Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ddst

ddst

Ratings: (0)|Views: 618|Likes:
Published by doraemon tembem

More info:

Published by: doraemon tembem on Nov 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/09/2013

pdf

text

original

 
PENGARUH PELATIHAN TENTANG
DDST 
TERHADAP KOMPETENSIPENDIDIK PAUD DALAM PEMANTAUAN PERKEMBANGAN ANAK PRASEKOLAH
Heru Santoso Wahito Nugroho, Agung Suharto, Nana UsnawatiABSTRAK 
Masa usia dini merupakan periode kritis dalam perkembangan anak, sehinggadiperlukan upaya pengembangan secara menyeluruh dengan memberikan rangsanganbagi perkembangan mental, intelektual, emosional, moral dan sosial yang tepat agaranak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Upaya pengembangan tersebutdapat dilaksanakan melalui lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), berupapenerapan
curriculum plus
dalam bidang pemantauan perkembangan anak.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pelatihan tentang
Denver Developmental Screening Test (DDST)
terhadap kompetensi kognitif, afektif danpsikomotorik serta perilaku pendidik PAUD dalam pemantauan perkembangan anak prasekolah. Selain itu, juga pengaruh pelatihan terhadap perkembangan anak pra sekolah.Penelitian pra eksperimental ini menggunakan rancangan
 pre test-post tes
tanpakelompok kontrol. Sampel (34 orang) diambil dari populasi pendidik PAUD Darul FalahSukorejo Ponorogo yang selanjutnya dilatih metode
DDST.
Dari populasi anak prasekolah, diambil sampel (102 anak) untuk diukur tingkat perkembangan mereka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan tentang
DDST 
secara signifikan dapatmeningkatkan kompetensi kognitif, afektif dan psikomotorik serta perilaku pendidikPAUD dalam pemantauan perkembangan anak pra sekolah. Selain itu, pelatihan jugaberpengaruh positif yaitu meningkatkan perkembangan anak pra sekolah. Disarankanagar
DDST 
tetap diterapkan sebagai metode pemantauan perkembangan anak (sebagai
curriculum plus),
penggunaan
DDST 
diperluas
,
serta dilakukan penelitian lanjutantentang penggunaan
DDST 
.
Kata kunci:
DDST,
kompetensi kognitif,
 
kompetensi afektif,
 
kompetensi psikomotorik, perilaku,perkembangan
PENDAHULUAN1.1Latar Belakang
Perkembangan kecerdasan anaksangat pesat pada tahun-tahun awalkehidupan anak. Sekitar 50% kapabilitaskecerdasan orang dewasa telah terjadiketika anak berusia 4 tahun, 80% terjadiketika anak berumur 8 tahun danmencapai titik kulminasi ketika anakberusia sekitar 18 tahun (Jalal, 2002:5-6)Hasil penelitian Balitbang Depdiknas Tahun 1999 menduga tingginya angkamengulang di kelas awal SD (kelas I: 13%dan kelas II:8%) akibat lemahnyapembinaan anak pada masa usia dini.Berarti ada korelasi positif antarapendidikan prasekolah yang diperolehdengan kesiapan anak masuk sekolah,padahal berdasarkan data Depdiknas Tahun 2000 jumlah anak usia 4-6 tahunyang tertampung di TK dan RA masing-masing 1,6 juta (12%) dan 0,4 juta (5%). Jelas bahwa pendidikan anak prasekolahyang sangat penting, dinikmati olehsebagian kecil masyarakat (Jalal,2002:12).Idealnya PAUD harus mampumemberikan mutu dan kemasan produklayanan yang baik. Kemasan produklayanan dapat diperbaiki denganmenerapkan
curriculum plus
, yaitupembelajaran tambahan yang tidak diaturdalam kurikulum standar (Yunianto,2002:87).Penerapan
curriculum plus
memerlukan dukungan tenagakependidikan berkualitas, yang masihmenjadi permasalahan di negara kita,sebagaimana yang disampaikan olehMoleong (2002) bahwa rendahnyapengakuan profesional tenagakependidikan cukup banyak terjadikarena rendahnya profesionalisme tenagakependidikan, terlebih lagi pada PAUD(Redaksi Buletin PADU, 2002: 6)Hasil studi pendahuluan (Maret 2006)di PAUD Yayasan Pondok Pesantren DarulFalah Sukorejo Ponorogo menunjukkanbahwa PAUD tersebut telah menerapkankurikulum standar, namun belum
 
menerapkan pemantauan perkembangananak dengan standar tertentu, karenabelum memiliki program
curriculum plus
,serta belum memiliki tenaga pendidikyang memadai untuk menerapkan
curriculum plus
dalam bidangperkembangan anak.Hasil studi pendahuluan lanjutan (Mei- Juni 2007) menunjukkan bahwa cukupbanyak anak yang memilikiperkembangan dalam kategori suspek(15,7%), selebihnya (84,3%) beradadalam kategori normal.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Adakah pengaruh positif pelatihantentang
DDST 
terhadap kompetensikognitif, afektif dan psikomotorikpendidik PAUD?
2.
Adakah pengaruh positif pelatihantentang
DDST 
terhadap perilakupendidik PAUD?
3.
Adakah pengaruh positif pelatihantentang
DDST 
terhadap perkembangananak pra sekolah?
1.3Tujuan Penelitian
1.
Menganalisis pengaruh pelatihantentang
DDST 
terhadap kompetensikognitif, afektif dan psikomotorikpendidik PAUD
2.
Menganalisis pengaruh pelatihantentang
DDST 
terhadap perilakupendidik PAUD
3.
Menganalisis pengaruh pelatihantentang
DDST 
terhadapperkembangan anak pra sekolah
1.4 Manfaat Penelitian
1.
Menjadi salah satu komponenpengembangan
curriculum plus
PAUD
.
2.Sebagai stimulus bagi penelitianselanjutnya mengenai pemantauanperkembangan anak pra sekolah.
TINJAUAN PUSTAKA2.1Pelatihan dan PengembanganSDM
Bernandin dan Joyce (1993) dalamGomes (1995:197) menyatakan bahwapelatihan adalah setiap usahamemperbaiki performansi pekerja padasuatu pekerjaan tertentu yang sedangmenjadi tanggungjawabnya, atau satupekerjaan yang berhubungan denganpekerjaannya. Pelatihan yang efektiharus mencakup pengalaman belajar,aktifitas-aktifitas yang terencana dandirancang sebagai jawaban ataskebutuhan yang diidentifikasi.Menurut Gomes (1995:209-212), ada5 tingkatan evaluasi pelatihan yaitu:
1.
Reaction,
yang diukur
 
dengankuesioner tentang kepuasan terhadappelatih, materi, isi, bahan, lingkungandan sebagainya.
2.
Learning,
yaitu test tentangpenguasaan konsep, pengetahuan danketrampilan yang diberikan selamapelatihan. Evaluasi hasil pembelajaranmengacu pada tujuan pembelajaran.Bloom (1956) dalam Winkel(1996:244-254) mengklasifikasikansecara lengkap tujuan pembelajaran,dalam 3 ranah yaitu ranah kognitif,ranah afektif dan ranah psikomotorik.Menurut Purwanto (1996), faktor yangmempengaruhi hasil belajar, yaitu:a.Lingkungan (lingkungan alam danlingkungan sosial).
 b.
I
nstrumen
pendidikan (kurikulum,guru, fasilitas dan manajemenpendidikan)c.Fisiologi (kondisi fisik dan indera)d.Psikologi (minat, kecerdasan,motivasi dan kemampuan kognitif).
3.
Behaviors,
yaitu membandingkanperilaku peserta sebelum dan sesudahpelatihan.
4.
Organizational results,
yaitumenguji dampak pelatihan terhadapkelompok kerja atau organisasi secarakeseluruhan.
5.
Cost effectivity, yaitu
mengetahuibesarnya biaya yang digunakan untukpelatihan dan apakah besarnya biayatersebut sepadan dengan biaya yangtimbul dari permasalahan yangdialami oleh organisasi.
2.2Perkembangan Anak 
Perkembangan adalah bertambahnyakemampuan
(skill)
dalam struktur danfungsi tubuh yang kompleks, dalam polayang teratur dan dapat diramalkan,sebagai hasil dari proses pematangan.Perkembangan berhubungan dengandiferensiasi sel-sel, jaringan-jaringan,organ-organ dan sistem-sistem organtubuh yang mengalami perkembangansedemikian rupa sehingga masing-masingdapat memenuhi fungsinya.(Soetjiningsih, 1995:1).Soetjiningsih (1995:2) menjabarkanfaktor-faktor yang mempengaruhi
 
perkembangan sekaligus mempengaruhipertumbuhan yaitu:1.Faktor genetik2.Faktor lingkungan, yang terbagiatas:
a.
Lingkungan
 prenatal
(gizi ibu hamil,mekanis, toksin, endokrin, radiasi,infeksi, stress, imunitas dan anoksiaembrio)
b.
Lingkungan
 postnatal
, terdiri atas:
1)
Lingkungan biologis (ras, jenis kelamin, umur, gizi,perawatan kesehatan, kepekaanterhadap penyakit, penyakitkronis, fungsi metabolisme danhormon)
2)
Faktor fisik (cuaca, musimdan kondisi geografis, sanitasi,keadaan rumah dan radiasi)3)Faktor psikososial(stimulasi, motivasi belajar,ganjaran atau hukuman yangwajar, kelompok sebaya, stress,sekolah, cinta dan kasih sayangserta kualitas interaksi antaraanak dan orangtua)
4)
Faktor keluarga dan adatistiadat, (pendapatan keluarga,pendidikan orang tua, jumlahsaudara, jenis kelamin dalamkeluarga, stabilitas rumahtangga, kepribadian orangtua,adat istiadat, norma dan tabu-tabu, agama, urbanisasi sertakehidupan politik).
2.3
DDST 
Sebagai MetodePemantauan Perkembangan Anak 
Frankenburg and Dodds (1996) dalamIsmail dkk. (2004) mengemukakan bahwa
Denver II
sebagai revisi dari
DDST 
yangpertama kali dipublikasikan pada tahun1967, dibuat untuk menolong petugaskesehatan menemukan secara dinimasalah penyimpangan perkembanganpotensi anak berumur 0 sampai dengankurang dari 6 tahun.
Denver II
terdiri atas125 item yang disusun dalam formulirmenjadi 4 sektor yaitu:1.Sektor personal sosial (penyesuaiandiri di masyarakat dan kebutuhanpribadi.2.Sektor motorik halus-adapti(koordinasi mata-tangan, memainkandan menggunakan benda-benda kecil,pemecahan masalah.3.Sektor bahasa (mendengar, mengertidan menggunakan bahasa).4.Sektor motorik kasar (duduk, jalan,gerakan otot-otot besar).
2.4Pendidikan Anak Usia Dini
Direktorat Pembinaan Anak Usia DiniDepkes RI (2002:3-4) mendefinisikanPendidikan Anak Usia Dini sebagai suatuupaya pembinaan yang ditujukan kepadaanak sejak usia dini yang dilakukanmelalui pemberian rangsanganpendidikan untuk membantupertumbuhan dan perkembangan jasmanidan rohani agar anak memiliki kesiapandalam memasuki pendidikan dasar dankehidupan tahap berikutnya. Kegiatanbertujuan mengembangkan berbagaipotensi anak sejak dini sebagai persiapanuntuk hidup dan dapat menyesuaikan diridengan lingkungannya. (DirektoratPembinaan Anak Usia Dini Depkes RI,2002:4)Direktorat Pendidikan Anak Usia DiniDepkes RI (2002:5-8) mendasarkanpelaksanaan menu pembelajaran padapendekatan-pendekatan yaitu:berorientasi pada kebutuhan anak, belajarmelalui bermain, kreatif dan inovatif,lingkungan yang kondusif, menggunakanpembelajaran terpadu, mengembangkanketrampilan hidup, menggunakanberbagai media dan sumber belajar,pembelajaran yang berorientasi padaprinsip-prinsip perkembangan anak danstimulasi terpadu
2.5Kerangka Konsep Penelitian
Kerangka konsep penelitian disusunberdasarkan model pelatihan sumberdayamanusia menurut Gomes (1995), sertamodel pembelajaran menurut Purwanto(1996).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->