Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Penelitian Tindakan Kelas Metode Eksperimen

Makalah Penelitian Tindakan Kelas Metode Eksperimen

Ratings: (0)|Views: 630 |Likes:
Published by Teguh Bobo Wibowo

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Teguh Bobo Wibowo on Nov 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

 
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMENPADA PELAJARAN KIMIA SEBAGAI UPAYAPENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA
I.
 
PENDAHULUAN
Pada proses belajar mengajar, khususnya pembelajaran kimiadiharapkan tidak hanya memberikan kemampuan supaya siswa dapatmemecahkan soal-soal kimia, tetapi secara konkrit dapat membentuk caraberpikir kritis, logis dapat memecahkan masalah dengan kreatif dan inovatif.Untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tersebut diperlukan langkah-langkah agar tujuan yang ditetapkan dapat dicapai. Hal yang harus dilakukanyaitu dengan menggunakan metode pembelajaran yang cocok dan sesuaidengan pokok bahasan yang disampaikan. Metode pembelajaran apa yangcocok untuk membawa siswa memiliki kemampuan intelektual tinggi, sikapilmiah dan berhasil dalam belajar merupakan pertanyaan yang tidak mudahuntuk dijawab, karena masing-masing metode memiliki kelebihan dankekurangan.Tidak ada satu metode pembelajaran yang cocok untuk semuapembelajaran.
1
Metode pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuantertentu tergantung pada kondisi masing-masing unsur yang terlibat dalamproses belajar mengajar secara faktual. Mungkin untuk satu programpembelajaran pada suatu saat dipandang lebih efektif penyampaiannyadengan metode ceramah, pada saat lain mungkin diskusi kelompok, danpada saat lain mungkin tanya jawab.Penggunaan metode pembelajaran yang tepat, yang bersifatmengajak akan memberi kesempatan pada siswa untuk berperan aktif dalamproses belajar mengajar sehingga dapat menciptakan suasana belajar yangmenyenangkan. Ketepatan penggunaan metode pembelajaran tersebut sangat
1
Dra. Roestiyah,
Strategi Belajar Mengajar 
, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2001), hlm, 2.
 
bergantung pada tujuan dan isi proses belajar mengajar dan kegiatanmengajar.
2
 Sejauh ini pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwapengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masihberfokus pada guru sebagai nara sumber utama pengetahuan, kemudianekspositori menjadi pilihan utama metode pembelajaran. Pandangantersebut harus diubah, untuk itu diperlukan metode pembelajaran yang lebihmemberdayakan siswa yaitu metode pembelajaran yang mengharuskansiswa tidak menghafal fakta-fakta, tetapi sebuah metode pembelajaran yangmendorong siswa mengkonstrusikan pengetahuan di benak mereka sendiri.
3
 Melalui landasan konstruktivisme,
4
metode pembelajaran eksperimendipromosikan menjadi alternatif dari pemecahan masalah tersebut, siswadiharapkan belajar melalui mengalami, bukan menghafal.Dari kondisi di atas, maka perlu diterapkannya metode-metodepembelajaran yang mampu menjangkau ranah tujuan pendidikan. Tentunyadalam pemilihan metode pembelajaran, seorang pendidik harus teliti dalammenentukan metode mana yang akan digunakan dalam suatu pokok bahasantertentu. Dan metode pembelajaran eksperimen mencoba menjauhkan darisistem pembelajaran yang dititikberatkan pada hafalan. Oleh karena itu,dalam makalah ini akan coba dibahas lebih lanjut penggunaan metodepembelajaran eksperimen/praktikum pada pelajaran kimia gunameningkatkan daya tangkap dan prestasi belajar siswa. Karena padapelajaran kimia lebih difokuskan agar siswa tidak hanya tahu, tetapi jugapengetahuan tersebut juga dapat diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari.
2
Nana Sudjana,
 Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar 
, (Bandung: PT. Remaja RosdaKarya, 1989), hlm. 76.
3
Anita Lie,
Coopertaive Learning
, (Jakarta: Grasindo, 2004), hlm. 3.
4
Landasan yang menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri danmentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama danmerevisinya apabila aturan-aturan tidak lagi sesuai. Bagi siswa agar benar-benar memahami danmendapatkan menerapkan pengetahuan, merek aharus bekerja memecahkan masalah, menemukansegala sesuatu untuk dirinya, berusaha susah payah dengan menggunakan ide-ide. Baca : Trianto,M.Pd.,
 Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik; Konsep, LandasanTeoris-Praktis dan Implikasinya
, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007), hlm. 13.
 
II.
 
RUMUSAN MASALAH
Pelajaran kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikanpada jenjang pendidikan SMP dan SMA di Indonesia. Kimia merupakanbagian dari sains yang mempelajari fenomena dan gejala alam secaraempiris, logis, sistematis dan rasional yang melibatkan proses dan sikapilmiah. Ketika belajar kimia, siswa akan dikenalkan tentang produk kimiaberupa materi, konsep, asas, teori, prinsip dan hukum-hukum kimia. Siswa juga akan diajarkan untuk bereksperimen di dalam laboratorium atau di luarlaboratorium sebagai proses ilmiah untuk memahami berbagai materipembelajaran dalam kimia. Hal yang juga dikembangkan selamaberlangsungnya proses belajar mengajar kimia adalah sikap ilmiah seperti jujur, obyektif, rasional, skeptis
5
, kritis, dan sebagainya. Selama ini,antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran kimia di sekolah tidak sepertimengikuti pelajaran lainnya. Mungkin bagi siswa, konsep dan prinsip kiimiamenjadi sulit dipahami dan dicerna oleh kebanyakan mereka. Hal iniberdampak pada rendahnya minat siswa untuk belajar kimia. Masalah inimerupakan salah satu masalah klasik yang kerap dijumpai oleh para gurukimia di sekolah.Ketidaksukaan pada pelajaran kimia, dapat berdampak pula padasikap siswa terhadap guru kimianya. Tidak sedikit guru kimia yang kurangmendapat simpati dari para muridnya karena ketidakberhasilan siswa dalambelajar kimia. Nilai yang buruk dalam tes formatif dan sumatif kimiamenempatkan guru sebagai penyebab kegagalan di mata siswa dan orangtua. Sikap siswa akan sangat berbeda pada guru kesenian atau olah ragamisalnya, pelajaran yang menjadi favorit bagi kebanyakan siswa. Untuk itu,guru perlu menerapkan metode-metode pembelajaran yang dapat
5
Skeptis merupakan sikap keragu-raguan yang dimiliki seseorang. Tetapi skeptisme disinibukan sikap yang hanya pasrah pada keraguan tersebut. Skeptis yang dimaksud disini merupakansuatu upaya yang dilakukan untuk melihat sesuatu secara menyeluruh sampai mendalam sehinggakita dapat berpikir untuk memperoleh pengetahuan dari hal itu. Seperti yang dilakukan olehDescartes, dia menggunakan paham skeptisme hanya sebagai sebuah metode (
skeptismemetodologis
). Louis O. Kattsoff,
Pengantar Filsafat 
, (Yogyakarta : Tiara Wacana, 1996), hlm.151.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Kentung Dota liked this
Sahroels Aruls liked this
Sahroels Aruls liked this
Alx Jablix liked this
Maulana Downy liked this
NeeLa Poery ICcq liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->