Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sdm

Sdm

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 1,958|Likes:
Published by ariea

More info:

Published by: ariea on Oct 21, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/21/2011

pdf

text

original

 
*Mau? - Gratis Pelajaran Spiritual*Berguna untuk pengobatan, keselamatan, kepercayaan diri, wibawa danketenangan batin.Tenaga Dalam bisa dibuktikan, *Click disini <http://www.asmakmalaikat.com/>*------------------------------------------------------------------------ * DOWNLOAD GRATIS KUMPULAN MAKALAH** FERERENSI TUGAS & MATERI KULIAH* HOME <../index.htm> | INDEX<http://www.asmakmalaikat.com/ilmu_metafisika_gratis.htm> | GO<http://www.asmakmalaikat.com/go> * Ekonomi <index.html>* *SDM Indonesia dalam Persaingan Global**//*Sumberdaya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci dalamreformasi ekonomi, yakni bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas danmemiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan globalyang selama ini kita abaikan. Dalam kaitan tersebut setidaknya ada duahal penting menyangkut kondisi SDM Indonesia, yaitu: Pertama adanya ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatankerja. Jumlah angkatan kerja nasional pada krisis ekonomi tahun pertama(1998) sekitar 92,73 juta orang, sementara jumlah kesempatan kerja yangada hanya sekitar 87,67 juta orang dan ada sekitar 5,06 juta orangpenganggur terbuka (open unemployment). Angka ini meningkat terus selamakrisis ekonomi yang kini berjumlah sekitar 8 juta.Kedua, tingkat pendidikan angkatan kerja yang ada masih relatif rendah.Struktur pendidikan angkatan kerja Indonesia masih didominasi pendidikandasar yaitu sekitar 63,2 %. Kedua masalah tersebut menunjukkan bahwa adakelangkaan kesempatan kerja dan rendahnya kualitas angkatan kerja secaranasional di berbagai sektor ekonomi. Lesunya dunia usaha akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan sampaisaat ini mengakibatkan rendahnya kesempatan kerja terutama bagi lulusanperguruan tinggi. Sementara di sisi lain jumlah angkatan kerja lulusanperguruan tinggi terus meningkat. Sampai dengan tahun 2000 ada sekitar2,3 juta angkatan kerja lulusan perguruan tinggi. Kesempatan kerja yangterbatas bagi lulusan perguruan tinggi ini menimbulkan dampak semakin
 
banyak angka pengangguran sarjana di Indonesia.Menurut catatan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti)Depdiknas angka pengangguran sarjana di Indonesia lebih dari 300.000 orang.Fenomena meningkatnya angka pengangguran sarjana seyogyanya perguruantinggi ikut bertanggungjawab. Fenomena penganguran sarjana merupakankritik bagi perguruan tinggi, karena ketidakmampuannya dalam menciptakaniklim pendidikan yang mendukung kemampuan wirausaha mahasiswa.Masalah SDM inilah yang menyebabkan proses pembangunan yang berjalanselama ini kurang didukung oleh produktivitas tenaga kerja yang memadai.Itu sebabnya keberhasilan pembangunan yang selama 32 tahun dibanggakandengan tingkat pertumbuhan rata-rata 7%, hanya berasal dari pemanfaatansumberdaya alam intensif (hutan, dan hasil tambang), arus modal asingberupa pinjaman dan investasi langsung. Dengan demikian, bukan berasaldari kemampuan manajerial dan produktivitas SDM yang tinggi.Keterpurukan ekonomi nasional yang berkepanjangan hingga kini merupakanbukti kegagalan pembangunan akibat dari rendahnya kualitas SDM dalammenghadapi persaingan ekonomi global. Kenyataan ini belum menjadi kesadaran bagi bangsa Indonesia untukkembali memperbaiki kesalahan pada masa lalu. Rendahnya alokasi APBNuntuk sektor pendidikan -- tidak lebih dari 12% -- pada peme-rintahan diera reformasi. Ini menunjukkan bahwa belum ada perhatian serius daripemerintah pusat terhadap perbaikan kualitas SDM. Padahal sudah saatnyapemerintah baik tingkat pusat maupun daerah secara serius membangun SDMyang berkualitas. Sekarang bukan saatnya lagi Indonesia membangunperekonomian dengan kekuatan asing. Tapi sudah seharusnya bangsaIndonesia secara benar dan tepat memanfaatkan potensi sumberdaya dayayang dimiliki (resources base) dengan kemampuan SDM yang tinggi sebagaikekuatan dalam membangun perekonomian nasional. Orang tidak bekerja alias pengangguran merupakan masalah bangsa yangtidak pernah selesai. Ada tiga hambatan yang menjadi alasan kenapa orangtidak bekerja, yaitu hambatan kultural, kurikulum sekolah, dan pasarkerja. Hambatan kultural yang dimaksud adalah menyangkut budaya dan etoskerja. Sementara yang menjadi masalah dari kurikulum sekolah adalahbelum adanya standar baku kurikulum pengajaran di sekolah yang mampumenciptakan dan mengembangkan kemandirian SDM yang sesuai dengankebutuhan dunia kerja. Sedangkan hambatan pasar kerja lebih disebabkanoleh rendahnya kualitas SDM yang ada untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja. Ekonomi abad ke-21, yang ditandai dengan globalisasi ekonomi, merupakansuatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, di mana negara-negara diseluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasidengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi yang sudahpasti dihadapi oleh bangsa Indonesia menuntut adanya efisiensi dan dayasaing dalam dunia usaha. Dalam globalisasi yang menyangkut hubunganintraregional dan internasional akan terjadi persaingan antarnegara.Indonesia dalam kancah persaingan global menurut World CompetitivenessReport menempati urutan ke-45 atau terendah dari seluruh negara yangditeliti, di bawah Singapura (8), Malaysia (34), Cina (35), Filipina(38), dan Thailand (40).Perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi yang akan dihadapi bangsaIndonesia antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut: Produksi, dimana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan sasaran agar
 
biaya produksi menjadi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upahburuh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yangmemadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Duniadalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global. Pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjamanatau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung)di semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyaksatuan sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringanjalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT(build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari mancanegara.Tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerjadari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesionaldiambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasionaldan\atau buruh diperoleh dari negara berkembang. Dengan globalisasi makahuman movement akan semakin mudah dan bebas. Jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepatmendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuanteknologi, antara lain melalui: TV, radio, media cetak dan lain-lain.Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnyapasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contohKFC, Hoka Hoka Bento, Mac Donald, dll melanda pasar di mana-mana.Akibatnya selera masyarakat dunia --baik yang berdomisili di kota maupundi desa-- menuju pada selera global.Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragamantarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikiankegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin ketat dan fair.Bahkan, transaksi menjadi semakin cepat karena "less papers/documents"dalam perdagangan, tetapi dapat mempergunakan jaringan teknologitelekomunikasi yang semakin canggih. Dengan kegiatan bisnis korporasi (bisnis corporate) di atas dapatdikatakan bahwa globalisasi mengarah pada meningkatnya ketergantunganekonomi antarnegara melalui peningkatan volume dan keragaman transaksiantarnegara (cross-border transactions) dalam bentuk barang dan jasa,aliran dana internasional (international capital flows), pergerakantenaga kerja (human movement) dan penyebaran teknologi informasi yangcepat. Sehingga secara sederhana dapat dikemukakan bahwa globalisasisecara hampir pasti telah merupakan salah satu kekuatan yang memberikanpengaruh terhadap bangsa, masyarakat, kehidupan manusia, lingkungankerja dan kegiatan bisnis corporate di Indonesia. Kekuatan ekonomiglobal menyebabkan bisnis korporasi perlu melakukan tinjauan ulangterhadap struktur dan strategi usaha serta melandaskan strategimanajemennya dengan basis entrepreneurship, cost efficiency dancompetitive advantages. Masalah daya saing dalam pasar dunia yang semakin terbuka merupakan isukunci dan tantangan yang tidak ringan. Tanpa dibekali kemampuan dankeunggulan saing yang tinggi niscaya produk suatu negara, termasukproduk Indonesia, tidak akan mampu menembus pasar internasional. Bahkanmasuknya produk impor dapat mengancam posisi pasar domestik. Dengan katalain, dalam pasar yang bersaing, keunggulan kompetitif (competitiveadvantage) merupakan faktor yang desisif dalam meningkatkan kinerja

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mamas Apri liked this
Mamas Apri liked this
Mamas Apri liked this
embozeinombe liked this
doyodoyo1990 liked this
rickki afui liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->