c). sebagai pengatur regulasi yaitu
•
Mempertahankan PH dan konsentrasi elektrolit pada cairan interstitial melalui pertukaranion-ion dan molekul pada cairan interstitial
•
Darah mengatur suhu tubuh melalui transport panas menuju kulit dan paru-paru
TEMPAT PEMBENTUKAN SEL DARAH
1.Pembentuykan sel darah (hemopoiesis) terjadi pada awal masa embrional, sebagian besar pada hati dan sebagian kecil pada limpa2.Adari kehidupan fetus hingga bayi dilahirkan, pembentukan sel darah berlangsung dalam3 tahap, yaitu:
•
Pembentukan di saccus vitellinus
•
Pembentukan di hati, kelenjar limfe, dan limpa
•
Pembentukan di sumsum tulang3.Pembentukan sel darah mulai terjadi pada sumsum tulang setelah minggu ke-20 masaembrionik 4.Dengan bertambahnya usia janin, produksi sel darah semakin banyak terjadi padasumsum tulang dan peranan hati dan limpa semakin berkurang5.Sesudah lahir, semua sel darah dibuat pada sumsum tulang, kecuali limfosit yang jugadibentuk di kelenjar limfe, tymus, dan lien
6.
Selanjutnya pada orang dewasa pembentukan sel darah diluar sumsum tulang(
extramedullary hemopoiesis
) masih dapat terjadi bila sumsum tulang mengalami kerusakanatau mengalami fibrosis7.Sampai dengan usia 5 tahun, pada dasarnya semua tulang dapat menjadi tempat pembentukan sel darah. Tetapi sumsum tulang dari tulang panjang, kecuali bagian proksimalhumerus dan tibia, tidak lagi membentuk sel darah setelah usia mencapai 20 tahun8.Setelah usia 20 tahun, sel darah diproduksi terutama pada tulang belakang, sternum,tulang iga dan ileum9.75% sel pada sumsum tulang menghasilkan sel darah putih (leukosit) dan hanya 25%menghasilkan eritrosit