Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengembangan Instrumen Penelitian Tes

Pengembangan Instrumen Penelitian Tes

Ratings: (0)|Views: 543 |Likes:
Published by Muhamad Umar Chatab
Pengembangan Instrumen Penelitian Tes.
Pengembangan Instrumen Penelitian Tes.

More info:

Published by: Muhamad Umar Chatab on Nov 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2012

pdf

text

original

 
Sabtu, 24 April 2010Pengembangan Instrumen Penelitian A.PENDAHULUAN
Instrumen memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan mutu suatu penelitian,karena validitas atau kesahihan data yang diperoleh akan sangat ditentukan oleh kualitas atauvaliditas instrumen yang digunakan, di samping prosedur pengumpulan data yang ditempuh. Halini mudah dipahami karena instrumen berfungsi mengungkapkan fakta menjadi data, sehingga jika instrumen yang digunakan mempunyai kualitas yang memadai dalam arti valid dan reliabelmaka data yang diperoleh akan sesuai dengan fakta atau keadaan sesungguhnya di lapangan.Sedangkan jika kualitas instrumen yang digunakan tidak baik dalam arti mempunyai validitasdan reliabilitas yang rendah, maka data yang diperoleh juga tidak valid atau tidak sesuai denganfakta di lapangan, sehingga dapat menghasilkan kesimpulan yang keliru. Untuk mengumpulkandata dalam suatu penelitian, kita dapat menggunakan instrumen yang telah tersedia dan dapat pula menggunakan instrumen yang dibuat sendiri. Instrumen yang telah tersedia pada umumnyaadalah instrumen yang sudah dianggap baku untuk mengumpulkan data variabel-variabeltertentu.Dengan demikian, jika instrumen baku telah tersedia untuk mengumpulkan data variabel penelitian maka kita dapat langsung menggunakan instrumen tersebut, dengan catatan bahwateori yang dijadikan landasan penyusunan instrumen tersebut sesuai dengan teoriyang diacu dalam penelitian kita. Selain itu konstruk variabel yang diukur oleh instrumentersebut juga sama dengan konstruk variabel yang hendak kita ukur dalam penelitian. Akantetapi, jika instrumen yang baku belum tersedia untuk mengumpulkan data variabel penelitian,maka instrumen untuk mengumpulkan data variabel tersebut harus dibuat sendiri oleh peneliti.Dalam rangka memahami pengembangan instrumen penelitian, maka berikut ini akan dibahasmengenai beberapa hal yang terkait, diantaranya pengertian instrumen, langkah-langkah pengembangan instrumen, validitas dan reliabilitas.
B. PENGERTIAN INSTRUMEN
 Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitiandan penilaian. Instrumen merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkaninformasi kuantitatif dan kualitatif tentang variasi karakteristik variabel penelitian secaraobjektif. Sedangkan menurut Djaali dan Muljono, instrumen adalah suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis, yang dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur  suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel.
Instrumen memegang peranan penting dalam menentukan mutu suatu penelitian dan penilaian.Fungsi instrumen adalah mengungkapkan fakta menjadi data. Menurut Arikunto, data merupakan penggambaran variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis, benar tidaknya data tergantung dari baik tidaknya instrumen pengumpulan data.
1
 
Untuk mengumpulkan data penelitian dan penilaian, seseorang dapat menggunakan instrumenyang telah tersedia atau biasa disebut instrumen baku (standardized) dan dapat pula denganinstrumen yang dibuat sendiri. Jika instrumen baku tersedia maka seseorang dapat langsungmenggunakan instrumen tersebut namun jika instrumen tersebut belum tersedia atau belum bakumaka seseorang harus dapat mengembangkan instrumen buatan sendiri untuk dibakukansehingga menjadi instrumen yang layak sesuai fungsinya.
C. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN
Menurut Hadjar, dalam suatu penelitian tertentu, peneliti harus mengikuti langkah-langkah pengembangan instrumen, yaitu:1. Mendefinisikan variable.2. Menjabarkan variabel ke dalam indikator yang lebih rinci.3. Menyusun butir-butir.4. Melakukan uji coba.5. Menganalisis kesahihan (validity) dan keterandalan (reliability).Suryabrata berpendapat bahwa langkah-langkah pengembangan alat ukur khususnya atribut non-kognitif adalah:1. Pengembangan spesifikasi alat ukur.2. Penulisan pernyataan atau pertanyaan.3. Penelaahan pernyataan atau pertanyaan.4. Perakitan instrumen (untuk keperluan uji-coba).5. Uji-coba.6. Analisis hasil uji-coba.7. Seleksi dan perakitan instrument.8. Administrasi instrument.9. Penyusunan skala dan norma.Secara lebih rinci, Djaali dan Muljono menjelaskan langkah-langkah penyusunan dan pengembangan instrumen yaitu:1. Sintesa teori-teori yang sesuai dengan konsep variabel yang akan diukur dan buat konstruk variable.2. Kembangkan dimensi dan indikator variabel sesuai dengan rumusan konstruk variable.3. Buat kisi-kisi instrumen dalam bentuk tabel spesifikasi yang memuat dimensi, indikator,nomor butir dan jumlah butir untuk setiap dimensi dan indikator.4. Tetapkan besaran atau parameter yang bergerak dalam suatu rentangan kontinum dari suatukutub ke kutub lain yang berlawanan.
2
 
5. Tulis butir-butir instrumen baik dalam bentuk pertanyaan maupun pernyataan. Biasanya butir instrumen digolongkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok pernyataan atau pertanyaan positif dan kelompok pernyataan atau pertanyaan negatif.6. Butir yang ditulis divalidasi secara teoritik dan empirik.7. Validasi pertama yaitu validasi teoritik ditempuh melalui pemeriksaan pakar atau panelis yangmenilai seberapa jauh ketepatan dimensi sebagai jabaran dari konstruk, indikator sebagai jabarandimensi dan butir sebagai jabaran indikator.8. Revisi instrumen berdasarkan saran pakar atau penilaian panelis.9. Setelah konsep instrumen dianggap valid secara teoritik dilanjutkan penggandaan instrumensecara terbatas untuk keperluan uji coba.10. Validasi kedua adalah uji coba instrumen di lapangan yang merupakan bagian dari prosesvalidasi empirik. Instrumen diberikan kepada sejumlah responden sebagai sampel yangmempunyai karakteritik sama dengan populasi yang ingin diukur. Jawaban responden adalahdata empiris yang kemudian dianalisis untuk menguji validitas empiris atau validitas kriteria dariinstrumen yang dikembangkan.11. Pengujian validitas krtieria atau validitas empiris dapat dilakukan dengan menggunakankriteria internal maupun kriteria eksternal.12. Berdasarakn kriteria tersebut dapat diperoleh butir mana yang valid dan butir yang tidak valid.13. Untuk validitas kriteria internal, berdasarkan hasil analisis butir yang tidak valid dikeluarkanatau direvisi untuk diujicobakan kembali sehingga menghasilkan semua butir valid.14. Dihitung koefisien reliabilitas yang memiliki rentangan 0-1, makin tinggi koefisienreliabilitas instrumen berarti semakin baik kualitas instrumen.15. Rakit semua butir yang telah dibuat menjadi instrumen yang finalTerkait dengan penilaian kinerja, Gronlund menjelaskan langkah-langkah penyusunan performance assessment yaitu :1. Spesifikasi kinerja yang ingin dicapai.2. Tentukan fokus penilaian (proses atau hasil).3. Tentukan derajat (tingkat) kesesuaian dengan kenyataan.4. Tentukan situasi performance.5. Tentukan metode observasi, menyimpan dan menskor.Dari beberapa teori langkah-langkah pengembangan instrumen di atas, dapat disimpulkan bahwasecara garis besar langkah-langkah pengembangan instrumen penilaian kinerja adalah sebagai berikut:
3

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Iie Maniez liked this
Aida Jasmine liked this
Anny Sum liked this
Nur Mei Aditio liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->