Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Darul Islam Maros

Darul Islam Maros

Ratings: (0)|Views: 921|Likes:
Published by Amir Uddin
Ini adalah sejarah darul Islam atau DI/TII di kabupaten Maros
Ini adalah sejarah darul Islam atau DI/TII di kabupaten Maros

More info:

Published by: Amir Uddin on Nov 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/15/2012

pdf

text

original

 
 
MAKALAH
GERAKAN DI/TII DAN DAMPAKNYA TERHADAPKEHIDUPAN MASYARAKAT MAROS 1953-1965
 
Oleh :Muhammad Rasyid Ridha
 
Dosen Jurusan Pendidikan SejarahFakultas Ekonomi dan Ilmu SosialUniversitas Negeri Makassar
 
 ABSTRAK
 
Gerakan DI/TII di Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Abdul QahharMudzakkar, berawal dari terjadinya perbedaan pandangan antara pemerintahdengan para gerilyawan (KGSS) mengenai rasionalisasi dan reorganisasi ketentaraan pasca KMB. Perbedaan itu ternyata tidak dapat diselesaikan. Akhirnya pihak KGSS kemudian mengorganisasikan diri kedalam CTN, kemudian TKR dan akhrinyamenjadi DI/TII pada 7 Agustus 1953.Selama berlangsungnya gerakan ini, Maros termasuk salah satu daerahoperasinya. Kehadiran DI/TII di daerah ini menimbulkan pro dan kontra. Sebagianmasyarakat mendukung atau bergabung dengan DI/TII, dan yang lainnya tidakmerespon kehadirannya dan lebih menggalkan kampung halamanya. Dengandemikian, ditempatkannya Maros sebagai daerah operasi telah menimbulkan perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat.
 
 
PENDAHULUAN
Pasca kemerdekaan, bangsa Indonesia dihadapkan dengan berbagaipermasalahan, seperti masalah pertahanan keamanan, ekonomi, sosial, danhubungan luar negeri. Khusus di bidang pertahanan kemanan, muncul sejumlahgerakan perlawanan terhadap pemerintah, seperti gerakan Darul Islam (DI) yangdipelopori oleh S. M. Kartosuwiryo di Jawa Barat, kemudian meluas danmempengaruhi daerah-daerah lain seperti Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Aceh,dan Sulawesi Selatan. Penyebab dan motivasi pada masing-masing daerah ituberbeda (Dijk, 1983).Khusus di Sulawesi Selatan, lahirnya DI/TII berawal ketika pemerintah akanmelakukan reorganisasi dan rasionalisasi ketentaraan pasca Konferensi Meja Bundar(KMB). Sebagai putera daerah, Abdul Qahhar Mudzakkar meminta kepadapemerintah untuk kembali ke Sulawesi Selatan guna menyelesaikan persoalanorganisasi dan anggota-anggota bekas pejuang yang tergabung dalam KesatuanGerilyawan Sulawesi Selatan (KGSS).Setelah tiba di Sulawesi Selatan, ia kemudian melakukan kompromi politikdengan pemerintah, dalam hal ini
 Acting 
Gubernur Lapian dan Panglima TT VIIKolonel Kawilarang. Namun, keduanya tidak mencapai kata sepakat karenaperbedaan pandangan tentang reorganisasi ketentaraan. Pihak KGSS menuntut agardibentuk sebuah resimen (Hasanuddin) yang personilnya diambil dari seluruhanggota KGSS tanpa melalui seleksi sebagaimana lazimnya. Sementara dari pihakpemerintah mempersyaratkan bagi setiap anggota untuk diseleksi berdasarkan padastandar kesehatan, pendidikan, kemampuan membaca/menulis dan lain-lain. Hal itutampak sebagai kemunafikan belaka, karena mereka tahu betul bahwa sebagian

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->