutup pameran tersebut pada hari ketiga.Di sana, media cetak memuat besar-besar berita tentang pameran tersebut dan mereka sangat memujikeindahan pameran yang baru mereka saksikan itu. Dan mengenai ajaran-ajaran Alquran dan hikmah-
hikmahnya, mereka berkata, “Sekarang kita baru tahu pameran ini.”
 Para muslim terpelajar pula sangat memuji terselenggaranya pameran itu dan sangat terkesan. Merekamengatakan bahwa tidak pernah ada pameran sebelum ini yang menyajikan ajaran-ajaran Alquran yang indahseperti ini. Akan tetapi, banyak juga para muslim yang beranggapan keliru seperti tersebut di atas sehinggakita pun merasa heran.DUA-TIGA hari yang lalu saya menerima sepucuk surat dari Pakistan. «Katanya, saya pergi ke rumahseorang kawan non Ahmadi untuk takziyah. Di sana banyak orang-orang bercerita; katanya, seorang teman
 berkata, “Saya dengar cara masuk Jemaah Ahmadiyah itu begini: Sebelum masuk Ahmadiyah orang ditutup di
dalam sebuah kamar, di sana sebuah Alquran diletakkan di atas sebuah lemari. Orang itu disuruh mendorongdan menggoyang lemari itu. Jika Alquran itu jatuh, maka anggaplah orang itu telah menjadi seorang Ahmadi
 yang tulen.”»
 Itu hanyalah anggapan manusia yang betul-betul dusta. Apa yang dapat dilakukan terhadap pendustaseperti itu selain laknat Allah swt. turun kepadanya. Demikianlah orang-orang itu telah menjadikan kaum inidungu, mereka tidak memiliki kemampuan berpikir, sekalipun mengenai diri mereka sendiri. Itulah ceritatentang seorang Jerman yang sedang saya sampaikan.Saat tinggal di Jerman
sebagaimana Anda pun telah menyaksikan siarannya melalui MTA, organisasiKhuddam, Athfal, dan Lajnah Imaillah (LI) menyelenggarakan ijtima (jambore) mereka. Saya pun sengajamengikuti sebagian acara-acara mereka. Dengan karunia Allah swt., lawatan saya di sana dan kehadiran sayadi dalam ijtima mereka mendapat banyak sekali berkah Allah swt..Untuk pertama kali, saya mendapat peluang untuk menyampaikan beberapa nasihat kepada atfhal didalam ijtima mereka. Di sana pulalah saya mulai menerima surat-surat dari mereka yang mengatakan bahwa
“Kami akan beru
saha mengamalkan apa-apa yang telah dinasihatkan Hudhur. Hudhur, berdoalah untuk kami
agar Allah swt. memberi taufiq kepada kami.”
 Beberapa misal yang perlu dijaga telah saya kemukakan kepada mereka, di antaranya tentangpenggunaan telepon seluler, duduk lama di muka televisi, dan keasyikan berinternet. Kadangkala anak-anak asyik tenggelam dengan internet. Setelah mendengar nasihat-nasihat tentang itu semua, mereka telah berjanji

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->