Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SGD 10 Modul 11 LBM 3

SGD 10 Modul 11 LBM 3

Ratings: (0)|Views: 434|Likes:
Published by Annisa Rahim
SGD FK Unissula
SGD FK Unissula

More info:

Published by: Annisa Rahim on Nov 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2013

pdf

text

original

 
Annisa Rahim
1
LBM 3 MODUL 11BATUK BERDAHAK KENTAL DISERTAI PANAS BADAN
STEP 1
 
Ronkhi basah : suara pada auskultasi paru akibat penimbunan cairan biasanyasekret pada saluran pernafasanSTEP 21.
 
mengapa batuk berdahak kental kehijauan dan disertai panas terus menerus?2.
 
Mengapa setelah diberi obat batuk tidak juga mereda?3.
 
Mengapa didapatkan pada lobus tengah kanan redup dan ditemukan ronkhi basah?4.
 
Mengapa dilakukan foto rontgen thoraks?dan caranya?5.
 
Apakah ada hubungan umur penderita dengan keluhan?6.
 
Bagaimana cara pemeriksaan sputum?7.
 
Diagnosis banding?
 
Pneumonia1.
 
Definisi2.
 
Etiologi3.
 
Klasifikasi4.
 
Patofisologi5.
 
patogenesis6.
 
Faktor resiko7.
 
Manifestasi klinis(gejala dan tanda)8.
 
Komplikasi9.
 
Penatalaksanaan
 
Pneumothoraks1.
 
Definisi2.
 
Etiologi3.
 
Klasifikasi4.
 
Patofisologi5.
 
patogenesis6.
 
Faktor resiko7.
 
Manifestasi klinis(gejala dan tanda)8.
 
Komplikasi9.
 
Penatalaksanaan
 
Atelektasis
 
Bronkhitis
 
bronkhiektasis
 
Annisa Rahim
2
8.
 
macam-macam penyakit kerusakan jaringan paru?PSTEP 71.
 
mengapa batuk berdahak kental kehijauan dan disertai panas terus menerus?Panasnya disebabkan adanya inflamasi ,Terpajan infeksi bakteri , sekresi proteinmerangsang toksin liposakarida sehingga mendatangkan makrofag untuk fagositosisKeluarnya IL 1 sebagai pirogen endogen yg merangsang hipotalamus untukmengeluarkan substansi asam arakidonat untuk mempengaruhi termostat /penatursuhu tubuh, peningkatan aliran darah sehingga suhu menngkat.pneumokokusnyadibunuh oleh makrofag sehingga muncul endotoksin yg merangsang IL 1.Kehijauan karena : bakterinya, sputum membuktikan jenis etiologinya yakni bakteri,dibunuh dengan bantuan PMN yg mengeleluarakan verdoperoksidase sehinggamenghasilkan warna hijau.bisa diperiksa dengan pemeriksaan sputum.
Refleks batuk terdiri dari 5 komponen utama; yaitu reseptor batuk, serabut sarafaferen, pusat batuk, susunan saraf eferen dan efektor.Batuk bermula dari suatu rangsang pada reseptor batuk. Reseptor ini berupa serabutsaraf non mielin halus yang terletak baik di dalam maupun di luar rongga toraks. Yangterletak didalam rongga toraks antara lain terdapat di laring, trakea, bronkus dan dipleura. Jumlah reseptor akan semakin berkurang pada cabang-cabang bronkus yangkecil, dan sejumlah besar reseptor didapat di laring, trakea, karina dan daerahpercabangan bronkus. Reseptor bahkan juga ditemui di saluran telinga, lambung, hilus,sinus paranasalis, perikardial dan diafragma.Serabut aferen terpenting ada pada cabang nervus Vagus, yang mengalirkan rangsangdari laring, trakea, bronkus, pleura, lambung dan juga rangsang dari telinga melaluicabang Arnold dari n. Vagus. Nervus trigeminus menyalurkan rangsang dari sinusparanasalis, nervus glosofaringeus menyalurkan rangsang dari faring dan nervusfrenikus menyalurkan rangsang dari perikardium dan diafragma.Oleh serabut aferen rangsang ini dibawa ke pusat batuk yang terletak di medula, didekat pusat pemapasan dan pusat muntah. Kemudian dari sini oleh serabut-serabuteferen n. Vagus, n. Frenikus, n. Interkostal dan lumbar, n. Trigeminus, n. Fasialis, n.Hipoglosus dan lain-lain menuju ke efektor. Efektor ini terdiri dari otot-otot laring,trakea, brrmkus, diafragma, otot-otot interkostal dan lain-lain. Di daerah efektor inilahmekanisme batuk kemudian terjadi.Pada dasarnya mekanisme batuk dapat dibagi menjadi tiga fase, yaitu fase inspirasi,fase kompresi dan fase ekspirasi.
 
Annisa Rahim
3
Batuk biasanya bermula dari inhalasi sejumlah udara, kemudian glotis akan menutupdan tekanan di dalam paru akan meningkat yang akhirnya diikuti dengan pembukaanglotis secara tiba-tiba dan ekspirasi sejumlah udara dalam kecepatan tertentu.Fase inspirasi dimulai dengan inspirasi singkat dan cepat dari sejumlah besar udara,pada saat ini glotis secara reflex sudah terbuka. Volume udara yang diinspirasi sangatbervariasi jumlahnya, berkisar antara 200 sampai 3500 ml di atas kapasitas residufungsional. Penelitian lain menyebutkan jumlah udara yang dihisap berkisar antara 50%dari
tidal volume
sampai 50%dari kapasitas vital. Ada dua manfaat utama dihisapnya sejumlah besar volume ini.Pertama, volume yang besar akan memperkuat fase ekspirasi nantinya dan dapatmenghasilkan ekspirasi yang lebih cepat dan lebih kuat. Manfaat kedua, volume yangbesar akan memperkecil rongga udara yang tertutup sehingga pengeluaran sekret akanlebih mudah.Setelah udara di inspirasi, maka mulailah fase kompresi dimana glotis akan tertutupselama 0,2 detik. Pada masa ini, tekanan di paru dan abdomen akan meningkat sampai50 - 100 mmHg. Tertutupnya glotis merupakan ciri khas batuk, yang membedakannyadengan manuver ekspirasi paksa lain karena akan menghasilkan tenaga yang berbeda.Tekanan yang didapatkan bila glotis tertutup adalah 10 sampai 100% lebih besar daripadacara ekspirasi paksa yang lain. Di pihak lain, batukjuga dapat terjadi tanpa penutupanglottis.Kemudian, secara aktif glotis akan terbuka dan berlangsunglah fase ekspirasi. Udaraakan keluar dan menggetarkan jaringan saluran napas serta udara yang ada sehinggamenimbulkan suara batuk yang kita kenal. Arus udara ekspirasiyang maksimal akantercapai dalam waktu 30
50 detik setelah glotis terbuka, yang kemudian diikutidengan arus yang menetap. Kecepatan udara yang dihasilkan dapat mencapai 16.000sampai 24.000 cm per menit, dan pada fase ini dapat dijumpai pengurangan diametertrakea sampai 80%.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->