Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manajemen Stress

Manajemen Stress

Ratings: (0)|Views: 691|Likes:
Published by rgusniati

More info:

Published by: rgusniati on Dec 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/13/2013

pdf

text

original

 
Manajemen StressFasilitator : Dr Arlina Gunarya,MScPENGANTARHingga saat ini, Anda telah menyelesaikan hampir semua materi Manajemen Diri dalambelajar. Barangkali kita bisa sependapat bahwa dunia kemahasiswaan merupakan kehidupanyang penuh daya tarik dan tantangan, Suatu kehidupan yang perlu dijalani berbeda dari saatkita di Sekolah Lanjutan dimana segala sesuatunya lebih terstruktur dan teratur. Secaraumum, dari sudut perkembangan manusia, mahasiswa berada pada usia persiapan karir dansecara mental sedang didera pertanyaan hakiki mengenai identitas diri ~ ‘Siapa saya/? ‘Upaya menjawab pertanyaan ini, banyak dipengaruhi oleh ‘perjumpaan sosial’ ~ socialencounter sehari-hari di pergaulan kampus, baik dalam konteks akademik, maupun nonakademik.Di sisi lain, khusus untuk kondisi UNHAS, mahasiswa datang dari berbagai latar belakang budaya yang amatber-ragam. Sehingga perjumpaan di kehidupan kampus menjadilebih marak, dan untuk sebagian mahasiswa sedikit membingungkan, Ada banyak sentuhan,singgungan, bahkan benturan nilai-nilai yang perlu dihadapi; sementara ajakkan untuk berprestasi, ber-inovasi dan ber-kiprah di banyak kegiatan amat menggoda. Sehingga pengisianaktu menjadi amat krusial, selalu mungkin membawa kita pada keadaan yang mengandungcekaman kepentingan, Pada gilirannya, manakala kita kewalahan terjadilah kondisi ‘cemas’yang bisa menjadikan kita stress.Memahami kondisi kehidupan kemahasiswaan sebagaimana diuraikan di atas, makatidaklah berlebihan apabila dikatakan bahwa pada hakikatnya ajakkan hidup kemahasiswaanpenuh dinamik, ragam tantangan, indah tetapi juga mengandung cekaman ~ stress. Olehkarena itu, materi manajemen stress dimasukkan kedalam paket BSS, agar mahasiswa dapatmengatasi berbagai cekaman yang dihadapinya, dan dengan demikian dapat menikmati hidupdengan lebih meng-asyikan dan berdaya-guna. Dengan demikian, sasaran yang hendakdicapai setelah peserta pelatihan BSS menyelesaikan materi ini adalah :Peserta dapat memahami hal-haldasar seputar stress sehingga ia dapat mengenali, mencegah danmenangani stress di dirinya, bahkan pada gilirannya bisa menjadi teman supportingbagi sebayanya yang sedang mengalami stress.Dalam rangka memenuhi sasaran demikian, maka sejumlah pertanyaan muncul, antaralain : Apa sebenarnya yang dimaksud dengan STRESS? Apa pula STRESSOR? Siapa yangmengalami stress? Apa indikasi atau gejalanya? Bagaimana mekanismenya? Apa dampak
 
yang akan dialami apabila sress tersebut tidak ditangani? Bagaimana menanganinya? Secarakhusus bagaimana menangani stress yang selalu ada mengiringi evaluasi/ujian, dst. ModulMD08 Manajemen Sress ini mencoba memberi gambaran awal atas jawaban berbagai pertanyaan tersebut diatas. Dengan demikian sistimatik pembahasan akan mengikuti alur tersebut, mencakup 6 bagian. yakni : (1)Pendahuluan membahas yenyang pengertian Stressdan Stressor, juga menjelaskan siapa yang bisa mengalami stress. (2) bagian keduamembahas mekanisme terjadinya stress. (3) Pada bagian ketiga dibahas indikasi ataugejala stress, sedangkan (4) Pada bagian empat, diulas dampak yang akan dialami apabilasress tersebut tidak ditangani; (5) sekaligus pada bagian ke lima mendiskusi-kan beberapacara menanganinya, termasuk menangani stress menghadapi ujian, dst.Diharapkan dengan memiliki sedikit pemahaman dasar stress mahasiswa dapat lebihbisa mengakrabi stress, dan tentu saja menanganinya secara sehat, dan pada gilirannya dapatmenikmati kehidupan kemahasiswaan dengan lebih membahagiakan PENDAHULUANPertama-tama Apa yang dimaksud dengan Stress ? Menurut Kamus Besar BahasaIndonesia, ada 2 pengertian stress: (1) Gangguan atau kekacauan mental dan emosional (2) -Tekanan. Secara teknis psikologik, stress didefinisikan sebagai Suatu respons penyesuaianseseorang terhadap situasi yang dipersepsinya menantang atau mengancam kesejahteraanorang bersangkutan. ~ Stress is an adaptive response to a situation that is perceived aschallenging or threatening to the person’s well-being . Jadi stress merupakan suatu responfisiologik ataupun perilaku terhadap ‘stressor ‘ ~ hal yang dipandang sebagai menyebabkancekaman, gangguan keseimbangan (homeostasis), baik internal maupun eksternal Dalampengertian ini, bisa kita perjelas bahwa stress bersifat subjektifm sesuai perspsi orang yangmemandangnya. Dengan perkataan lain apa yang mencekam bagi seseorang belum tentudipersepsi mencekam bagi orang lain.Di sisi lain, ‘stressor’ adalah Sumber yang dipersepsi seseorang atau sekelompok orangmemberi tekanan/cekaman terhadap keseimbangan diri mereka. Ada 3 sumber utama bagistress, yaitu :1. Lingkungan ~ lingkungan kehidupan memberi berbagai tuntutan penyesuaian diriseperti antara lain- Cuaca, kebisingan, kepadatan,- Tekanan waktu, standard prestasi, berbagai ancaman terhadap rasa amandanharga diri
 
- Tuntutan hubungan antar pribadi, penyesuaian diri dengan teman, pasangan,dengan perubahan keluarga2. Fisiologik ~ dari tubuh kita- Perubahan kondisi tubuh: masa remaja; haid, hamil, meno/andropause, pro-ses menua, kecelakaan, kurang gizi, kurang tidur >tekanan terhadap tubuh- Reaksi tubuh : reaksi terhadap ancaman & perubahan lingkungan mengaki-batkan perubahan pada tubuh kita, menimbulkan stress.3. Pikiran kita ~ pemaknaan diri dan lingkunganPikiran menginterpretasi dan menerjemahkan pengalaman perubahan dan menentu-kan kapan menekan tombol panik. Bagaimana kita memberi makna/label padapengalaman dan antisipasi ke depan, bisa membuat kita relax atau stress.Menurut Selye (1984) , stress bisa dibedakan atas dasar sifat stressornya, apakah peristiwa negative, disebut’distress’; tetapi bisa juga stress diakibatkan peristiwa positif,misalnya tiba-tiba mendengar mendapat undian, atau hadiah besar yang tak terduga, dalamhal ini stressnya disebut ‘Eustress’Lebih lanjut, sumber stressor tersebut bisa dibedakan dalam 3 bagian berdasarkanpeluang penanganannya, yakni : Pertama, Stressor yang penanganannya hanya membutuhkan sedikitupaya seperti misalnya kebiasaan belajar; waktu bangun pagi, diet, dstdimana upaya menanganinya dengan cara memgubah kebiasaan, membiasakan kebiasaanbaru, maka dalam waktu satu-dua minggu dapat berubah. Kedua, Stressor yang untukmenanganinya membutuhkan upaya yang lebih sungguh-sungguh, seperti contohnya soalkepercayaan diri, persoalan hubungan,dst, dimana diperlukan bantuan teknikal untuk menanganinya, seperti‘percakapan kalbu’, skill komunikasi, manajemen konflik, dst. Ketiga,stressor yang memang tidak dapat ditangani sepeti kematian orang yang dikasihi. Maka penanganannya,perlu belajar berdamai dengan diri menerima kenyataan tersebut, lalu diatasidengan relaksasi, dan upaya spiritual.Melihat kemungkinan sumber stressor di atas , maka setiap orang potensial untukmengalami stress. Namun demikian, ada kelompok orang yang lebih mudah terkena stress(type kepribadian A), ada juga kelompok lain yang lebih memiliki ketahanan terhadap stress(type kepribadian B) Selanjutnya, di kalangan mahasiswa yang banyak menjadi sumberstressor antara lain sebagai berikut: Tuntutan untuk sukses; persoalan finansial, persoalan relasi~hubungan,persoalan penggunaan waktu dan pergeseran nilai-nilai.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->