Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Sampai saat ini bayi berat lahir rendah (BBLR) masih merupakan salahsatu masalah kesehatan penting di negara-negara berkembang. PenelitianVillar dkk2 menunjukkan bahwa angka kejadian BBLR di negara berkembang4 kali lebih besar dibandingkan di negara maju. Di Indonesia angka kejadianBBLR bervariasi; dari hasil studi
multicenter 
di 7 daerah pada tahun 1990diperoleh angka kejadian BBLR antara 2,1
17,2%, sedangkan dari SurvaiKesehatan Nasional didapatkan angka 14,0%. Di RSUP Manado sendiriantara tahun 1995-1999 dilaporkan angka kejadian BBLR berkisar 8,5 -9,5%. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor risiko BBLR, yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi faktor ibu, janin dan plasenta. Di antara faktor-faktor risiko tersebut, masalahanemia defisiensi besi (ADB) selama kehamilan merupakan faktor risiko yangsangat menarik untuk dikaji, khususnya di negara berkembang sepertiIndonesia karena prevalensinya cukup tinggi.
1
Bayi lahir hidup sebelum 37 minggu kehamilan (dihitung dari haripertama haid terakhir) mempunyai masa gestasi yang pendek dan WHOmenyebutkan sebagai prematur. The American pod Pediatric mengambilbatasan 38 minggu untuk menyebut prematur. Prematur juga sering dipakai
 
untuk menunjukkan imatur. Akhir-akhir ini bayi dengan berat lahir kurang dari750 gram dimasukkan dalam golongan neonatus imatur.Menurut riwayatnya bayi prematur ialah bayi dengan berat lahir 2500 gramatau kurang. Masa kini bayi dengan berat 2500 atau kurang disebut
berat bayi lahir rendah
, oleh karena bayi ini mungkin mempunyai umur kehamilanyang pendek (premature) atau beratnya tidak sesuai dengan namagenetasinya (kecil untuk masa kehamilan = KMK), atau keduanya.Permasalahan pada berat bayi lahir rendah adalah berat badan bayi kurangdari 2500 gram, maka alat-alat vital (otak, jantung, paru, ginjal) belumsempurna sehingga mengalami kesulitan dalam adaptasi untuk tumbuh danberkembang dengan baik, selain itu bayi mudah terkena infeksi.Pencegahan persalinan berat bayi lahir rendah umumnya sulit, antaralain karena etiologinya multifactor, seperti status sosioekonomi, nutrisi,konstitusi, imunologi dan mikrobiologi disamping penyebab yang terkaitdengan komplikasi obstetric (perdarahan antepartum, hipertensi padakehamilan atau komplikasi medis lainnya.
B.Tujuan
Tujuan penulisan refarat yang berjudul berat bayi lahir rendah adalahyang memperoleh informasi ilmiah tentang berat bayi lahir rendah yangmeliputi definsi epidemiologi, etiologi, gejala klinis, diagnosis, penyakit yang
 
berhubungan dengan berat bayi lahir rendah, perawatan prognosis, danpencegahannya.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more