Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Semen Dan Semen Portland

Semen Dan Semen Portland

Ratings: (0)|Views: 7 |Likes:
Published by Syarief Baimbonk

More info:

Published by: Syarief Baimbonk on Nov 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2012

pdf

text

original

 
SEMEN DAN SEMEN PORTLAND
PENDAHULUANSemen
adalah zat yang digunakan untuk merekatbatu, bata, batako,maupunbahan bangunan lainnya. Sedangkan kata semen sendiri berasal dari
caementum
(
bahasa Latin
), yangartinya "
memotong menjadi bagian-bagian kecil tak beraturan
". Meski sempat populer di zamannya,nenek moyang semen
made in
Napoli ini tak berumur panjang. Menyusul runtuhnya KerajaanRomawi, sekitar abad pertengahan (tahun 1100-1500 M) resep ramuan
pozzuolana
sempatmenghilang dari peredaran.
Semen Portland
ialah semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara menghaluskan klinker yangterutama terdiri dari silikat-silikat kalsium yang bersifat hidrolis dengan gips sebagai tambahan (PUBI-1982). Semen Portland merupakan bahan ikat yang penting dan banyak dipakai dalam pembangunanfisik.
Sejarah
Dalam perkembangan peradaban manusia khususnya dalam halbangunan,tentu kerap mendengar cerita tentang kemampuan nenek moyang merekatkan batu-batu raksasahanya dengan mengandalkan zat putih telur, ketan atau lainnya. Alhasil, berdirilah bangunanfenomenal, seperti Candi Borobudur atau Candi Prambanan di Indonesia ataupun jembatan di Cina yang menurut legenda menggunakan ketan sebagai perekat. Ataupun menggunakan aspal alam sebagaimana peradaban diMahenjo Daro danHarappa diIndia ataupun bangunan kuno yang dijumpai di Pulau Buton  Benar atau tidak, cerita, legenda tadi menunjukkan dikenalnya fungsi
semen
sejak zamandahulu. Sebelum mencapai bentuk seperti sekarang, perekat dan penguat bangunan iniawalnya merupakan hasil percampuran batu kapur dan abu vulkanis. Pertama kali ditemukan di zaman Kerajaan Romawi,tepatnya di Pozzuoli,dekat teluk Napoli, Italia.Bubuk itu lantas dinamai
pozzuolana
.Pabrik semen di Australia.
 
Baru pada abad ke-18 (ada juga sumber yang menyebut sekitar tahun 1700-an M),JohnSmeaton - insinyur asal Inggris - menemukan kembali ramuan kuno berkhasiat luar biasa ini. Dia membuat adonan dengan memanfaatkan campuran batu kapur dan tanah liat saatmembangun menara suar Eddystone di lepas pantai Cornwall,Inggris. Ironisnya, bukan Smeaton yang akhirnya mematenkan proses pembuatan cikal bakal semenini. AdalahJoseph Aspdin,juga insinyur berkebangsaan Inggris, pada 1824 mengurus hak paten ramuan yang kemudian dia sebut semen portland. Dinamai begitu karena warna hasilakhir olahannya mirip tanah liatPulau Portland,Inggris. Hasil rekayasa Aspdin inilah yang sekarang banyak dipajang di toko-toko bangunan.Sebenarnya, adonan Aspdin tak beda jauh dengan Smeaton. Dia tetap mengandalkan duabahan utama, batu kapur (kaya akan kalsium karbonat) dan tanah lempung yang banyakmengandungsilika (sejenis mineral berbentuk pasir),aluminium oksida (alumina) serta oksida besi.Bahan-bahan itu kemudian dihaluskan dan dipanaskan pada suhu tinggi sampaiterbentuk campuran baru.Selama proses pemanasan, terbentuklah campuran padat yang mengandung zat besi. Nah,agar tak mengeras seperti batu, ramuan diberi bubuk gips dan dihaluskan hingga berbentuk partikel-partikel kecil mirip bedak.Pengaduk semen sederhana.Lazimnya, untuk mencapai kekuatan tertentu, semen portland berkolaborasi dengan bahanlain. Jika bertemu air (minus bahan-bahan lain), misalnya, memunculkan reaksi kimia yangsanggup mengubah ramuan jadi sekeras batu. Jika ditambah pasir, terciptalah perekattembok nan kokoh. Namun untuk membuat pondasi bangunan, campuran tadi biasanyamasih ditambah dengan bongkahan batu atau kerikil, biasa disebut
concrete
atau
beton
.Beton bisa disebut sebagai mahakarya semen yang tiada duanya di dunia. Nama asingnya,
concrete
- dicomot dari gabungan prefiks bahasa Latin
com
, yang artinya bersama-sama, dan
crescere
(tumbuh). Maksudnya kira-kira, kekuatan yang tumbuh karena adanya campuranzat tertentu. Dewasa ini, nyaris tak ada gedung pencakar langit berdiri tanpa bantuan beton.
 
SEJARAH SEMEN PORTLAND
Nama “ Portland cemen” diusulkan oleh JosephAspidin pada tahun 1824Nama itu diusulkan
karena berbentuk bubuk yang dicampur dengan air, pasir dan batu-batuan yang ada di pulauPortland Inggris. Pertama kali semen Portland diproduksi (dengan pabrik) di AS oleh David Saylordikota Coplay, Pennsylvania pada tahun 1875.
Langkah utama proses produksi semen :
1.
 
Penggalian/Quarrying:Terdapat dua jenis material yang penting bagi produksi semen:yang pertama adalah yang kaya akan kapur atau material yang mengandung kapur(calcareous materials) seperti batu gamping, kapur, dll., dan yang kedua adalah yangkaya akan silika atau material mengandung tanah liat (argillaceous materials) sepertitanah liat. Batu gamping dan tanah liat dikeruk atau diledakkan dari penggalian dankemudian diangkut ke alat penghancur.2.
 
Penghancuran: Penghancur bertanggung jawab terhadap pengecilan ukuran primerbagi material yang digali.3.
 
Pencampuran Awal: Material yang dihancurkan melewati alat analisis on-line untukmenentukan komposisi tumpukan bahan.4.
 
Penghalusan dan Pencampuran Bahan Baku: Sebuah belt conveyor mengangkuttumpukan yang sudah dicampur pada tahap awal ke penampung, dimanaperbandingan berat umpan disesuaikan dengan jenis klinker yang diproduksi.Material kemudian digiling sampai kehalusan yang diinginkan.5.
 
Pembakaran dan Pendinginan Klinker: Campuran bahan baku yang sudah tercampurrata diumpankan ke pre-heater, yang merupakan alat penukar panas yang terdiri dariserangkaian siklon dimana terjadi perpindahan panas antara umpan campuran bahanbaku dengan gas panas dari kiln yang berlawanan arah. Kalsinasi parsial terjadi padapre
heater ini dan berlanjut dalam kiln, dimana bahan baku berubah menjadi agak cairdengan sifat seperti semen. Pada kiln yang bersuhu 1350-1400 °C, bahan berubahmenjadi bongkahan padat berukuran kecil yang dikenal dengan sebutan klinker,kemudian dialirkan ke pendingin klinker, dimana udara pendingin akan menurunkansuhu klinker hingga mencapai 100 °C.6.
 
Penghalusan Akhir: Dari silo klinker, klinker dipindahkan ke penampung klinkerdengan dilewatkan timbangan pengumpan, yang akan mengatur perbandingan aliranbahan terhadap bahan-bahan aditif. Pada tahap ini, ditambahkan gipsum ke klinkerdan diumpankan ke mesin penggiling akhir. Campuran klinker dan gipsum untuksemen jenis 1 dan campuran klinker, gipsum dan posolan untuk semen jenis Pdihancurkan dalam sistim tertutup dalam penggiling akhir untuk mendapatkankehalusan yang dikehendaki. Semen kemudian dialirkan dengan pipa menuju silosemen.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->